Sumber Ajaran Gama Bali

No comment 883 views

Sumber Ajaran Gama Bali

Weda

Sumber ajaran agama Hindu yang tertua ialah Weda. Ada empat kitab Weda yaitu : Rg Weda, Sama Weda, Yajur Weda dan Atharwa Weda. Isinya ialah nyanyian-nyanyian pujaan kepada dewa-dewa. Di dalamnya terdapat renungan tentang Tuhan, alam sernesta dan kehidupan.

Upanisad

Kitab-kitab yang amat besar pengaruhnya pada alam pikiran umat Hindu ialah kitab-kitab Upanisad. Kitab-kitab ini bersumber dari kitab Weda. Jumlahanya banyak. Menurut tradisi jumlahnya itu 108 judul. Isinya tentang Brahman, dan Brahman adalah azas alam semesta sedangkan Atman adalah azas pribadi. Bermacam-macam keterangan kita dapati dalam Upanisad untuk menerangkan Brahman dan Atman itu.

Darsana

Darsana adalah sistem filsafat India. Pengaruhnya kita dapati dalam berbagai ajaran agama Hindu. Ada tujuh sistem filsafat India yaitu :

  • Nyaya Pendiri ajaran ini ialah Gotama. Isinya tentang logika.
  • Waisesika Pendirianya ialah Kanada. Waesika mengajarkan tentang pengetahuan yang menuntun orang untuk realisasi Sang Diri.
  • Samkhya Menurut tradisi, mula-mula yang mengajarkan ajaran Samkhya ialah Kapila. Samkhya mengajarkan ajaran yang sistematis tentang proses perkembangan kejadian alam semesta.
  • Yoga Pendiri ajaran ini ialah Patanjaii. Yoga mengajarkan latihan, mengendalikan badan dan pikiran untuk mencapai tujuan terakhir yang disebut samadhi.
  • Mimamsa Pendirinya Jaimini. Ia mengajarkan dasar-dasar ajaran dharma dan lebih menekankan tentang ritual dan etika dari ajaran filsafat.
  • Wedanta. Wedanta artinya akhir Weda. Wedanta merupakan puncak filsafat India yang berdasarkan atas ajaran Upanisad. Pokok ajarannya ialah tentang hubungan antara Tuhan dengan dunia antara ParamAtma dengan Atma.

Dharmasastra

Kitab-kitab Dharmasastra mengatur dan menuntun orang bertingkah laku dalam kehidupan sehari-hari. Karena itu ia mengandung selumlah tertib dan aturan-aturan yang mengatur tindakan-tindakan seseorang, masyarakat dan bangsa.
Ada 18 kitab Dharmasastra dengan penyusun-penyusun hukum seperti Manu, Yajnawalkya, Sankha, Likhita dan Parasara. Di antara kitab-kitab Dharmasastra, Manawadharmasastra yang paling terkenal. Kemudian menyusul Dharmasastra susunan Parasara. Karena jaman selalu berubah maka isi kitab Dharmasastra itu tidak semuanya berlaku sepanjang jaman.

Itihasa

Yang termasuk kitab-kitab Itihasa ialah kitab Ramayana dan Mahabhrata. Ramayana mengisahkan Rama berperang melawan Rahwana. Perang ini terjadi akibat Sita istri Rama diculik oleh Rawana. Dengan dibantu oleh Sugriwa, raja kera dengan semua laskar keranya Rawana dapat ditewaskan oleh Rama di medan perang. Sita kembali ke pangkuan Rama namun tidak lama kemudian ia dibuang ke hutan. Mahabharata mengisahkan peperangan keluarga Bharata yang besar yaitu keluarga Pandawa dan Kaurawa. Peperangan ini pecah karena kerajaan Pandawa dirampas oleh Kaurawa akibat kalah berjudi. Peperangan berakhir dengan kemenangan di pihak Pandawa. Pada cerita ini saat Bismaparwa, terdapat wejangan krisna kepada arjuna yang dikenal dengan Bhagawad-gita yang terkenal itu. Pada kedua kitab itihasa ini disisipkanlah ajaran-ajaran agama Hindu yang merupakan tuntunan hidup sepanjang jaman.

