Yamaka Vagga

No comment 39 views

Yamaka Vagga
Dhammapada 1-20

Yamaka Vagga

manopubbaṅgamā dhammā, manoseṭṭhā manomayā.|
manasā ce paduṭṭhena, bhāsati vā karoti vā.|
ato naṃ dukkhamanveti, cakkaṃva vahato padaṃ ||
1

artinya:
Pikiran adalah pelopor dari segala sesuatu, pikiran adalah pemimpin, pikiran adalah pembentuk. Bila seseorang berbicara atau berbuat dengan pikiran jahat, maka penderitaan akan mengikutinya, bagaikan roda pedati mengikuti langkah kaki lembu yang menariknya.

manopubbaṅgamā dhammā, manoseṭṭhā manomayā.|
manasā ce pasannena, bhāsati vā karoti vā.|
tato naṃ sukhamanveti, chāyāva anapāyinī ||
2

artinya:
Pikiran adalah pelopor dari segala sesuatu, pikiran adalah pemimpin, pikiran adalah pembentuk. Bila seseorang berbicara atau berbuat dengan pikiran murni, maka kebahagiaan akan mengikutinya, bagaikan bayang-bayang yang tak pernah meninggalkan bendanya.

akkocchi maṃ avadhi maṃ, ajini maṃ ahāsi me.|
ye ca taṃ upanayhanti, veraṃ tesaṃ na sammati ||
3

artinya:
"Ia menghina saya, ia memukul saya, ia mengalahkan saya, ia merampas milik saya." Selama seseorang masih menyimpan pikiran seperti itu, maka kebencian tak akan pernah berakhir.

akkocchi maṃ avadhi maṃ, ajini maṃ ahāsi me.|
ye ca taṃ nupanayhanti, veraṃ tesūpasammati ||
4

artinya:
"Ia menghina saya, ia memukul saya, ia mengalahkan saya, ia merampas milik saya." Jika seseorang sudah tidak lagi menyimpan pikiran-pikiran seperti itu, maka kebencian akan berakhir.

na hi verena verāni, sammantīdha kudācanaṃ.|
averena ca sammanti, esa dhammo sanantano ||
5

artinya:
Kebencian tak akan pernah berakhir apabila dibalas dengan kebencian. Tetapi, kebencian akan berakhir bila dibalas dengan tidak membenci. Inilah satu hukum abadi.

pare ca na vijānanti, mayamettha yamāmase.|
ye ca tattha vijānanti, tato sammanti medhagā ||
6

artinya:
Sebagian besar orang tidak mengetahui bahwa dalam pertengkaran mereka akan binasa; tetapi mereka yang dapat menyadari kebenaran ini akan segera mengakhiri semua pertengkaran.

subhānupassiṃ viharantaṃ, indriyesu asaṃvutaṃ.|
bhojanamhi cāmattaññuṃ, kusītaṃ hīnavīriyaṃ.|
taṃ ve pasahati māro, vāto rukkhaṃva dubbalaṃ ||
7

artinya:
Seseorang yang hidupnya hanya ditujukan pada hal-hal yang menyenangkan, yang inderanya tidak terkendali, yang makannya tidak mengenal batas, malas serta tidak bersemangat; maka Mara akan menguasai dirinya, bagaikan angin yang menumbangkan pohon yang lapuk.

asubhānupassiṃ viharantaṃ, indriyesu susaṃvutaṃ.|
bhojanamhi ca mattaññuṃ, saddhaṃ āraddhavīriyaṃ.|
taṃ ve nappasahati māro, vāto selaṃva pabbataṃ. ||
8

artinya:
Seseorang yang hidupnya tidak ditujukan pada hal-hal yang menyenangkan, yang inderanya terkendali, sederhana dalam makanan, penuh keyakinan serta bersemangat; maka Mara tidak dapat menguasai dirinya, bagaikan angin yang tidak dapat menumbangkan gunung karang.

anikkasāvo kāsāvaṃ, yo vatthaṃ paridahissati.|
apeto damasaccena, na so kāsāvamarahati. ||
9

artinya:
Barangsiapa yang belum bebas dari kekotoran-kekotoran batin, yang tidak memiliki pengendalian diri, serta tidak mengerti kebenaran, sesungguhnya tidak patut ia mengenakan jubah kuning.

yo ca vantakasāvassa, sīlesu susamāhito.|
upeto damasaccena, sa ve kāsāvamarahati. ||
10

artinya:
Tetapi, ia yang telah dapat membuang kekotoran-kekotoran batin, teguh dalam kesusilaan, memiliki pengendalian diri, serta mengerti kebenaran; maka sesungguhnya ia patut mengenakan jubah kuning.

