Ramalan Petemon Suami-Istri

No comment 166187 views

Ramalan Petemon Suami-Istri

Perjodohan atau patemon laki-perempuan (lanang-istri) dalam dunia primbon ada beberapa cara,antara lain misalnya perjodohan berdasarkan sapta wara dan panca wara kelahiran calon laki-pempuan lalu masing-masing dibagi 9 seperti disebutkan dalam prembon sebagai berikut:

wetone panganten lanang lan wadon, Neptune dina lan pasaran digunggung, banjur kabage 9, lanag turah pira wadon turah pira, yen turah :

3 lan 9 sugih rejeki; 2 lan 7 anake akeh mati, 3 lan 5 gelis pegat. dari hari kelahiran lanang-wadon ; Selasa lan Rabo = sugih, Rabo lan Saptu = becik, Akada lana senen = Sugih lara.

Untuk mengetahui pertemuan laki-perempuan itu baik atau buruk maka Urip/neptu sapta dan Panca wara harus dipahami dengan baik.

berikut ini daftar urip Pancawara, Sadwara dan Saptawara:

Panca Wara Sad Wara Sapta Wara Urip
 Umanis  Urukung  Redite  5
 Paing Was  Saniscara  9
 Pon  Tungleh  Budha  7
 Wage  Soma  4
 Kliwon  Paniron  Wrespati  8
 Aryang  Sukra  6
 Maulu  Anggara  3

 

Mencari hari untuk perkawinan orang harus terlebih dahulu mengetahui jumlah Urip/Neptu hari kelahiran kedua calon mempelai (temantin), kemudian dicarikan hari dan pasaran yang Uripnya/Neptunya bilamana dijumlahkan dengan jumlah Neptu kedua mempelai tadi dan dibagi 3 bisa habis.

Hitungan itu merupakan tiga kata-kata sebagai berikut :

  1. Wali, berarti bahwa dalam perkawinan itu kurang cinta kasih atau mudah bosen satu sama lain.
  2. Penghulu, berarti dalam perkawinan ini bakal banyak cedera antara satu sama lain.
  3. Temantin, berarti bahwa dalam perkawinan itu bakal beruntung.

Rumus Pemilihan Hari Baik Pernikahan Menurut Tri Pramana:

rumus petemuan Tri premana ini juga sering disebut dengan "Sodasa Rsi",

Sad artinya enam, Dasa artinya sepuluh, dan Rsi artinya orang yang mengetahui. Jadi Sodasa Rsi artinya adalah Orang yang mengetahui "Enam Belas Pertemuan antara Suami Isteri"

rumusnya:

(Urip Saptawara + Urip Pancawara + Urip Sadwara Suami & Istri) : 16. sisa;

1

 

= Bergejolak, mesti tahan uji

 

Brahmana yoninya gemar memuja betara dan berdagang penghidupannya, tetapi jika awal urip suami istri itu sama, anaknya pertama /sulung akan mati kemudian selalu berbahagia dan sentosa
2

 

= Selalu menghadapi kesulitan, Banyak pengeluaran TIWAS PADIWARA, Tidak kurang sedih hati senantiasa, menderita, sengsara, kemudian akan bercerai, Indra yoninya
3 = Selalu kecewa

 

Tiga Mepasah, tidak pernah berkata sepakat, selalu bertentangan, suasana  rumah tangganya keruh serta ada saja problem dalam rumah tangganya.
4 = Sulit mendapatkan keturunan Catur GADABAH, Sang istri berkuasa dalam rumah tangga dan benar-benar di bawah perintah isterinya, sang laku kalah. Sang laku menjadi istri.
5

 

= terus mengalami kemajuan, rejeki berlimpah, meningkat terus Werdi wekasan, Suami istri selalu berkasih kasihan dalam kehidupan rumah tangganya, rumah tangga terasa tenang dan nyaman, karena adanya pengertian antara kedua belah fihak. Indria Yoninya
6

 

= Penderitaan

 

Halakarma, bercerai atau salah satu meninggal dunia, tidak tenang dalam rumah tangga, kurang rasa cinta antara yang satu dengan yang lainnya. Untuk menyelamatkannya harus dengan selalu berbuat yang serba suci, dan mendalami ajaran Agama
7

 

= Meningkat tetapi sangat lambat

 

HAYU PASUKARMA, akan bercucu agak lama Tetapi sudah bercucu akan mati. Perak dan emas banyak kemana ia pergi selamat parpurna, basaya yoninya. Hasilnya atau pahalanya akan berkembang
8

 

= Serba kekurangan

 

TANAMETEN Maka Patemu, menjadi sengsara terus-menerus tidak urung anak dan cucu akan meninggal, karenanya ini jelek, selama bersuami isteri selalu bersedih hati, sang suami tidak cinta dengan isterinya, sehingga akan terjadi perceraian
9

 

= Mewah, kaya raya tetapi sering ricuh dan perebutan kekayaan ALA KAGERINGAN, Tidak patut dipertemukan, memiliki harta tetapi menjadi bencana, gila-gilaan anaknya seolah-olah terkutuk, suami kurang hawa nafsunya Chandala Yoninya
10 = Berwibawa

 

NARI UTAMA, menjadi keluarga terpandang tetapi Sang suami tunduk pada sang istri, sang laki senantiasa takut pada istri
11 = Selalu dalam keadaan puas SRI EMAS,Terlalu baik, sugih indah , anak banyak pun harta benda tidak kurang keluarga atau famili menaruh kasihan
12 = Murah rejeki

