Sekilas Evolusi Hindu di India

No comment 558 views

Sekilas Evolusi Hindu di India

Pengertian Hindu bagi orang-orang asing yang datang ke wilayah india merujuk pada "orang-orang yang mendiami lembah sungai sindhu, termasuk keyakinan dan budaya yang mereka anut". Istilah "HINDU" pertama kalinya digunakan secara resmi dalam sebuah prasasti yang dikeluarkan oleh Raja-raja yang memerintah Kerajaan Vijayanagar di India Selatan pada abad ke-15 Masehi. Istilah ini juga digunakan dalam catatan-catatan Raja Achaemenia dari Iran, sehingga semenjak itu istilah "hindu" menjadi umum dipakai oleh pengarang dan sastrawan Islam di India[1][2].

Peradaban lembah sungai Sindhu dibangun oleh penduduk India Kuno yaitu bangsa Dravida sekitar tahun 3.000 - 2.000 Sebelum Masehi[3][4]. Bangsa Dravida telah membangun sebuah peradaban kota dan juga beragama jauh sebelum bangsa Arya memasuki India. Para Ahli menyebut keyakinan tersebut dengan: Agama Bangsa Dravida (Dravidian Religion)[5], Agama Pribumi India (Aboriginal Religion)[6], Agama Asli India (Indegenius Religion) atau Agama Lembah Sungai Sindhu (Indus Religion)[7]. Agama Pribumi ini memegang peranan penting dalam perkembangan WEDA yang dibawa oleh bangsa Arya kemudian.

Kedatangan Bangsa Arya-lah yang membawa ajaran Weda ke India[8]. Ajaran Weda didasarkan sastra-sastra resmi yang sangat banyak jumlah dan jenisnya. Keseluruhan sastra itulah yang disebut Weda (pengetahuan)[9]. Sastra Weda tersebut disimpan secara rahasia dalam tradisi perguruan (parampara) dan dikomentari serta diinterpretasikan oleh para Maharsi. Hanya Merekalah yang memiliki otoritas untuk melakukan penafsiran[10].

Ajaran Weda dibangun dengan penerimaan bahwa setiap manusia memiliki Hak dan Kewajiban menurut "WARNA"[11]. Disamping itu, dalam ajaran Weda memandang penting sebuah pelaksanaan Yadnya (korban suci), pengucapan Mantra Weda,  dan kepercayaan mengenai kehidupan serta kematian[12].

Seiring perjalanan waktu, tradisi Weda ini semakin memudar. Sebagian besar Ajaran Weda tentang Pemujaan dan praktek ritual keagamaan telah diganti dan diubah dengan wujud yang lebih modern[13]. Campur tangan pemikiran "yang lebih rasional" telah mewarnai perkalanannya[14]. Agama Weda digantikan oleh Agama Brahmana (Brahmanical Religion) yang berlangsung dalam kurun waktu tertetu, yang nantinya digantikan oleh Agama Purana (Puranic Religion). Hal ini menandai evolusi agama Hindu di India yang telah memasuki zaman Purana[15].

Dalam perjalanan sejarah berikutnya, terjadilah pembaharuan lagi, yang berawal dari munculnya mazhab atau sekte yang cukup banyak ragam dan jumlahnya. Bersamaan dengan itu, lahirlah ajaran Buddha yang memiliki pengaruh cukup kuat di India. Demikian kuatnya pengaruh Buddha yang tidak mengakui otoritas Weda, mendorong Sankaracharya melakukan pembaharuan besar dalam Agama Hindu di India. Oleh karena itu, jaman tersebut disebut Zaman Sankaracharya atau zaman Reformasi[16].

Zaman berikutnya ditandai dengan penjajahan Sultan-sultan beragama Islam ke India periode abad ke-12 hingga abad ke-19 masehi. Sultan Aurangzeb pernah ingin menjadikan India sebagai negara Islam. Hal ini yang menyebabkan ide-ide dan pemikiran-pemikiran Islam turut mempengaruhi pemimpin-pemimpin agama Hindu di masa itu. Inilah yang menimbulkan lahirnya Gerakan Bhakti (Bhakti Movement) di kalangan umat hindu India. Gerakan ini terutama dipelopori oleh kelompok Waishnawa. Saat itu disebut sebagai zaman Gerakan Bhakti (Bhakti Movement)[17].

