Anglurah Sidemen I

No comment 36 views

Anglurah Sidemen I
I Gusti Made Kacang

I Gusti Made Kacang, Atas perintah Ayahnya Ida Penataran mencari lahan untuk dijadikan Puri. Beliau kemudian bersama Rakyatnya merabas wilayah sekitar, kemudian membangun permukiman. Daerah pemukiman itu kemudian dinamai Cebola atau Tebola.

Setelah beberapa lama bermukim disana, beliau beranjangsana ke arah timur, tibalah Beliau di daerah yang indah nan asri. Disana Beliau bermeditasi, dan mendapat ilham, daerah itu dinamai Hyang Taluh. Kemudian Beliau Membangun Puri ditempat itu, dan Ida Made Kacang kemudian dikenal dengan julukan "I Gusti Hyang Taluh".

Diceritakan kemudian, I Gusti Hyang Taluh mendapat wangsit untuk membangun Istana di daerah utara tempat tinggalnya sekarang. Berangkatlah Beliau ke arah utara, hingga menemukan daerah yang dititahkan. Daerah itu kemudian diberi mana sesuai keinginan beliau, yakni Sidemen yang memiliki akar kata Sidha (berhasil) - Maan (mendapatkan), sedangkan Istana Beliau diberi nama Puri Singharsa, Sing (yang) Harsa (keinginan). Beliau kemudian bergelar "Ida I Gusti Anglurah Sidheman".

Ida Anglurah Sideman I memiliki dua putra, laki dan perempuan:

  1. I Gusti Gunung Agung, dan
  2. I Gusti Ayu Singharsa.

I Gusti Ayu Singharsa diperistri oleh I Gusti Byasama, putra dari I
Gusti Pande, atau cucu dari I Gusti Dawuh Bale Agung Panyarikan Dalem.
I Gusti Byasama puniki mengadakan keturunan I Gusti Dauh atau Arya Dauh.

Ida Anglurah Sideman I membangun pura yang dinamai Pura Linjong. Anglurah Sideman I diperabukan di Setra Yang Taluh, kemudian berliau disthanakan di Meru tumpang satu di Pura Panataran Agung, Besakih bergelar I Dewa Hyang Antiga.

Garis Generasi Babad Bali

KawitanSang Hyang Gnijaya
Gen 1Mpu Bradah (Panca Tirtha)
Gen 2Mpu Bahula
Gen 3Mpu Tantular
Gen 4Danghyang Sidimantra (Mpu Bekung)
Gen 5: Ida Bang Manik Angkeran
Gen 6: Ida Tulus Dewa
Gen 7
Gen 8: Ida Bang Tulus Dewa
Gen 9: Ida Bang Penataran
Gen 10: Anglurah Sidemen I
Gen 111. I Gusti Gunung Agung / Aglurah Sidemen II
2. I Gusti Ayu Singharsa

Babad Bali merupakan cerita kehidupan yang diyakini nyata adanya (itihasa), namun Babad ini belakangan sering terjadi kesimpang siuran akibat sedikitnya ada bukti otentik. Untuk membuktikan kebenaran dari cerita Babad ini agak sulit, seperti halnya cerita purana di India, setiap Babad secara umum tentu mengagungkan pemilik (judul) babad. Hal itulah sebabnya beberapa cerita babad agak tidak singkron/nyambung bila disanding dengan babad lain. Untuk itu, dalam Gama Bali hanya mengisahkan cerita-cerita umum saja.

author