Tafsir Aneh Bhagavad Gita sesuai Aslinya 1

No comment 432 views

Tafsir Aneh
Bhagavad Gita sesuai Aslinya
1

Pada Gambar bawah saya kutipkan Scan Bhagavad Gita As It Is dikatakan “Brahman adalah Mahluk Hidup” dan “Parabrahman Adalah Kepribadian Tuhan”.

Hampir seluruh isi Bhagavad Gita tsb, Brahman dipandang rendah bahkan dikatakan Brahman sebagai sinar dari badan Pribadi Tuhan (Bhagavan). Pandangan ini datang dari Tafsir Bhagavad Gita BG As It Is sloka 14.27 yang bunyinya: “brahmaṇo hi pratiṣṭhāham”, Aku adalah Sandaran Brahman.

Dari sinilah sumber Tafsir yang datang dr penulis Bhagavad Gita AS It Is bernama Swami Prabupada. Bahkan di dalam penjelasan Purana SB 1.2.11 mengenai Tuhan memiliki 3 Aspek yaitu Bhagavan, Paramatman, dan Brahman pun dijungkir balikkan.

BG 8.3 ini scan Bhagavad Gita menurut Aslinya, Halaman 414, Dicetak pada tahun 2007 oleh Hanuman Sakti di bawah lisensi The Bhaktivedanta Book Trust International, Inc.
Judul Aslinya
"Bhagavad-gita As It Is"
by sri srimad A. C. Bhaktivedanta Swami Prabhupada
Copyright « 1972 The Bhaktivedanta Book Trust International, Inc.

Bentuk Penyesatan Bhagavad Gita sesuai Aslinya

Pelurusan Tafsir BG 8.3 dan 14.7

Brahman adalah Prinsip Universal Tertinggi, Tuhan di dalam Hindu, Realitas Tertinggi di alam semesta.

Brahman adalah konsep TATWA yang ditemukan dalam Veda, dan dibahas secara luas dalam Upanishad awal.

ParaBrahman adalah "Brahman Tertinggi" yang diartikan melampaui semua deskripsi dan konseptualisasi. Dalam literatur Advaita Vedanta awal, Nirguna Brahman adalah ParaBrahman.

Brahman dan Parabrahman adalah sinonim (sama arti), baik dalam Teosofi maupun filsafat Vedanta.

Menurut “The Concise Encyclopedia of Hinduism, Swami Harshananda, Ram Krishna Math, Bangalore” dinyatakan: “Parabrahman secara harfiah berarti 'Brahman Yang Mutlak Yang Tertinggi'. shastra yg membahas dgn mendalam Vedānta menggambarkan Tuhan, Yang Mutlak, sebagai 'Brahman' atau 'Parabrahman'”.

Meskipun Yang Mutlak, sebagai Parabrahman, dikatakan bersifat transendental (niṣprapañca), tidak dapat dilukiskan (anirvaccanīya) dan karena itu di luar Bahasa (kata-kata). Beberapa Advaitin menggunakan konsep-konsep: maha kuasa, maha tahu, maha hadir, maha abadi, maha tidak terbatas, tidak dapat diubah, atau bahkan sat-cit-ananda (keberadaan /kesadaran / pengetahuan-kebahagiaan / kebahagiaan) dalam upaya untuk mengatakan sesuatu tentang Parabrahman.

Singkatnya yang sering kita gunakan kata Tuhan (Brahman) sinonim dengan Tuhan Yang Maha Esa, Atau Tuhan Yang Maha Kuasa (Parabrahman) dalam konteks yang berbeda untuk menjelaskan Tuhan di luar kata-kata.