Setelah Penjajah Inggris menduduki India, Orang-orang inggris juga mendatangkan para misionaris-misionarisnya untuk mengkristenkan India. Hal ini menggugah para sarjana Hindu yang mendapatkan pendidikan di luar negeri untuk mengadakan suatu gerakan demi mempertahankan Hindu di India. Tujuannya untuk membangun agama Hindu  yang berwajah baru dan modern. Jalannya dengan menggabungkan ajaran Hindu dengan ajaran Islam dan Kristen yang dipandang baik dan cocok dengan nilai-nilai modern.  Gerakan ini disebut Gerakan Hindu Modern (Neo Hinduism)[18][19. Gerakan ini terus berlanjut hingga munculnya ajaran-ajaran yang mengatasnamakan Agama Universal (Universal Religion)[20]. Agama Universal ini merangkul semua pemeluk agama, dimana kedudukan Maharsi (pemimpin Agama) digantikan oleh seorang Baba atau Swami yang beragama Hindu.

Bumi pertiwi India (Bharatawarsa) melahirkan dan mewarisi tradisi intelektual dan spiritual yang luar biasa hingga saat ini. Di anak benua inilah agama-agama besar lahir seperti, Hindu, Buddha, Jaina, dan Sikh. Para penganutnya hidup berdampingan dalam suasana alam yang bersahabat dan suasana kehidupan yang dikembangkan di atas nilai-nilai perdamaian, cinta kasih, dan pengakuan terhadap kebhinekaan.

Peradabab lembah sungai Sindhu pada zaman pra-Weda merupakan cikal bakal perkembangan agama Hindu di India. Kemudian, peradaban ini bersintesa dengan agama Weda yang dibawa bangsa Arya ke India jauh sebelum Masehi. Pemuaan kepada dewi atau Shakti, prototype dewa Shiwa, Pasupai, dan Mahaogi merupakan cikal bakal berkembangnya agama Shiwa kemudian. Pemujaan kepada Shiwa dala wujud Rudra tercantum dalam kitab suci Weda dalam bagian Satarudriya.

Setelah masuknya bangsa Arya, India memasuki zaman Weda. Sejak itu terjadi proses evolusi berpikir pada tataran metafisika, etika, dan agama Weda (vedic religion). Agama Weda terus berkembang menjadi fase-fase dengan cirri dan karakter yang khas sebagai jawaban intelektual dan spritualitas para Maharsi India Kuno seturut dengan perkembangan dan tuntutan zaman. Para Maharshi mengabdikan seluruh hidupnya untuk memahami ajaran Weda dan menguak tabir misteri alam semesta, membantu manusia-manusia lepas dari penderitaan (duhkha) dan mendapatkan pembebasan dari belenggu duniawi (moksa). Sejarah evolusi agama Hindu di India, sejak awal hingga sekarang mengimplikasikan peranan para intelektual India (rshi) sangat besar dan strategis dalam membangun peradabab spiritual India. Peradabab agama Hindu sejak awal dikembangkan berdasarkan nilai-nilai intelektual dan kesucian, cinta kasih, dan perdamaian.

Tiap-iap fase perkembangan tersebut membawa implikasi yang besar terhadap kehidupan agama, social, dan kebudayaan India sehingga wajah dan praktik agama Hindu pada fase-fase tersebut nampak.

Pengetahuan sejarah tentang Evolusi Agama Hindu penting untuk memahami agama hindu secara utuh dan komprehensif. Ini didasari asumsi bahwa satu agama tidak dapat dipisahkan dari konteks sejarahnya. Oleh karena itu, pengetahuan sejarah, kebudayaan, sosial, politik, ekonomi, kesenian dan kesusastraan India mutlak diperlukan untuk memahami agama hindu secara holistik dan integral.

Tujuan mempelajari Sejarah ini
adalah agar umat Hindu dapat menemukan identitas kehinduannya. Identitas ini penting karena agama hindu terdiri atas ratusan mazab yang memiliki sistem ajaran dan praktek sendiri-sendiri. Walaupun setiap masab tersebut mengakui Weda Sruti sebagai otoritas tertinggi.

artikel ini merupakan ringkasan dari buku "Sekilas Sejarah Evolusi Agama Hindu" terbitan PT. Mabhati, Tahun 2010. Penulis buku ini adalah Lulusan S2 (M.A.) di Delhi University, S3 dan S4 (Dr.Litt.) dari Lucknow University (Uttar Paradesh). Beliau adalah Prof., Dr.Litt., Dr. I Gusti Putu Phalgunadi, MA.

author