Sejarah Pemujaan Api

No comment 1058 views

Sejarah Pemujaan Api

Penemuan api telah mendorong lahirnya revolusi kebudayaan

Pemujaan Api merupakan sebuah sejarah panjang dalam peradaban manusia,yang diawali dari sejarah manusia mengenal API yakni dimasa Prasejarah atau pra-aksara. Dalam sejarah banyak sekali penemuan-penemuan yang sangat membantu bagi kehidupan kita, dan hampir setiap penemuan dalam sejarah bisa merubah kehidupan umat manusia hingga dunia. Salah satunya adalah api (bedasarkan studi perbandingan dengan Zaman Palaeolithikum di China, di mana ditemukan fosil kayu yang ujungnya bekas terbakar di dalam sebuah gua).

Dijaman Prasejarah Api sangat dibutuhkan bagi kelangsungan hidup manusia walau kadang api ini menimbulkan masalah. Tergantung seperti apa api itu kita gunakan, ada pepatah mengatakan "kecil jadi kawan dan besar jadi lawan".

Manfaat api memang sudah bisa kita rasakan dalam kehidupan seperti untuk penerangan, memasak, menghangatkan tubuh dan lain sebagainya. Dan terkadang kita bertanya-tanya bagaimana api mula-mula ditemukan dan siapa penemunya?, Api atau energi panas yang pada awalnya bisa kita dapatkan dengan membenturkan dua buah batu atau dengan mmenggesekan dua buah kayu, sehingga akan menimbulkan percikan api yang kemudian bisa kita gunakan pada ranting kering atau daun kering yang kemudian bisa menjadi sebuah api.

Pertama kali api dikenal adalah pada zaman purba yang secara tidak sengaja mereka melihat petir yaitu cahaya panas dilangit yang menyambar pohon-pohon disekitarnya, sehingga api itu pun muncul membakar pohon-pohon itu. Mulai dari situ lah peradaban mulai berubah, para manusia purba itu pun baru mengenal api untuk memasak, penerangan dan yang lainnya.

Sebuah penelitian terbaru mengindiksikan masa tertua manusia menggunakan api adalah pada 350 ribu tahun yang lalu.  Kesimpulan itu berangkat dari penemuan fragmen batu api di sebuah gua di Gunung Karmel, Israel. Temuan di utara Israel itu diyakini sebagai aktivitas penggunaan api yang terkuno, meski sebetulnya ada juga ahli yang menyebut periode yang jauh lebih tua lagi.

Batu api adalah batuan endapan silikat kriptokristalin dengan permukaan yang glassy. Ia disebut batu api karena jika diadu dengan baja atau batu lain, akan memercikkan api.

Gua Tabun di Karmel itu adalah situs arkeologi yang menyimpan bukti-bukti adanya aktivitas manusia dan nenek moyangnya dari sekitar 500 ribu tahun lalu. “Gua Tabun itu unik karena panjangnya rentetan sejarah di sana,” kata Ron Shimelmitz, arkeolog dari Universitas Haifa dan penulis penelitian yang dipublikasikan di jurnal Human Evolution.

Arkeolog melakukan analisa terhadap sampah batu api dan peralatan yang ditemukan di gua itu.

Peneliti menggali batu api dari 100 lapisan sedimen di bagian terbawah sedalam 16 meter di gua itu. Mereka mendapati bahwa bebatuan api yang berusia lebih dari 350 ribu tahun tak ada yang terpapar api.

Tapi pada batu-batu api yang berusia lebih muda, ditemukan banyak yang sudah terpapar api. Pada beberapa bagian batu api ada yang sudah berubah warna jadi kemerahan, pecah, dan tanda-tanda bulatan kecil di tepian, yang mengindikasikan bahwa bebatuan itu terpapar api.

Apakah itu gara-gara kebakaran hutan?

Para ahli tak yakin, sebab kebakaran hutan jarang sekali merembet ke dalam gua karena minimnya vegetasi. Mereka pun sampai pada kesimpulan bahwa banyaknya frekuensi penemuan batu api itu mengindikasikan manusia saat itu sedang belajar mengontrol api.

Temuan itu konsisten dengan data dari sejumlah situs di sekitarnya. Artinya, menurut mereka, manusia purba di timur Mediterania itu belajar mengendalikan api pada kurun waktu yang sama.

Kerangka waktu itu serupa juga dengan situs-situs di Eropa. Sebuah review pada 2011 menyebutkan bahwa penggunaan api secara rutin di Eropa terjadi pada 400 ribu-300 ribu tahun yang lalu. Sebelumnya, para ahli ada yang meyakini bahwa manusia menguasai api pada 2 juta tahun lalu.

Api sangatlah banyak manfaatnya bagi manusia, yang mendorong refolusi kebudayaan, sehingga mendapatkan posisi penting dan perkembangannya menjadi salah satu ritual dalam pemujaan. pada masa spiritual weda, terutama dalam awal perkembangan pengetahuan agama, api juga mendapatkan posisi spesial, ini tercatat diawal turunnya wahyu reg weda, yang kemudian dikenal dengan pemujaan Dewa Agni atau dewa api.

author