siapakah AKU?

No comment 2537 views
siapakah AKU?,4.33 / 5 ( 3votes )

siapakah AKU?

siapakah AKU?

banyak teks sastra yang selalu merujuk pada kata "AKU", sehingga banyak kebingungan tafsir dengan istilah tersebut.

berikut ini beberapa teks sastra yang menggunakan padanan kata AKU:

AKU adalah pencipta hukum atau rta yang pertama kali [Samaveda 594]

AKU adalah kematian, kemakmuran, kecerdasan dan kesabaran [Bhagawad Gita 10.34]

AKU adalah Brihatsaman, Gayatri, Margasirsha [Bhagawad Gita 10.35]

AKU adalah penjudi, keindahan, kebaikan [Bhagawad Gita 10.36]

AKU adalah Wasudewa, Arjuna, Wyasa dan Usana [Bhagawad Gita 10.37]

AKU adalah kekuatan hukum, AKU adalah kebijaksanaan [Bhagawad Gita 10.38]

AKU adalah benih dari seluruh eksistensi [Bhagawad Gita 10.39]

AKU bersemayam di dalam hati setiap makhluk [Bhagawad gita 15.15]

Orang yang kurang cerdas menyembah para dewa, dan hasilnya terbatas dan sementara. Orang yang menyembah para dewa pergi ke planet-planet para dewa, tetapi para penyembah-Ku akhirnya mencapai planet-Ku yang paling tinggi. (Bhagawad gita 7.23)

AKU yang mengajarkan berbagai Veda [Kaivalyopanishad 22]

"apan Aku sakti, tan hana weni ring aku, sing teka pada nembah, sing teka pada dungkul” (karena aku adalah paling sakti, tidak ada yang berani dengan aku, semuanya menyembah kepada aku dan semuanya tunduk pada aku) [Pangiwa Cambra Berag]

dari beberapa kutipan sastra itu, mungkin bisa dimengerti...

siapakah yang dimaksud dengan AKU itu...

apa definisi AKU, dan kepada siapa saja istilah AKU tersebut boleh disematkan.

bila merujuk hanya pada Bhagawad Gita, definisi AKU (aham) dapat dipahami dengan beberapa sloka berikut:

brahmārpaṇaḿ brahma havir, brahmāgnau brahmaṇā hutam |
brahmaiva tena gantavyaḿ, brahma-karma-samādhinā ||
4.24

Persembahan itu adalah brahman, yang dipersembahkan juga adalah brahman. dipersembahkan kedalam api brahman, yang mempersembahkan (brahmana) adalah brahmanTujuan persembahan itu juga brahman. menjadi tekun sepenuhnya dalam kegiatan brahman.

śrī-bhagavān uvāca
akṣaraḿ brahma paramaḿ, svabhāvo 'dhyātmam ucyate |
bhūta-bhāvodbhava-karo, visargaḥ karma-saḿjñitaḥ ||
8.3

Śrī-bhagavān Bersabda :
Yang tak termusnahkan atau kekal abadi disebut Brahman, Sifat kekal yang ada dalam diri manusia disebut Adhyatma. Terjadinya penciptaan yang relatif dalam wujud tubuh di sebut karma.

adhibhūtaḿ kṣaro bhāvaḥ, puruṣaś cādhidaivatam |
adhiyajño 'ham evātra, dehe deha-bhṛtāḿ vara ||
8.4

Adhibhuta adalah yang bersifat senantiasa berubah dari alam material. Purusha itu sendiri disebut Adhidewa .Adhiyadnya dalam hal ini adalah Aku yang ada di dalam badan, wahai yang terbaik.

oḿ ity ekākṣaraḿ brahma, vyāharan mām anusmaran |
yaḥ prayāti tyajan dehaḿ, sa yāti paramāḿ gatim ||
8.13

Om sebagai aksara untuk Brahman, sebagai ucapan untuk mengingat-Ku. siapapun yang pergi meninggalkan badan dengan demikian, dia akan mencapai tujuan tertinggi.

ahaḿ kratur ahaḿ yajñaḥsvadhāham aham auṣadham |
mantro 'ham aham evājyamaham agnir ahaḿ hutam || 9.16

Aku adalah ritual, adalah yadnya, aku adalah persembahan pada leluhur, aku adalah yang menyembuhkan. Aku adalah mantra-mantra, Aku adalah mentega yang dicairkan yang dipakai dalam persembahan, aku adalah Api persembahan, Aku adalah persembahan.

pitāham asya jagato, mātā dhātā pitāmahaḥ |
vedyaḿ pavitram oḿkāra, ṛk sāma yajur eva ca ||
9.17

Aku adalah ayah dari semesta ini, Aku adalah Ibu yang menyangga, Aku adalah leluhur. Dari pengetahuan weda Aku adalah yang mensucikan yaitu suku kata “Om” pada Rk, Sama dan Yayur Veda.