asāre sāramatino, sāre cāsāradassino.|
te sāraṃ nādhigacchanti, micchāsaṅkappagocarā. ||
11

artinya:
Mereka yang menganggap ketidak-benaran sebagai kebenaran, dan kebenaran sebagai ketidak-benaran, maka mereka yang mempunyai pikiran keliru seperti itu, tak akan pernah dapat menyelami kebenaran.

sārañca sārato ñatvā, asārañca asārato.|
te sāraṃ adhigacchanti, sammāsaṅkappagocarā. ||
12

artinya:
Mereka yang mengetahui kebenaran sebagai kebenaran, dan ketidak-benaran sebagai ketidak-benaran, maka mereka yang mempunyai pikiran benar seperti itu, akan dapat menyelami kebenaran.

yathā agāraṃ ducchannaṃ, vuṭṭhī samativijjhati.|
evaṃ abhāvitaṃ cittaṃ, rāgo samativijjhati. ||
13

artinya:
Bagaikan hujan yang dapat menembus rumah beratap tiris, demikian pula nafsu akan dapat menembus pikiran yang tidak dikembangkan dengan baik.

yathā agāraṃ suchannaṃ, vuṭṭhī na samativijjhati.|
evaṃ subhāvitaṃ cittaṃ, rāgo na samativijjhati. ||
14

artinya:
Bagaikan hujan yang tidak dapat menembus rumah beratap baik, demikian pula nafsu tidak dapat menembus pikiran yang telah dikembangkan dengan baik.

idha socati pecca socati, pāpakārī ubhayattha socati.|
so socati so vihaññati, disvā kammakiliṭṭhamattano. ||
15

artinya:
Di dunia ini ia bersedih hati, di dunia sana ia bersedih hati; pelaku kejahatan akan bersedih hati di kedua dunia itu. Ia bersedih hati dan meratap, karena melihat perbuatannya sendiri yang tidak bersih.

idha modati pecca modati, katapuñño ubhayattha modati.|
so modati so pamodati, disvā kammavisuddhimattano. ||
16

artinya:
Di dunia ini ia bergembira, di dunia sana ia bergembira; pelaku kebajikan bergembira di kedua dunia itu. Ia bergembira dan bersuka cita karena melihat perbuatannya sendiri yang bersih.

idha tappati pecca tappati, pāpakārī ubhayattha tappati.|
'pāpaṃ me kata'nti tappati, bhiyyo tappati duggatiṃ gato. ||
17

artinya:
Di dunia ini ia menderita, di dunia sana ia menderita; pelaku kejahatan menderita di kedua dunia itu. Ia meratap ketika berpikir, "Aku telah berbuat jahat"; dan ia akan lebih menderita lagi ketika berada di alam sengsara.

idha nandati pecca nandati, katapuñño ubhayattha nandati.|
'puññaṃ me kata'nti nandati, bhiyyo nandati suggatiṃ gato. ||
18

artinya:
Di dunia ini ia berbahagia, di dunia sana ia berbahagia; pelaku kebajikan berbahagia di kedua dunia itu. Ia akan berbahagia ketika berpikir, "Aku telah berbuat bajik", dan ia akan lebih berbahagia lagi ketika berada di alam bahagia.

bahumpi ce saṃhita bhāsamāno, na takkaro hoti naro pamatto.|
gopova gāvo gaṇayaṃ paresaṃ, na bhāgavā sāmaññassa hoti. ||
19

artinya:
Biarpun seseorang banyak membaca kitab suci, tetapi tidak berbuat sesuai dengan ajaran, maka orang lengah itu, sama seperti gembala sapi yang menghitung sapi milik orang lain. Ia tak akan memperoleh manfaat kehidupan suci.

appampi ce saṃhita bhāsamāno, dhammassa hoti anudhammacārī.|
rāgañca dosañca pahāya mohaṃ, sammappajāno suvimuttacitto.|
anupādiyāno idha vā huraṃ vā, sa bhāgavā sāmaññassa hoti. ||
20

artinya:
Biarpun seseorang sedikit membaca kitab suci, tetapi berbuat sesuai dengan ajaran, menyingkirkan nafsu indria, kebencian, dan ketidaktahuan, memiliki pengetahuan benar, dan batin yang bebas dari nafsu, tidak melekat pada apapun, baik di sini maupun di sana; maka ia akan memperoleh manfaat kehidupan suci.

author