Rumah Tradisional Adat Bali

No comment 1100 views

Rumah Tradisional Adat Bali

setiap kepala keluarga sudah tentu mendambakan memiliki Rumah Sendiri, lepas dari keluarga induknya. begitupula orang bali, bagi kepala keluarga yang sudah mulai mebanjar adat maupun dinas, rumah tinggal milik sendiri juga menjadi dambaan, terpisah dari keluarga, menghindari masalah klasik orang bali, yaitu persaingan internal di keluarga intinya. untuk itu Membangun Rumah Tradisional Bali menjadi sebuah harapan besar, tetapi Membangun Rumah Tradisional Bali tidak segampang membuat barang dagangan, karena Rumah Tradisional Bali memiliki makna filosofis dan magis yang dapat mempengaruhi orang yang memilikinya serta yang tinggal didalamnya. untuk itu ada tahapan yang harus dilalui untuk Membangun Rumah Tradisional Adat Bali.

adapun tahapan awal sebelum Membangun Rumah Tradisional Bali, diantaranya:

  • menentukan Lokasi Rumah
  • Nyukat Tanah untuk Membangun Rumah Tradisional Bali
  • menentukan ukuran khayangan (sanggah/pamerajan)
  • melaksanakan Upakara Yadnya

Penataan tempat kawasan , wilayah, desa, pekarangan berdasarkan asta kosala dan asta bumi, penetapan kawasan parahyangan , pawongan , palemahan dst tidak begitu saja dibuat dan diatur oleh para leluhur.

Ada kajian tersendiri yang tentunya dibuat untuk selaras dg alam dan menciptakan keharmonisan.

Seperti Sanga mandala di buat berdasarkan pertemuan dua sumbu vertikal (atas bawah - utara selatan - ke adiya ke lod - ke gunung ke laut) yang merupakan poros rotasi bumi dan sumbu horisontal ( kanan kiri - timur barat) sesuai rotasi bumi dari kiri ke kanan sehingga matahari tampak terbit dari timur tenggelam di barat. Pertemuan sumbu vertikal (natural) dan horisontal (spiritual) membentuk titik potong di pusat disebut nol atau shunya atau natah. dengan pembagian hulu-teben sumbu vertikal atas sebagai hulu dan bawah teben sb horison kanan sbg hulu dan kiri teben shg membentuk zone utama utama yaitu hulu vertikal dan hulu horisontal ( utara timur/timur laut/atas kanan) , zone utama nista( kanan bawah/atas kiri/tenggara/barat laut) dan zone nista nista(bawah kiri/barat daya). Dan yang lebih utama dari utama utama adalah titik tengah dibali disebut natah tempat segala jenis upacara atau yadnya dari manusia baru lahir sampai mati. Tengah atau ruang kosong inilah yang utama bagi manusia bali yang merupakan titik nol awal tengah dan akhir.

  • Penetapan dapur di selatan dimana aktifitas didapur dominan dengan api yang menghasilkan kalor atau panas. Kenapa dapur di selatan itu karena dikawasan nusantara angin muson timur berhembus dari australia membawa udara dingin dg adanya dapur di selatan akan menangkal udara dingin dan hembusan angin akan membawa udara hangat ke kawasan pemukiman atau bale dauh (barat).
  • Bale dangin bangunan semi terbuka dengan dinding di sebelah selatan dan timur saja selain menangkal udara dingin dari arah selatan dan timur juga sebagai turbulensi kalor dari dapur ke seluruh pekarangan.
  • Bale daja dibuat tertutup sepenuhnya dan bagian atap disangga dengan tiang kayu, sehingga antara dinding dengan atap ada rongga sebagai sirkulasi udara.
  • Natah sebagai pusat kegiatan utama dari menjemur padi atau hasil bumi sampai aktifitas keseharian dan upacara jarak antara dapur-meten, bale dangin dan bale daja selalu melalui ruang terbuka dan karena di susun sentris sehingga jarak antar bangunan tidak begitu jauh dengan ruang terbuka sebagai pusatnya. Sehingga aktifitas dan interaksi masing masing bangunan tidak terlalu jauh akan sangat berbeda jika disusun linier jarak antara bangunan dari ujung ke ujung akan sangat jauh dan interaksi antar bangunan tidak terintegrasi.
  • Pemedal dibuat di selatan dekat dg dapur sehingga tamu yang datang mudah diketahui oleh ibu rumah tangga yang kesehariannya berada di dapur.
author