Arjuna uvāca
mad-anugrahāya paramaḿ, guhyam adhyātma-saḿjñitam |
yat tvayoktaḿ vacas tena, moho 'yaḿ vigato mama ||
11.1

Arjuna berkata:
Memberikan berkah paling utama pada hamba, dalam hal rahasia mengenai adhyatma, Apa yang telah anda sabdakan itu membuat segala khayalan hamba jadi sirna.

bhavāpyayāu hi bhūtānāḿ, śrutau vistaraśo mayā |
tvattaḥ kamala-patrākṣa, māhātmyam api cāvyayām ||
11.2

Mewujud dan menghilangnya semua mahluk, telah kudengarkan secara terperinci dari-Mu yang memiliki mata bagaikan bunga padma, yang penuh keagungan dan tak terbinasakan.

evam etad yathāttha tvām, ātmānaḿ parameśvara |
draṣṭum icchāmi te rūpam, aiśvaraḿ puruṣottama ||
11.3

Walau saat ini Engkau telah dalam kedudukan sejati-Mu wahai Parameswara. Hamba juga ingin melihat wujudMu dalam wujud keagungan rohani wahai Purusottama.

na tu māḿ śakyase draṣṭum, anenaiva sva-cakṣuṣā |
divyaḿ dadāmi te cakṣuḥ, paśya me yogam aiśvaram ||
11.8

Śrī-bhagavān Bersabda :
Tak ada yang pernah mampu melihat wujud-Ku, tetapi kini akan terlihat dengan matamu sendiri. Ku berkahi dengan mata rohani. Lihatlah kekuatan yoga-Ku yang tak dapat difahami!

sañjaya uvāca
evam uktvā tato rājan, mahā-yogeśvaro hariḥ |
darśayām āsa pārthāya, paramaḿ rūpam aiśvaram ||
11.9

Sañjaya berkata;
Setelah Dia bersabda demikian wahai Rajaku, mahā-yoga-īśvaraḥ Hari memperlihatkan pada Partha, wujud semestaNya.

tataḥ sa vismayāviṣṭo, hṛṣṭa-romā dhanañjayaḥ |
praṇamya śirasā devaḿ, kṛtāñjalir abhāṣata ||
11.14

Sesudah itu dia yang terkesima dalam rasa kagum, Dhananjaya dengan bulu roma berdiri tegak karenakebahagiaan rohani, menundukkan kepala kepada-Dewa Agung, dan dengan mencakupkan tangan mulai berkata.

nabhaḥ-spṛśaḿ dīptam aneka-varṇaḿ, vyāttānānāḿ dīpta-viśāla-netram |
dṛṣṭvā hi tvāḿ pravyathitāntar-ātmā, dhṛtiḿ na vindāmi śamaḿ ca viṣṇo ||
11.24

Wujud yang beraneka ragam menyala menyentuh langit, Dengan mulut-mulut terbuka yang menyala-nyala, mata yang sangat mulia. Melihat wujud-Mu jiwa hamba menjadi goyah. Sikap yang mantap tidak hamba miliki demikian juga ketenangan pikiran wahai Vishnu.

daḿṣṭrā-karālāni ca te mukhāni, dṛṣṭvaiva kālānala-sannibhāni |
diśo na jāne na labhe ca śarma, prasīda deveśa jagan-nivāsa ||
11.25

Dengan wajah-wajah dan gigi-gigi-Mu yang mengerikan, dengan melihat hal tersebut seolah-olah berada dalam api kematian, Hamba tak mengetahui arah dan hamba tak mendapatkan karunia kepuasan hati wahai Dewa Isa (penguasa para dewa) pelindung seluruh dunia.

lelihyase grasamānaḥ samantāl, lokān samagrān vādān air jvaladbhiḥ |
tejobhir āpūrya jagat samagraḿ, bhāsas tavogrāḥ pratapanti viṣṇo ||
11.30

Anda menjilat, menelan semua orang dari segala arah dengan mulut-Mu yang mengeluarkan api. Oleh sinar-sinar cahaya-Mu yang mengerikan ,menghanguskan menutupi seluruh semesta, wahai Visnu.

