Sugihan Jawa

No comment 773 views

Sugihan Jawa

Setiap rangkaian Hari Suci Galungan dan Kuningan, kita penganut Hindu di Indonesia selalu mengawalinya dengan rahina suci Sugihan Jawa dan Sugihan Bali. Sugihan Jawa berasal dari 2 kata: Sugi dan Jawa.

  • Sugi memiliki arti bersih, suci.
  • Jawa berasal dari kata jaba yang artinya luar.

Secara singkat pengertian Sugihan atau Sugian Jawa  merupakan salah satu hari raya di Bali yang memiliki makna sebagai kegiatan rohani dalam rangka membersihkan dan menyucikan segala sesuatu yang berada di luar diri manusia (Bhuana Agung) atau alam semesta baik sekala maupun niskala. Secara sekala dengan membersihkan alam lingkungan, baik rumah tempat tinggal dan lingkungan sekitarnya, sanggah, merajan, pura, dsb-nya, serta peralatan dan perlengkapan upacara di masing-masing tempat suci. Sedangkan secara niskala dengan upacara menghaturkan banten-banten sugihan, memohon penyucian niskala kepada para Ista Dewata. Seperti misalnya tertulis dalam lontar Sundarigama :

Pasucian dewa kalinggania pamrastista bhatara kabeh
(penyucian dari para Dewa, merupakan hari penyucian oleh semua Bhatara)

Pelaksanaan upacara yang terpenting adalah membersihkan badan fisik dari debu kekotoran dunia maya agar layak dihuni oleh Sang Jiwa sebagai Brahma pura.

"Sungsang wrehespati wage ngaran parerebuan, sugyan jawa kajaring loka...."
(Lontar Sundarigama)

Pada hari ini juga umat melaksanakan upacara yang disebut Mererebu atau Mererebon. Upacara Ngerebon ini dilaksanakan dengan tujuan untuk nyomia (menetralisir) segala sesuatu yang negatif yang berada pada Bhuana Agung disimbolkan dengan pembersihan Merajan, dan Rumah. Pada upacara Ngerebon ini, dilingkungan Sanggah Gede, Panti, Dadya, hingga Pura Kahyangan Tiga/Kahyangan Desa akan menghaturkan banten semampunya. Biasanya untuk wilayah pura akan membuat Guling, yang utama berupa bebek bukan babi guling, sedangkan lebih rendah berupa ayam.

Sugihan Jawa dirayakan setiap hari Kamis Wage Wuku Sungsang

author