Umat Hindu Bali boleh konsumsi daging?

No comment 251 views

Apakah Umat Hindu khususnya Hindu Bali boleh konsumsi daging?

itu merupakan pertanyaan umum yang sering menjadi bahan perdebatan, berdebat masalah makan daging, membunuh hewan untuk dimakan, berburu makanan dari daging binatang, semua menjadi sesuatu yang viral saat ini.

untuk menjawab pertanyaan "apakah kita umat hindu boleh makan daging?" tentu perlu pertimbangan wiweka (logika sastra) yang jelas dan terarah. Hal ini ditegaskan dalam Kitab Manawa Dharmasastra II.6 yang menyebutkan bahwa setiap perbuatan haruslah sesuai dengan Atmanastruti, Sila, Acara, Smerti dan Sruti-nya.

sehingga, untuk menjawab pertanyaan "apakah umat hindu boleh konsumsi/makan daging? harus dipilah 4 tingkat dasar hukumnya, yang diawali dari tingkat dasar (atmanastuti) hingga tingkat tertinggi (sruti):

  1. Atmanastuti, sebagai pijakan awal, bahwa yang kita lakukan sudah sesuai dengan keinginan, hati nurani sehingga timbul rasa senang, bahagia dan iklas saat menjalankannya.
  2. Sila dan Acara, sebagai pijakan kedua, bahwa apa yang kita lakukan merupakan kebiasaan dan tradisi yang sudah sejak dahulu kala (lama) dilaksanakan, sehingga hal-hal itu sudah sangat lumrah dilaksanakan di daerah tersebut.
  3. Smerti, merupakan pijakan lebih tinggi, bahwa apapun yang kita lakukan dan sudah mentradisi itu tertulis dalam sastra-sastra bahkan tertuang dalam cerita itihasa/purana serta peraturan-peraturan suci seperti manawa dharmasastra serta kitab-kitab smerti lainnya.
  4. sruti, sebagai pijakan tertinggi, bahwa semua itu ada mantranya, merupakan implementasi dari mantra-mantra samhita sruti serta ajaran-ajaran filsafat (upanisad).

apabila 4 tahap diatas ditemukan, maka itulah jawaban yang pasti dan benar serta patut dilakukan, karena sudah sesuai dengan Ajaran Agama yang kita yakini dalam hal ini Hindu Bali.

author