Kembali kepada Bhagavad Gita sloka 14.27, Sebelum mengartikan sloka ini dengan baik kita harus membuka sloka sebelumnya yaitu:
Bhagavad Gita 14.26 Yang berbunyi: “Dengan Bhakti-Yoga Kepada-Ku akan berhasil mengatasi sifat-sifat alam dan akhirnya sampai kepada Tuhan Yang Mahapencipta”.
Kemudian dilanjutkan sloka 14.27 “brahmaṇo hi pratiṣṭhāham”, “Akulah penyangga (sandaran) bagi Brahman”, dari minuman amerta kekekalan abadi, penyangga ajaran Dharma yang bersifat Sanatana, kewajiban-kewajiban suci yang kekal abadi, dan penyangga dari kebahagiaan sejati di dalam Sang Diri. (Bhagavad Gita-Darmayasa).

Dari sini sangat mudah menganalisa secara logika arti dari percakapan Kreshna ini, tidak lain sebagai Petunjuk Jalan, Guru Spiritual. Seperti dalam agama sebelah, Yesus mengatakan Akulah Jalan menuju Bapa. Aku adalah Jembatan penyeberangan menuju Pulau Kebahagiaan, demikian kata Buddha. Nirguna Brahman memanifestasi menjadi Saguna Brahman (Bhagavan), Tuhan yg berbentuk. Untuk menyampaikan pesan Veda tentunya diperlukan wadah, bentuk. Nirguna Brahman menyandarkan kepada Bhagavan untuk menyampaikan Pesan-pesan Veda, Pesan Dharma, Pesan ajaran untuk kebahagiaan sejati di dalam Sang Diri. Seperti air melimpah ruah diperlukan wadah, penyangga atau sandaran seperti membuat bendungan. Airnya bisa dialirkan untuk tujuan-tujuan penting kehidupan kemanusiaan.

Demikian Pesan penting yang disampaikan dalam Bhagavad Gita 14.26-27. Maka sangatlah Aneh, Ngawur, Unlogic dan memaksakan makna Bhagavad Gita 14.27 diartikan sebagai Brahman Impersonal (Nirguna Brahman) sebagai Sinar dari Badan Kreshna, Bhagavan.

Lucunya Bhagavan (Kreshna) dikatakan sebagai Parabrahman dengan hanya melihat kalimat yang datang dari Arjuna seperti kata-kata, “Arjuna Uvaca”. Bhagavad Gita 10.12-13. Dari sini bisa dilihat kalau anda jeli akan Nampak inkonsistensi penggunaan kalimat Brahman Impersonal, Parambrahma diberbagai literature Vaisnawa Gaudiya.

Sebagai info diluar topic ini, Jauh sebelum keberadaan Bhagavad Gita sebagai Echo Upanishad, di berbagai Upanishad, Shiva di sebutkan sebagai Paraṃ Brahma (Svetasvatara-Upanisad 3. 7; Skanda-Upanisad 5; Atharvasira-Upanisad 34 ).
Bahkan satu-satunya (IMHO) yang memproklamirkan dirinya dengan kata-kata, “ahameva paraṃ brahma”, “Aku adalah Param Brahman”~Shiva Purana 1:9:36.

kesimpulan

Di setiap penutupan bab-bab di Bhagavad Gita ditulis penjelasan:

śrīmadbhagavad-gītāsūpaniṣatsu
brahma-vidyāyāṃ yoga-śāstre śrīkṛṣṇārjuna saṃvāde. 

Bhagavad Gita adalah Pengetahuan tentang Brahman (brahma-vidyāyāṃ). Demikian percakapan sastra Yoga antara Bhagavan(Kreshna) dengan Arjuna. 

Brahma Sutra diawal Sutranya dijelaskan: 

Athāto brahmajijñāsā ॥ 1.1.1॥
Janmādyasya yataḥ ॥ 1.1.2॥
Sekarang, saatnya mengetahui tentang Brahman. Brahman adalah sebab segala Sebab atau Asal dari segala asal Seluruh Ciptaannya. 

Brahma Sutra 1.1.1-2


COBA ANDA GANTI KATA “BRAHMAN” DI DALAM SRUTI DI ATAS SESUAI DENGAN PENJELASAN SWAMI PRABUPADA(Lihat gambar) DENGAN KALIMAT , “BRAHMAN ADALAH MAHLUK HIDUP”

author