Sapi menurut Weda

No comment 397 views

Sapi menurut Weda

Sapi menurut Weda bukanlah Sapi biasa, bukanlah Sampi (sapi bali), bukan juga Banteng, Kerbau ataupun Bison. Sapi menurut Weda adalah Nandini, Lembu Putih yang dikenal sebagai wahana-nya Dewa Siwa. Lembu Putih inilah yang merupakan SAPI SUCI menurut weda.

Sapi Suci Lembu NandiniSapi menurut Weda yaitu Nandini (Lembu Putih) ini sangatlah disucikan, sangat disakralkan, bukan diharamkan seperti Babi dalam ajaran Islam. Pantangan menyakiti, membunuh, memakan dagingnya adalah dalam kaitan sujud bhakti kita ke hadapan Ida Bhatara Siwa (Tuhan Yang Maha Esa). Bagaimana mungkin setiap hari kita memuja-Nya, lalu di kesempatan lain kita memakan daging binatang suci kesayangan-Nya?

Sapi dalam Sloka Weda

Dalam lontar-lontar Kusumadewa dan Silakrama dicantumkan bahwa seorang Ekajati (Jero mangku) apalagi seorang Dwijati (Pandita) dilarang untuk: memegang tali sapi, melangkahi tali sapi, menginjak tahi sapi, dan kencing di atas tahi sapi, di samping larangan-larangan dalam Parasara Dharmasastra tersebut di atas.

Sikap kita adalah menjalankan swadarma sebagai pemeluk Hindu yang baik antara lain meyakini kebenaran sastra Agama tersebut.

Untuk kesehatan dan pertumbuhan badan masih banyak sumber protein selain daging sapi yang bisa dimakan. Susu, mentega, dan keju dari sapi boleh diminum-dimakan. Juga masih ada kambing, bebek, ayam dan hewan lainnya.

Bagi mereka yang sudah mewinten (Ekajati) dan yang sudah madiksa (Dwijati) selain daging sapi juga dilarang memakan daging babi, ayam, binatang melata, dan binatang lain yang tidak wajar dimakan dagingnya seperti anjing, kucing, tikus, dll.

Daging yang dimakan mempengaruhi perilaku yang memakannya, misalnya jika memakan daging babi akan menjadi malas seperti babi (tamas); jika makan daging ayam akan suka berkelahi seperti ayam (rajas); jika makan daging anjing akan terjangkit sipilis, dll.

Sesungguhnya menjadi vegetarian bagus, selain mencegah penumpukan kolesterol, juga menurut beberapa akhli kedokteran dikatakan bahwa manusia diciptakan sebagai mahluk yang tidak memakan daging karena susunan gigi dan sistem pencernaan ususnya tidak sesuai.

Yang cocok adalah makan biji-bijian (beras, ketan, injin, tahu, tempe, dll), umbi-umbian (kentang, ubi, wortel, dll), sayur-sayuran, buah-buahan, susu, dan madu.

Beda Lembu dengan Banteng

author