Purana

ialah kitab-kitab yang berisi cerita-cerita jaman dahulu, cerita-cerita keagamaan. Cerita-cerita itu dimaksudkan untuk menyampaikan ajaran-ajaran agama Hindu kepada anak-anak dan orang-orang awam.
Unsur-u.nsur agama yang terdapat dalam Purana meliputi: upacara agama, cara sembahyang, sorga, neraka, kebajikan, dosa, penebusan dosa, ziarah, bahan-bahan keterangan mengenai guru, brahmana dan sebagainya.

Agama

Dari ajaran-ajaran agama ini muncullah tiga sekte terkenal pada agama Hindu yaitu Saiwa, Waisnawa dan Sakta.

Saiwa Agama mengantarkan orang pada aliran filsafat Siwa Sidhanta di India Selatan dan Pratyabhijna di Kasmir. Pada Sakta Tuhan Yang Mahakuasa dipuja dan disembah sebagai dengan berbagai-bagai nama dan wujud. Seperti halnya Saiwa agama, dalam Waisnawa Agama juga terdapat dua aliran terkenal yaitu Pancaratra dan Waikhanasa yang kedua-duanya memuliakan Wisnu. Sakta Agama memuliakan Dewi, isteri Siwa, sebagai ibu dunia dan sebagai Sakti. la adalah pemberi tenaga di belakang semua ciptaan, kreatifitas dan peleburan. Pemujaan Tantris asalnya dari ajaran Weda, namun kemudian Tantris mulai menyatakan diri sebagai Sakta Agama.

Banyak praktek ilmu gaib dan ilmu sihir berasal dari pemujaan Tantris demikian pula seni erotis. Tetapi pemujaan Tantris tidak pernah diterima sepenuh-penuhnya oleh agama Hindu demikian pula oleh filosof-filosof Hindu yang terkenal. Sejumlah buku-buku suci Agama ini menuntun seorang bhakta yang terdorong karena bhaktinya kepada Tuhan Yang Maha-kuasa memuja salah satu manifestasi-Nya.

Lontar-Lontar

Ajaran-ajaran agama Hindu seperti yang tertulis dalam buku-buku tersebut di atas, kemudian ditulis kembali dalam lontar-lontar di Bali dalam bahasa Sansekerta Kepulauan, bahasa Jawa dan bahasa Bali. Beberapa di antaranya seperti di bawah ini:

  1. Lontar-lontar puja. Lontar-lontar ini berisi puja pegangan para sulinggih waktu memuja dan muput upacara agama. Lontar-lontar ini memakai Sansekerta Kepulauan. Beberapa di antaranya adalah Arghapatra, Puja Ksatriya, Pitrapuja dan sebagainya.
  2. Lontar-lontar Tattwa. Isinya tentang Widhi Tattwa, pembentukan alam semesta, yoga, simbul-simbul dan sebagainya. Lontar-lontar ini sebagian besar sifatnya Siwaisme. Contohnya Bhuwanakosa, Bhuwanasangksepa, Tattwajnana, Wrhaspatitattwa dan sebagainya.
  3. Lontar-lontar etika. Isinya tentang etika, kebajikan, petuniuk-petunjuk untuk menjadi manusia yang baik. Sasamuccaya adalah lontar etika yang terbaik. Kemudian menyusul Slokantara, Agastyaparwa, Siwagasana, dan sebagainya.
  4. Lontar-lontar Yajna. Lontar-lontar jenis ini banyak benar jenisnya. Umumnya mengandung petunjuk-petunjuk umum untuk beryadnya seperti aturan beryadnya, hari beryadnya dan jenis-jenis banten dipersembahkan. Contohnya : Sundarigama untuk Dawayajna, Dharmakahuripan untuk Manusa yadnya, Yamapurwanatattwa untuk Pitra yadnya dan sebagainya. Erat hubungannya dengan lontar-lontar Yadnya ialah lontar-lontar Wariga yang mungkin pada mulanya asli Indonesia.

demikianlah Sumber Ajaran Gama Bali, semoga bermanfaat.

author