Weda Smerthi

No comment 237 views

Weda Smerthi

Semua kitab-kitab suci Hindu, kecuali Darsana dan Tantra, boleh dikelaskan kepada dua kategori: Veda atau Sruti dan Smriti.

  • Ayat-ayat suci Veda (sruti) adalah otoriti yang mutlak.
  • Smriti pula ialah otoriti sekunder.

Semua sastera agama seperti dharmasūtras, Purana, Itihāsa (epik), Tantra and Āgama jatuh di bawah kategori Smriti. Semua kitab-kitab sekunder ini mendapat otoritinya daripada Veda. Oleh itu, selagi sumber sekunder ini tidak bercanggah dengan Veda, ia diterima sebagai otoriti yang sah.

Smriti juga mempunyai maksud teknikal. Ia bermaksud buku undang-undang atau manual rukun kehidupan untuk orang Hindu. Antara buku undang-undang purba ini, buku Manu adalah yang paling popular. Yajnavalkya, Baudhayana, Apastambha, Vashishtha dan Gautama ialah para penggubal undang-undang zaman purba. Raghunandana ialah penggubal undang-undang Hindu moden.

Weda Smerthi adalah weda yang lebih operasional terutama untuk menjelskan secara lebih mudah apa yang terdapat didalam weda sruti yaitu:

Vedangga (Sad Angga Weda),

yaitu :

  1. Siksa : isinya petunjuk tentang cara yang tepat dalam mengucapkan intonasi mantram, dalam agama hindu dibali siksa ini dapat didengar mantranya pada sang sulinggih.
  2. Vyakarana : isinya tentang tata bahasa untuk membantu pengertian menghayati veda sruti, dalam agama hindu ini dapat dilihat dengan filosofi, maknah yang terkandung dalam yadja/banten.
  3. Chanda, isinya lagu-lagu pujaan, dalam agama hindu dibali dapat dilihat dan dijumpai dalam bentuk,kidung,wirama,mecapat,kekawin.
  4. Nirukta isinya berbagai tafsiran otentik tentang kata-kata yang terdapat dalam weda, dalam agama hindu dibali dapat dilihat dan dijumpai dngan adanya simbul rerajahan,modre dan aksara suci yang mengandung mantram dan pemahaman.
  5. Jyotisa, isinya tentang pokok-pokok ajaran astronomi yang diperlukan dalam melakukan yadja, agama dibali dapat dijumpai dan dilihat dengan adanya wariga.
  6. Kalpa, isisnya antara lain tata cara melakukan yadja, penebusan dosa,upakara keagaaman,uapcara kematian, tata hidup bermasyarakat dan bernegara,dan pelaksanaan yadnya bagi orang yang telah berumah tangga

dibali dapat dijumpai dan dilihat didalam sastra suci :

  1. Catur wedhya
  2. Wrnaspatikalpa
  3. Dewatattwa
  4. Sundharigama
  5. Yamatattwa
  6. Empu lutuk aben
  7. Kramaning atiwatiwa
  8. Indik maligya.
  9. Puteru saji
  10. Kramning madhiksa
  11. Yajna samskara
  12. Dharma kahuripan
  13. Eka ratama
  14. Janmaprawrti
  15. Siwa sesana : isinya tentang aturan aturan dan disiin bagi seorang pendeta.
  16. Rsi sesana : isinya berhampiran dgn siwa sesana.
  17. Wrti sesana : isinya beehampiran dgn siwa sesana
  18. Putra sesana : isinya tentang aturan aturan dan disiin seorang anak terhadap orang tuanya.
  19. Slokantara : isinya tentang etika bagi umat pemeluk agama hindu pd umumnya,dll.

Upaweda,

dikelompokan terdiri dari :

  1. Itiasa dan purana, dibali selain BG ada sarasmuchaya,Gong besi : isinya tentang mitologi dewa dewa dan juga theologis, Purwa bhumi kamulan : isinya tentang teori ciptaan bumi diuraikan secara mitologis, Tantu Panggelaran : isinya tentang stana para sewa digunung gunung jawa dan bali, Usaha dewa : isinya tentang pura pura sebagai stana dewa dibali, purana dalem besakih, markandya purana,dll
  2. Artha sastra, merupakan ilmu pemerintahan negara yang isinya pokok-pokok pemikiran politik, dibali dapat dijumpai dan dilihat antara ain kitab usana,kitab niti sastra,kitab sukra niti,dan artha sastra.
  3. Ayur weda dikondifikasikan dengan isi yang menyangkut dibidang ilmu kedokteran, semua kitab ini menyangkut dibidang kesehatan jasmani dan rohani dengan berbagai sistem serta sifatnya, ada beberapa jenis bukunya antara lain, ayurweda, caraka samhita, susruta samhita, astangga hradaya, yoda sara, kamasutra, punggung tiwas,kuranto bolong,ila,budha kecapi, usada buduh,usada rare,dll
  4. Gandharva weda yaitu cabang ilmu yang mempelajari tentang seni budaya, dibali ada namanya asta kosala kosali,natya sastra, panca pangendha,sukraniti sara,dll..
  5. Dhanurweda, yaitu tentang ilmu senjata.

Itihasa atau Epik - Ramayana dan Mahabharata

Ramayana dikarang oleh Valmiki dan Mahabharata pula ialah karya Vyasa. Kedua-dua epik ini juga dikenali sebagai Itihasa dan ia mengandungi falsafah dan ajaran agama disamping cerita-cerita purba. Bhagavad Gita, kitab suci utama Hindu erkandung dalam Mahabharata. Kedua-dua epik ini juga mempunyai watak-watak utama yang mulia yang dianggap sebagai idola bagi orang Hindu

Menurut definisi yang diberikan dalam bahasa Sanskrit, sebuah itihasa mesti mengandungi topik-topik yang merangkumi empat puruṣārtha iaitu dharma, artha, kāma dan mokṣa. Secara amnya, topik-topik ini dibincangkan melalui cerita-cerita yang berlaku pada zaman silam. Perkataan 'itihasa' dan 'puraṇa' telah digunakan dalam sastera Veda (vide Atharva Veda 15.6.4; Satapatha Brahmana 13.4.3.12; Brhadaranyaka Upanishad 2.4.10).

turunan dari itihasa, yang paling terkenal di indonesia adalah:

Artikel Terkait:

Purana

author