Tapak Balian

No comment 130 views

Tehnik Sentuhan - Tapak Balian

Tehnik ini hanya dapat di inisiasi oleh orang yang sudah mampu Ngurip Gni Sakti. Tehnik pengobatan Sentuhan Balian ini merupakan tehnik mengetuk urat nadi (titik meridian) atau tapping Balian, yaitu menyentuhkan telapak tangan pada sekitar lokasi keluhan/sakit dari pasien. Sentuhan itu bisa dengan tepukan ringan dan halus, dapat pula dengan sedikit tekanan. Sekilas tapak balian ini mirip dengan Aji Tapak Sesontengan (ATS), tapak sakti juga mirip dengan Emotional Freedom Techniques (EFT), kisnologi dll.. namun ini lebih menekankan pada aktualisasi dari konsep Atma Tattwa di Bali.

Inisiasi Tapak Balian

Bagi yang sudah mampu Ngurip Gni Sakti, dapat memberikan inisiasi tehnik ini kepada orang lain. Inisiasi tehnik ini lebih mirip ke inisiasi Reiki daripada ke Kawisesan, walau lelaku kedepannya cenderung berisi rafalan Mantra Afirmasi kawisesan. Berikut ini tahapan-tahapan inisiasinya

titik meridian paru-paru
  1. Praktisi (orang yang akan diinisiasi) haruslah sepakat bahwa keilmuan ini adalah olah diri dan dirinya mau menjalankan pengetahuan ini dan secara perlahan mau mempelajari tehnik-tehnik Balian Usada lainnya, mulai dari Belajar Tenaga Dalam Asli Bali minimal hingga sampai di Ngurip Gni Sakti, Belajar Taru Premana (Pengobatan herbal), Hypnotherapi dll. Keilmuan Usada lainnya itu tentu akan sangat menunjang dalam proses praktek selanjutnya.
  2. Inisiator (anda) memohon restu pada Hyang Guru (Tuhan), agar proses penyelarasan pengetahuan sentuhan balian ini berjalan lancar, sehingga dapat membangkitkan dan membantu mengingatkan Sang Diri Praktisi bahwa dirinya adalah cahaya ilahi yang memiliki pengetahuan ini.
  3. Setelah terjadi kesepakatan, sentuh bahu praktisi untuk berkomunikasi dengan roh-Sang Diri dari Praktisi, mohon ijin untuk menyingkronkan atau menyelaraskan pengetahuan Atma Tattwa khususnya dalam metode sentuhan Balian ini untuk pengobatan diri, keluarga dan orang lain yang membutuhkan.
  4. mulailah dengan ritual membuat rajah aksara "Sing - Ung - Mang - Ong - Yang", satu persatu dalam bola energi PSI secara berurutan di belakang praktisi (di tulang belakang), bertepatan dengan lokasi ujung tulang ekor (Muladhara Chakra), di pinggang bawah (Swadisthana Chakra), di pusar (Solar Plexus atau Manipura Chakra), di area jantung (Anahata Chakra) dan di batang leher (Wishudda Chakra). sebelum membuat rajah, pastikan dulu posisi penempatan rajah dengan menyentuh ujung tulang ekor bagian bawang tulang belakang, serta di persendian atau sambungan tulang belakang di area chakra yang akan diinisiasi rerajahan. setelang menyentuh posisi yang akan diinisiasi rerajahan, buatkan dulu bola energi di depan lokasi chakra yang akan diinisiasi, setelah itu buatkan rajah aksara didalam bola energi tersebut, kuatkan kembali bola energinya dan kemudian dorongkan masuk ke lokasi chakra, setelah energi masuk, dorongan terakhir dengan jari tengah hingga menyentuh persendian tulang belakang di lokasi chakra yang diinisiasi.
    cara membuat bola energi PSI dapat dibaca di artikel "Belajar Tenaga Dalam Asli Bali"
  5. setelah ke-5 posisi chakra itu selesai di inisiasi dengan bola energi rerajahan Panca Aksara khusus tersebut, berjalanlah/berputar ke samping kanan praktisi, sentuhlah titik Yintang - di kening diantara kedua alis praktisi (Ajna Chakra), buatkan bola energi dengan rajah OM/Ong, masukan perlahan. setelah masuk dan keningnya tersentuh dengan jari tengah seperti tahap sebelumnya, tepuk-tepuklah ajna cakra-nya tersebut dengan lembut namun ritme tepukan tertentu berirama (lagi cepat lagi lambat mengikuti ritme afirmasi yang diucapkan Inisiator namun hanya bisa didengarkan oleh inisiator sendiri - dibisikkan lembut). adapun Mantra afirmasi saat memberikan tepukan jari tengah pada ajna cakra "Ong... sanghyang meme, sanghyang bapa, sanghyang uri.., metangi sehananing daya kawigunan, kawisesan, kawijayan, sakti, siddhi ngucap... metangi, metangi, metangi... sami sangkaning sanghyang urip...".
  6. setelah itu, sentuh ulu hati praktisi. letaknya pas di cekukan tulang dada diantara puting susu. tepuk-tepuk ringan dan rafalkan mantra afirmasi seperti tahap ke-5 diatas.
  7. setelah itu secara berurutan titik meridian paru-paru praktisi, mulai dari titik bahu, Sisi lateral iga ke-3 dibawah tulang selangka "LU-1 (LU Mu)" kemudian di titik siku tangan tepatnya lipatan siku sisi lateral, bagian dalam "LU-5", tepuk-tepuk dan afirmasikan seperti langkah ke-6.
  8. langkah berikutnya dengan menekan Urat Nadi di pergelangan tangannya. tepuk-tepuk dan afirmasikan seperti langkah ke-6 juga.
  9. langkah terakhir dengan mengusapkan telapak tangan praktisi, buatkan garis dengan jari tengah dari pergelangan tangan ke ujung jari tengah praktisi dengan sedikit menekan pada saat menyentuh jari tengah (seperti membuat titik), dilanjutkan dengan membuat garis dari sebelah pangkal ibu jari ditarik gambar garis sejajar hingga pinggir telapak tangan. Dengan membuta dua garis di telapak tangan praktisi tersebut, tersirat gambar "Tapak dara - tanda plus (+)" di telapak tangan praktisi. tepat ditengah-tengah tapak dara tersebut (pesimpangan garis) sentuh dan tepuk-tepuk serta rafalkan afirmasi seperti langkah ke 6. dengan selesainya ritual tersebut, maka selesai pula ritual inisiasi ini.