 

HALA HAYU GUNG PAHALNIYA, Sang istri hormat/bakti kepada sang laki tidak pernah curang kemana ia pergi bersama-sama dengan istrinya karena cinta, waisya yoninya
13

 

= Langgeng

 

SINGA GATAN,Keluarga menjauh banyak hal-hal yang aneh-aneh menjadi kaya raya, bahayanya mati mendadak, kalau panjang umur dalam rumah tangga makmur dan selama-lamanya bersuka-sukaan
14 = Berbahagia akan berkurang HALA SUKARTAN PATUT BIJAKTA MAPASAH, Ditinggalkan oleh famili si laki mereka akan menjadi miskin, salah besar selalu berselisih, suami kalah oleh istri
15

 

= kurang Rukun

 

Hala tukaran, apa yang dikatakan oleh si laki tidak disepakati oleh isterinya, demikian pula sebaliknya apa yang dikatakan oleh si istri selalu disalahkan oleh sang suami, segala pekerjaan selalu gagal dan tidak ada ketenteraman dalam membina rumah tangga
16

 

= semakin berkembang

 

Patut Siddha Karya Hayu, hidup rumah tangganya selalu gembira karena segala usaha dan pekerjaannya beruntung besar. Anak- anaknya berhasil dalam mengejar cita- cita, pembentukan rumah tangganya berhasil

 

Prembon Petemuan/Perjodohan, yang berlaku lima tahun umur perkawinan:

(Urip Saptawara + Urip Pancawara Suami & Istri) : 5 sisa;

  1. Sri = Selalu sejahtera dan bahagia
  2. Gedong = Tidak kurang sandang pangan
  3. Pete = Selalu bertengkar dan ribut, sengsara (lare)
  4. Pati = Mlarat dan banyak masalah, mungkin bisa menemui kematian atau kehilangan rezeki
  5. Lungguh = sama dengan keadaan sebelumnya bahkan akan mendapatkan kedudukan yang lebih baik

Yang berlaku secara berkala 5 tahun secara bergantian, sehingga dengan mudah mengetahui masa berkumpulnya dalam rumah tangga dan suasana yang dilaluinya.

Hitungan detailnya adalah Urip lahir lanag-istri (panca dan sapta wara) digabung kemudian dibagi 5 sisanya menunjukkan keadaan selama 5 tahun berjalan, kemudian lima tahun berikutnya hasil pembagian dipakai mengurangi urip gabungan awal, hasilnya kemudian dibagi 5 sisanya keadaan selama 5 tahun berikutnya. Hasil pembagian selalu dipakai pengurang hasil terakhirnya dan selalu dibagi 5 menyatakan keadaannya, bila hasilnya 0 (nol) diawal tahun maka itu berarti mendapatkan kedudukan/wibawa dan bila setelah 5 tahun pertama artinya sama keadaanya dengan sebelumnya.

Contoh:

Suami lahir di Minggu Wage, dan Istri lahir di Senin Klion
minggu wage = 5 + 4 = 9
Senin Klion = 4 + 8 = 12
total urip suami dan istri = 21
Umur pernikahan
Perhitungan
sisa
Posisi
Artinya
0 - 5 tahun 21 : 5 = 4
1
Sri Selalu Sejahtera
5 – 10 tahun 21 – 4 = 17 17 : 5 = 3
2
Gedong Berkecukupan
10 – 15 tahun 17 – 3 = 14 14 : 5 = 2
4
Pati Banyak Masalah
15 – 20 tahun 14 – 2 = 12 12 : 5 = 2
2
Gedong Berkecukupan
20 – 25 tahun 12 – 2 = 10 10 : 5 = 2
0
Sama Berkecukupan
25 – 30 tahun 10 – 2 = 8 8 : 5 = 1
3
pete Sering berselisih
30 – 35 tahun 8 – 1 = 7 7 : 5 = 1
2
Gedong Berkecukupan
35 – 40 tahun 7 – 1 = 6 6 : 5 = 1
1
Sri Selalu Sejahtera
40 – 45 tahun 6 – 1 = 5 5 : 5 = 1
0
Sama Selalu Sejahtera
dst

demikianlah sekilas Ramalan Petemon Suami-Istri, tentunya akan ada yang memperoleh sisa yang artinya baik ataupun buruk, dan bagi yang kebetulan memperoleh arti yang buruk serta kurang berkenan di hati, disarankan untuk tetap berusaha menjaga rumah tangga anda, jalin komunikasi, perbanyak punia, rajin sembahyang dan melukat serta melakukan yadnya karena itu akan memperbaiki karma anda kedepannya.

bagi yang belum kawin/belum berumah tangga, sebaiknya agar mencari pertemuan yang dianggap menghasilkan nilai sisa (pertemuan) yang baik, karena ini sudah merupakan modal dasar dalam membina rumah tangga yang bahagia dan sejahtera. Memang jodoh itu di tangan Tuhan namun bila kita tidak berusaha niscaya akan mendapat jodoh yang tidak sesuai dengan kehendak kita. dan setelah mendapatkan jodoh, untuk memperoleh keluarga bahagia dan sejahtera, pemilihan Dewasa Ayu Nganten juga teramat penting, karena itu perhatikanlah 2 hal ini. semoga bermanfaat.

author