ākhyāhi me ko bhavān ugra-rūpo, namo 'stu te deva-vara prasīda |
vijñātum icchāmi bhavāntam ādyaḿ, na hi prajānāmi tava pravṛttim ||
11.31

Mohon jelaskan pada hamba mengenai diri-Mu dalam wujud yang ganas ini! Sembah sujud pada-Mu kepribadian mulia diantara para dewa yang memberi karunia. hamba ingin melihat wujud-Mu yang asli. hamba tidak memahami maksud-Mu.

kasmāc ca te na nameran mahātman, garīyase brahmaṇo 'py ādi-kartre |
ananta deveśa jagan-nivāsa, tvām akṣaraḿ sad-asat tat paraḿ yat || 11.37

Selayaknya bersujud pada-Mu wahai Maha Atma, Yang lebih tinggi dari Dewa Brahma meskipun sebagai Pencipta utama, Yang tak terhingga wahai Dewa Isa pelindung alam semesta,, Anda adalah kekal abadi , melampaui absolut maupun relatif.

tvām ādi-devaḥ puruṣaḥ purāṇas,tvām asya viśvasya paraḿ nidhānam |
vettāsi vedyaḿ ca paraḿ ca dhāma, tvayā tataḿ viśvam ananta-rūpa ||
11.38

Engkau adalah Adi Dewa, Purusha yang tertua, Engkau adalah sumber dan pelindung tertinggi dari alam semestaEngkau adalah yang mengetahuai apa yang tak diketahui wahai pelindung utama ( paramdhama ), Karena Engkau semua yang ada di mana-mana dalam wujud yang tak terhingga.

vāyur yamo 'gnir varuṇaḥ śaśāńkaḥ, prajāpatis tvaḿ prapitāmahaś ca |
namo namas te 'stu sahasra-kṛtvaḥ, punaś ca bhūyo 'pi namo namas te ||
11.39

Engkau adalah Vayu, Yama, Agni, Varuna, dan Sasanka ( candra/dewa Bulan), adalah Prajapati (Brahma), makhluk hidup yang pertama, Anda adalah kakek moyang semua makhluk. Karena itu hamba bersujud dengan hormat kepada Anda seribu kali, kemudian berulang kali lagi.

tasmāt praṇamya praṇidhāya kāyaḿ,prasādaye tvām aham īśam īḍyam |
piteva putrasya sakheva sakhyuḥ, priyaḥ priyāyārhasi deva soḍhum ||
11.44

Karena itu dengan bersujud dengan seluruh badan (berbaring), Wahai Isa yang patut disembah,Seperti seorang ayah pada putranya, seorang kawan pada kawannya, seperti seorang kekasih pada kekasihnya, demikianlah engkau memberkahi wahai Dewa.

adṛṣṭa-pūrvaḿ hṛṣito 'smi dṛṣṭvā, bhayena ca pravyathitaḿ mano me |
tad eva me darśaya deva rūpaḿ, prasīda deveśa jagan-nivāsa || 11.45

Sesudah melihat bentuk semesta ini yang belum pernah hamba lihat sebelumnya, hamba berbahagia, tetapi pada waktu yang sama pikiran hamba goyah karena ketakutan. Karena itu perlihatkanlah wujud dewatamu, mohon memberi karunia kepada hamba wahai Dewa Isa wahai Pelindung alam semesta.

kirīṭinaḿ gadinaḿ cakra-hastam,icchāmi tvāḿ draṣṭum ahaḿ tathāiva |
tenaiva rūpeṇa catur-bhujena, sahasra-bāho bhava viśva-mūrte ||
11.46

Hamba ingin melihat Anda dalam wujud yang berlengan empat, dengan mahkota pada kepala Anda dan gada, cakra, kerang dan bunga padma pada tangan-tangan Anda. Hamba ingin melihat Anda dalam bentuk itu. wahai Wujud agung semesta, Wahai yang berlengan seribu,

