Self-Healing Reiki

No comment 1669 views

Self-Healing Reiki

POSISI DASAR SELF HEALING

A. Bagian kepala (H)

1.     H-1 ( Depan wajah) : Cakhra Ajna, Posisiini berguna untuk menghilangkan rasa sakit di wajah, hidung, gigi dan dagu.Meningkatkan konsentrasi dan keseimbangan, meredakan stress dan meningkatkan kesadaran spiritual.
2.  H-2 (Sisi wajah) : Menyeimbangkan kerja kelenjar pituitary dan kelenjar pineal dengan menyeimbangkan kadar hormone di dalam otak.Posisi ini juga ampuh untuk mengurangi sakit kepala dan menyeimbangkan fungsi otak kiri dan otak kanan. Beberapa pasien bahkan mengatakan memori mereka lebih kuat setelah menerima terapi Reiki di posisi ini.

3.  H-3 (Belakang kepala):Di posisi ini, kita memberikan energi Reiki pada bagian bawah dari otak, tulang belakang dan cerebellum. Memberi energi Reiki disini dapat meningkatkan kemampuan berbahasa, kreativitas dan membebaskan emosi seseorang dari rasa takut.

4.     H-4 (Tenggorokan) : Cakhra Tenggorokan, Posisiini akan memperbaiki sirkulasi darah, kelenjar getah bening, tekanan darah dan metabolisme tubuh. Memberi rasa percaya diri, kedamaian, rasa tenang dan kegembiraan. Posisi ini juga meningkatkan kreativitas dan komunikasi

B. Bagian tubuh depan (F)

5.     F-1 (Thymus atas) : Cakhra Jantung, Memperlancar sirkulasi darah, jantung, paru-paru dan kelenjar thymus. Memberi energi Reiki di posisi ini akan membuat pasien merasa kepercayaan dirinya meningkat, mempunyai mental yang stabil dan harmonis.

6. F-2 (Perut bagian atas): Posisi ini memberi energy Reiki pada liver, lambung, empedu, limfa dan sistem pencernaan. Seringkali pasien merasakan rasa takut, kuatir dan gelisahnya berkurang setelah mendapatkan terapi diposisi ini. ujung" jari bertemu di Lekukan Uluhati


7. F-3 (Bagian ibawah pusar) :Cakra Solar Plexus Posisi ini memberi energy Reiki pada organ liver, pancreas, limfa dan usus besar. Sangat berguna untuk melepaskan stress dan kegelisahan

8. F-4 (Perut bagian bawah) : Cakhra Sex, Posisi ini memberi energy Reiki pada usus besar,usus halus, ovarium, rahim dan organ reproduksi. Seputar Ginjal Bagian Depan, Semua gejala penyakit yang disebabkan oleh gangguan di alat kelamin dapat disembuhkan melalui posisi ini. Selain itu, posisi ini juga membebaskan emosi seseorang dari rasa takut, tekanan dan kegelisahan.

Bagian tubuhbelakang (B)

Di tubuh bagian belakang, energy mengalir dari pundak searahdengan tulang belakang ke bawah menuju bagian rahim atau prostate melaluiginjal dan kelenjar adrenalin.

9. B-1 (Sisi-sisi scapula) : Memperlancar AliranChi ( energi ) di Bahu/Pundak & jalur Sushumna, Memberi energi di titik ini akan memberikan efek seperti padaposisi F-1. Tetapi posisi ini juga dapat menyembuhkan gangguan pada leher,mitral valve, tulang belakang bagian thorak, tulang belakang bagian lumbar, dansistem saraf

10.. B-2 (Punggung atas) : Jalur Sushumna, Memberi energi di titik ini akan memberikan efek seperti pada posisiF-2. Tetapi posisi ini juga dapat menyembuhkan gangguan pada tulang belakang bagian thorak, tulang belakang bagian lumbar, dan sistem saraf. Memberikan energi pada tubuh secara menyeluruh dan meredakan tegangan

11. B-3 (Lumbar) : Menyalurkan Energi keSeputar Ginjal Bagian Belakang, Memberi energi ini memberikan efek seperti pada posisi F-3 termasuk gangguan pada ginjal, kelenjar adrenalin dan lumbar

12. B-4 (Tulang belakang bawah) : Membersihkan CakraDasar, Memberi energi ini memberikan efek sepertipada posisi F-4 dan tulang bagian bawah seperti bagian bawah tulang belakang,coccyx, pubis dan sistem saraf

Pentingnya Self Healing selama 21 hari

Pada waktu pertama kali selesai inisiasi, praktisi akan mendapatkan aliran energi yang belum terbentuk sama sekali. Dengan melakukan Self Healing selama 21 hari berturut-turut, energi yang dimiliki praktisi akan terbentuk sedemikian rupa sehingga menjadi sangat selaras dengan kondisi kesehatan serta pola bioritma tubuh praktisi; apabila terjadi terputus satu hari, maka paling baik diulangi kembali dari awal untuk memastikan bahwa proses penyelarasan berlangsung maksimal.

Apabila praktisi melakukan penyembuhan terhadap orang lain sebelum menyelesaikan kewajiban yang 21 hari tersebut, kemungkinan besar akan terjadi perubahan bentuk energi, dimana keselarasan energi praktisi akan berada diantara kondisi praktisi dengan kondisi pasien, bahkan apabila terapi terhadap pasien dilakukan lebih rutin, ada kemungkinan energi praktisi akan terbentuk sepenuhnya selaras denga nkondisi pasien. Masalah dalam hal ini adalah karena energi yang sudah selaras dengan kondisi tertentu akan menjadi kurang efektif untuk kondisi lain.

Contoh:
seorang praktisi yang menderita asthma dan memenuhi kewajiban self healing 21 hari maka energinya akan lebih efektif untuk penyembuhan penyakit yang berhubungan dengan pernafasan dan stress, serta kurang efektif untuk penyakit jenis lain, misalnya diabetes.
Sebaliknya, jika praktisi tersebut melakukan terapi pada pasien diabetes sebelum menyelesaikan kewajiban self healing 21 hari, maka kemungkinan energinya akan menjadi lebih efektif untuk terapi diabetes dan gangguan liver lain,dibandingkan untuk penyakit saluran pernafasan.
Inilah sebabnya seringkali terjadi kondisi dimana praktisi yang sudah melakukan terapi pada orang lain sebelum menyelesaikan kewajiban 21 hari, berhasil menyembuhkan banyak orang tapi tidak berhasil menyembuhkan diri sendiri.

author