Meditasi Tampak Balian

setelah di inisiasi, praktisi wajib melakukan meditasi setiap hari. sebelum meditasi, praktisi mengucapkan afirmasi dalam hati, boleh dengan tangan kanan menyentuh jantung, boleh juga tidak. adapun afirmasi "Onggg... Aku Sang Hyang Urip... Wisesa Nunggal ring Sariranku... Siddhi Saktining Anda Bhuana mili sakeng Panonku, Sabdhanku, Prana Wisesanku... poma.. poma.. poma...". setelah itu hening, meditasikan mantra tersebut kira-kira 10 s/d 30 menit. bila kurang terasa vibrasinya, saat merafalkan afirmasi tersebut, tangan kanan diletakkan di dada area jantung, rasakan detak jantungnya, setelah terasa barulah memulai afirmasinya. setelah selesai merafalkan afirmasi, tangan diletakkan diatas lutut atau pangkuan menyesuaikan dengan sikap meditasi yang dirasa paling nyaman.

setelah selesai meditasi, tutup meditasi ini dengan mantra

"Ong...
sanghyang IBU pertiwi, sanghyang BAPA akasa,
rumaga bayu, rumaga Sanghyang URIP sarwa tumuwuh,
ingsun meminta sih kertawara nugraha paduka sida sidhi ngucap
Ong astu tat astu ya nama swaha...
"

Praktek Tapak balian

Praktek metode sentuhan balian ini cukup simple. cukup menyentuh dan menepuk ringan area keluhan dari pasien. tepuk-tepuk dengan ujung jari ataupun dengan elusan telapak tangan. Sentuhan atau ketukan berirama mengikuti ritme mantra afirmasi yang dirapalkan. inti dari manra ini adalah memohon kepada sanghyang meme, sanghyang bapa dan sanghyang urip sang penguasa jiwa manusia, agar segala keluhan yang diderita tersembuhkan kembali ke keadaan sehat normalnya kita.

author