Shaktipat

No comment 138 views
Shaktipat,5 / 5 ( 1votes )

Shaktipat

Apa itu saktipat?

Shaktipat merupakan proses pemindahan tenaga dari seorang master ke murid, dengann tenaga tersebut, diharapkan dapat membersihkan dan membuka jalur energi murid. Saktipat juga sering dikatakan sebagai penyelarasan, karena Master memberikan rangsangan energi agar simpul-simpul chakra murid dapat berfungsi optimal sehingga mampu selaras dengan energi ilahi.

Dahulu, ritual shaktipat adalahritual yang sakral, dimana seorang guru memberikan blessing kepada murid agar chakra dan jalur praktisi bisa berkembang bahkan kesadarannya bisa naik. Ritual Shaktipat ini menandakan seseorang diterima menjadi murid dan diwajibkan mengikuti tradisi perguruannya. Belakangan, ritual ini menjadi sangat lumbrah, terutama pada tradisi-tradisi ilmu energi. Penulis sendiri pertama kali mengenal shaktipat saat mendampingi salah satu guru (biksu) dari tibet, yang kemudian diajari tehnik meditasi Tibetan. Beberapa tahun kemudian diShaktipat saat masuk dalam perkumpulan Prana Shakti Brotherhood.

7 chakra tubuh manusia

Syarat memberikan Shaktipat

Semakin menjamurnya perkumpulan yang mengajarkan ilmu energi seperti reiki, prana, tenaga dalam dll, agak mengkawatirkan juga, karena promosinya lumayan menggiurkan. Banyak yang tertarik dengan bahasa promosi "membuka cakra", "membangkitkan kundalini", bahkan ada yang berani menyatakan dengan bahasa marketing "membuka mata ke-tiga" atau "indra ke-enam". Ini menjadi keraguan dikala perkumpulan tersebut hanya membuat pelatihan tanpa terlihat melaksanakan pembuktian baik itu lewat Bhakti Sosial Pengobatan Gratis, Penyembuhan Massal atau pembuktian ke masyarakat secara nyata.

Guna memperkecil potensi pembohongan publik juga sebagai sarana menilai diri bagi orang berani menyatakan diri sebagai Master Energi, diperlukan standar minimal dalam melaksanakan shaktipat, atau penyelarasan, pengisian maupun inisiasi (attunement), agar tidak berteori saja minim praktek.

adapun beberapa syarat umunya yakni:

  • Paham jalur energi
    logikanya, agar sosok guru faham secara teori maupun praktek berkenaan jalur-jalur neregi dalam tubuh, minimal mengetahui 7 chakra mayor manusia.
  • Memiliki cukup power
    logikanya, bagaimana seorang master membuka jalur energi orang lain sedangkan jalur energinya sendiri masih lemah dan kurang stabil. Salah satu cara yang direkomendasikan untuk memompa power seorang master ialah dengan latihan pernafasan (Belajar Dasar Kawisesan 1)
  • Paham tehnik yang akan diTradisikan
    setiap parampara (perguruan) memiliki tradisi masing-masing, begitu juga keilmuan. Setiap keilmuan memiliki karakteristik dan metode olah energi yang berbeda-beda. Tentunya, seorang yang sudah menyatakan diri sebagai Master "Guru" wajib memahami keilmuan yang akan diajarkan. jangan sampai Guru kebingungan dengan Tradisi karena saking banyaknya mempelajari tehnik ilmu energi. Pahami dan ajarakan tradisi yang benar dan sesuai agar tidak menyesatkan sang murid.
  • Pernah dan bisa membuktikan
    ini hal yang sulit ditemui saat ini. Ada banyak Master ilmu energi yang hanya hebat teori dan hanya mampu memanfaatkan keilmuannya untuk dirinya sendiri saja. Saat mengaplikasikan pada keluarga apalagi orang lain, sangat jarang dan hampir tidak mampu. Mungkin saja Master-Master itu malu bila ternyata setelah menterapi dengan Ilmu Energi dengan Tradisinya tidak bermanfaat untuk orang lain, dalam arti sempitnya "tidak mampu menyembuhkan orang yang diterapinya". Banyak orang menganggap hal ini sebuah aib bagi seorang Master Energi.

Akibat Kurang Maksimalnya Ritual Shaktipat

Berkenaan dengan 4 syarat umum untuk dapat menginisiasi orang lain untuk belajar sebiah keilmuan "Shaktipat", perlu diketahui akibat bila salah satu syarat itu tidak terpenuhi. Pertama, potensi terjadinya sindrom energi, Kedua potensi terjadinya halusinasi. Kemudian berdampak juga ke kesehatan praktisi. Dan yang fatal itu, kebocoran energi sehingga berdampak pada keselamatan jiwa praktisi. Khsusunya dibali, hal ini sering disebut dengan "Mabo Andih" yang maknanya "bau amis" yang menjadi sasaran tembak bagi senior yang sedang belajar serangan jarak jauh.

Untuk menutupi salah satu kekurangan itu, biasanya Guru besar "Nabe" akan memberikan Blessing, berupa mandan "kewenangan" untuk melakukan Shaktipat sampai pada tahapan tertentu saja.

Tujuan akhir pelaksanaan Shaktipat adalah kebermanfaatan bagi diri, keluarga dan lingkungannya. tiada guna belajar banyak Tradisi Ilmu Energi bila tidak berguna bagi diri sendiri dan orang lain. Dan untuk apa belajar Tradisi Ilmu Energi ternyata tidak bisa diwariskan kepada generasi penerus. Semoga para pembaca, Master maupun Praktisi mampu mengaplikasikan Tradisi Keilmuannya. Suksma.

author