Windusara dan widuri sebagai mirah momon

No comment 5344 views

Mirah Windusara dan widuri sebagai mirah momon

Mirah adalah sejenis batu permata yang diyakini oleh masyarakat bali memiliki kekuatan magis, sehingga dalam ritual gama bali cukup sering disebutkan pemakaiannya, diantaranya dalam upacara mendem panca-datu, saat ngerajah saat upacara metatah, rajah saat ritual mwinten serta madiksa, hingga dipergunakan sebagai momon dalam ritual pitra yadnya.

Mirah pada umumnya selalu diidentikan dengan warna merah, sehingga dalam budaya modern mirah disamakan dengan batu rubi merupakan batuan mineral dengan rumus kimia aluminium oksida denga kromium, Al2O3::Cr. Umumnya batu mirah memiliki Skala kekerasan mineral Mohs adalah 9.

Momon merupakan sarana ritual dalam prosesi pitra yadnya, khususnya sawa wedana.

Momon berupa cincin emas dengan permata mirah windusara atau widuri.

Momon pada ritual pitra yadnya diletakkan pada hidung mayat, yang diyakini memiliki fungsi untuk menetralisir aroma mayat sehingga mengurangi dampak negatif kesehatan dan menghindarinya dari dampak desti.  

Widuri, mirah dadu macelek barak (mirah yang berwarna dadu yang berisikan sedikit merah), atau Widuri Kresna, Ireng macelek putih (mirah widuri hitam yang berisi setitik warna putih)

Mirah Windusara, Mirah bang putih maklyab tangi, dumilah metu kukus. (mirah dengan kombinasi warna merah dan putih yang sekilas berwarna keungu-unguan, serta memliki ster yang tajam). Utama dahat, penolak musuh, untuk momon serta penjaga diri dan rumah. bpanulak satru, karena mirah ini juga dipercaya sebagi intisari tanah tempat Sang Bima bersemedi.

berikut ini sesajan untuk mirah momon, yang dihaturkan disaat kajeng kliwon enyitan;

Segehan barak akepel, segehan sasahan siya tanding, canang sari, pemanisan(permen). Dipersembahkan Bhatara Sakti ditengah samudra.

 

demikian sekilas tentang Windusara dan widuri sebagai mirah momon, semoga bermanfaat.

author