Vegetarian dan Hare Krisna

No comment 204 views

Vegetarian dan Hare Krisna

Dalam kehidupan beragama khususnya agama Hindu banyak sekali terdapat perbedaan pendapat mengenai boleh dan tidaknya memakan daging. Terkadang perbedaan pendapat ini menjurus kepada saling hujat dan mengklaim paling benar, bahkan ada sampradaya sampradaya yang tumbuh berkembang di Bali seperti Hare Krisna meyakini vegetarian adalah syarat mutlak untuk Moksa atau istilah mereka sebagai pelayan Tuhan di Vaikunta.

Permasalahan boleh dan tidaknya memakan daging marilah kita uji kebenarannya dari 2 sisi yaitu Kitab Suci dan Ilmiah/logika sehat. Pertama dari aspek Kitab Suci ada beberapa Sloka dari banyak sloka bertebaran yang menerangkan tentang boleh dan tidaknya memakan daging dalam kehidupan beragama :

● “Memakan daging binatang yg ditakdirkan utk dimakan maka tidaklah berdosa“
(Manusmerti 5.30)

● “Mengorbankan seekor hewan untuk yadnya tidaklah berdosa”
(Manusmerti 5.31)

● “Ada 13 jenis binatang yang diciptakan untuk dikorbankan dan mengorbankan binatang itu, tidaklah membunuh”
(Manusmerti 5.39-40)

● “Bahwa seorang Brahmin yang mempunyai pengetahuan mengorbankan seekor binatang, binatang dan Brahmin itu akan masuk sorga”
(Manusmerti 5.41-42)

● “Seorang berkata, aku akan pergi berperang, ketika aku kembali siapkan untukku daging banteng”
(Reg Weda 10.27.2)

● “Indra menyuruh seseorang utk menyiapkan daging banteng untuknya”
(Reg Weda 10.28.4)

● “Apa yg menetes dari daging panggang yang ada diatas panggangan, jangan dibiarkan tumpah di tanah atau diatas rumput. Persembahkanlah itu semuanya kepada para Dewa"
(Reg Weda 1.162.11)

● Mahabarata, Anusashan Parva ayat 88 berbunyi ;
Yudistira bertanya kepada Bisma “Apa yang harus kita korbankan agar saudara kita tidak dikorbankan ? lalu Bisma menjawab “ jika kamu mengorbankan tumbuh tumbuhan saudara kita akan ditahan selama 1 bulan, jika Ikan akan ditahan 2 bulan, jika daging akan ditahan 3 bulan, jika kelinci akan ditahan 4 bulan, jika kambing akan ditahan 5 bulan, jika babi akan ditahan 6 bulan, jika rusa akan ditahan 7 bulan, jika burung akan ditahan 8 bulan, jika kerbau akan ditahan 11 bulan dan jika sapi akan ditahan 12 bulan…”

Kemudian mari kita tengok dari sisi ilmiah atau logika sehat sebagai berikut :

  1. Binatang dalam hal reproduksi adalah paling cepat diantara semua ciptaan Tuhan, pernahkah kita membayangkan berapa populasi binatang di muka bumi ini jika semua orang tidak memakan daging atau vegetarian ?
  2. Binatang pemakan tumbuh tumbuhan atau herbivora susunan giginya adalah rata tidak mempunyai taring dan susunan perutnya hanya bisa mengolah tumbuh tumbuhan. Binatang pemakan daging mempunyai susunan gigi taring untuk mengayak daging dan susunan perutnya hanya bisa mengolah daging, sedangkan manusia mempunyai susunan gigi rata dan taring ini membuktikan makanan yang dimakan bisa tumbuh tumbuhan dan juga daging, begitu pula susunan perut manusia mampu mengolah tumbuh tumbuhan dan daging.
  3. Manusia membutuhkan asam amino yg kebanyakan bisa diproduksi oleh dirinya sendiri namun ada satu asam amino yang sangat dibutuhkan dan itu hanya bisa diproduksi apabila manusia memakan daging.

Berdasarkan kedua sisi diatas dapat disimpulkan bahwa manusia diijinkan untuk memakan tumbuh tumbuhan dan daging asalkan bermanfaat bagi dirinya sendiri.

Apabila Sang Pencipta atau Tuhan Yang Maha Kuasa mengijinkan untuk memakan daging kenapa kita tidak memakannya ? kembali lagi kepada individu masing masing mau makan daging atau vegetarian ? semuanya sah sah saja dan tidak perlu menjadi perdebatan apalagi merasa paling suci dan benar.

Pesan khusus bagi umat se-dharma bahwa dalam Hindu Bali/Dharma Tirta Bali, Gama Bali telah ada semua jawaban tentang untuk apa kita dilahirkan, apa yg harus dilakukan saat mengisi kehidupan dan kemana kita setelah kematian. Semua itu tertuang dalam Tattwa, Susila dan Upacara.

Jadi, belajarlah jangan sampai permata indah yg kita miliki ditinggalkan karena ketidaktahuan (avidya) dan tertarik dengan gemerlapnya kilauan beling kaca. [oleh Agus Yudiawan]

author