śrī-bhagavān uvāca
mayā prasannena tavārjunedaḿ, rūpaḿ paraḿ darśitam ātma-yogāt |
tejo-mayā ḿ viśvam anantam ādyaḿ, yan me tvad anyena na dṛṣṭa-pūrvam ||
11.47

Śrī-bhagavān bersabda:
Dengan bahagia kuperlihatkan padamu O Arjuna, Wujud tertinggi yang terlihat dari kekuatan atma yoga-Ku. Penuh cahaya secara menyeluruh dan tak terbatas kesejatian-Ku, Wujud-Ku ini belum pernah ada yang melihatnya selain engkau.

mā te vyathā mā ca vimūḍha-bhāvo,dṛṣṭvā rūpaḿ ghoram īdṛń mamedam |
vyapeta-bhīḥ prīta-manāḥ punas tvaḿ, tad eva me rūpam idaḿ prapaśya || 11.49

Supaya engkau tidak mengalami kesulitan juga kebingungan, karena melihat rupa-Ku yang sejatinya yang mengerikan, agar bebas dari rasa takut dan pikiranmu kembali tenang, sekarang lihatlah wujud-Ku ini!

sañjaya uvāca
ity Arjunaḿ vāsudevas tathoktvāsvakaḿ rūpaḿ darśayām āsa bhūyaḥ |
āśvāsayām āsa ca bhītam enaḿbhūtvā punaḥ saumya-vapur mahātmā ||
11.50

Sañjaya berkata:
Setelah Vasudeva bersabda demikian kepada Arjuna, maka diperlihatkan lagi wujud Beliau (yang bertangan empat). memberi semangat agar dia tidak ketakutan lagi. dalam wujud yang tampan Maha-atma.

Arjuna uvāca
dṛṣṭvedaḿ mānuṣaḿ rūpaḿ, tava saumyaḿ janārdana |
idānīm asmi saḿvṛttaḥ, sa-cetāḥ prakṛtiḿ gataḥ ||
11.51

Arjuna berkata;
Melihat wujud menyerupai manusia yang tampan-Mu wahai Janardana, Sekarang hamba tenang, Dalam kesadaran hamba telah kembali sifat sendiri.

śrī-bhagavān uvāca
su-durdarśam idaḿ rūpaḿ, dṛṣṭavān asi yan mama |
devā apy asya rūpasya, nityaḿ darśana-kāńkṣiṇaḥ ||
11.52

śrī-bhagavān Bersabda :
Sulit sekali melihat wujud-Ku sebagaimana yang sudah engkau lihat. Para dewapun sangat ingin melihat rupa-Ku ini. mereka selamanya bercita-cita ingin melihatnya.

nāhaḿ vedair na tapasā, na dānena na cejyayā |
śakya evaḿ-vidho draṣṭuḿ, dṛṣṭavān asi māḿ yathā ||
11.53

Tidak dengan mempelajari weda tidak dengan bertapa, tidak dengan kedermawanan, tidak dengan sembahyang, dimungkinkan untuk melihat jenis wujud semuanya, seperti yang sudah engkau lihat dan Kuperlihatkan.

bhaktyā tv ananyayā śakya, aham evaḿ-vidho 'rjuna |
jñātuḿ draṣṭuḿ ca tattvena, praveṣṭuḿ ca parantapa ||
11.54

Tetapi melalui bhakti yang murni dimungkinkan, Melihat jenis wujud-Ku yang demikan Wahai Arjuna.Mengetahui dan melihat dengan pengetahuan Sejati, untuk memasukinya wahai Parantapa

mat-karma-kṛn mat-paramomad-bhaktaḥ sańga-varjitaḥ |
nirvairaḥ sarva-bhūteṣuyaḥ sa mām eti pāṇḍava ||
11.55

Dengan ketekunan dalam karma yang diperuntukkan bagiku, mengakui Aku sebagai Yang paling utama, menjadi bhakta-Ku, bebas dari segala pikiran akan hasil perbuatan dan pikiran berprasangka. Tidak memusuhi semua mahluk hidup. Orang yang seperti itu datang pada-Ku wahai Pandava.

author