BG 2.13

No comment 36 views
BG 2.13,5 / 5 ( 1votes )

BG 2.13

Bhagawad Gita II.13 ini masih membicarakan topik pokok dari Perbedaan Sang Diri dengan Badan. Sloka BG 2.13 ini tidaklah bisa ditafsirkan sepihak, karena sloka Bhagawad Gita 2.13 hanyalah sepenggal kalimat dalam pembahasan "Atma vs Tubuh". Berikut ini disajikan ulasan lengkap dari topik pokoknya, dan posisi kalimat sloka dari Bhagavad Gita 2.13 dalam topik Beda Atma dengan Tubuh:

Krishna berkata:

Engkau mengucapkan kata-kata bijak dan bersedih pada hal-hal yang tidak patut disesalkan, Orang bijak tidak akan meratapi yang hidup juga yang mati. Tidak pernah ada disana kapanpun ketika Aku tidak ada, tidak kamu, tidak para penguasa ini, kita semua tiada yang pasti akan kehidupan juga tidak setelah kematian.

Seperti halnya Dia didalam tubuh ini melalui masa kecil, remaja dan usia tua, demikian pula halnya saat pindah mengambil tubuh lain orang bijak pada kasus itu tidak dibingung oleh hal ini. Kontak indera dengan obyek indera oh Kaunteya, hanya merangsang rasa dingin, panas, kesenangan, kesedihan, semuanya datang pergi tidak kekal, bertahanlah wahai Bhārata. Sebenarnya kepada seseorang yang tidak terganggu dengan semua ini wahai Puruṣa-ṛṣabha, merasakan sama saat sedih, senang, sabar, maka dia memenuhi syarat pembebasan. Dari yang sementara tidak menjadi keberadaan yang tanpa keberadaan, tidak ada yang kekal, diantara keduanya bahkan telah diamati kesimpulannya tentu saja oleh pemerhati kebenaran.

Namun ketahuilah dia itu yang meresapi semua ini tidak dapat dimusnahkan, tidak ada apapun yang dapat menyebabkan kehancuran bagi yang abadi ini, badan ini yang rentan terhadap kehancuran dikatakan milik-Nya yang abadi, tak dapat dihancurkan, tak dapat dijelaskan karenanya bertempurlah wahai Bhārata.

Siapapun yang menganggap Ini [sang Diri] sebagai pembunuh dan dia yang berpikir Ini sebagai yang terbunuh, mereka keduanya tidak memiliki pengetahuan. Ini tidak membunuh dan tidak terbunuh. Tidak kapanpun Ini [sang Diri] muncul, atau mati, atau tak pernah ada keberadaannya, atau yang tidak berakhir, Ini tak lahir, kekal, selalu ada, paling tua, tidak terbunuh ketika badannya dihancurkan.

Siapapun yang mengetahui Ini [sang diri] tak dapat dihancurkan, selalu ada, tanpa kelahiran, tak berubah. siapa dia itu orang yang membunuh, dengan cara apa atau siapa penyebab pembunuhan itu wahai Pārtha. Seperti halnya seseorang membuang pakian yang usang dan memakai pakian baru yang lainnya, dengan cara yang sama Dia [sang Diri] meninggalkan badan yang rusak kemudian mengambil lainnya yang baru. Senjata tidak dapat menghancurkan Ini [sang Diri] api tidak dapat membakar Ini [sang diri], air tidak dapat membasahi Ini [sang diri] dan angin tidak dapat mengeringkannya. Dia [sang Diri] tak dapat dipotong, tak dapat dibakar, Dia tak dapat dibasahi tentunya tak dapat dikeringkan juga, selalu ada, berada dimana-mana, tak berubah, tidak dapat digerakkan, dia selalu sama selamanya. Dikatakan bahwa ini [sang Atma] tak dapat dilihat, Ini tak terpikirkan, tak dapat diubah, oleh karena itu mengetahui hal tentang Ini yang seperti ini tak pantas menyesali hal ini.

Bhagawad Gita 2.11-25
Bhagawad Gita II

BG 2.13

देहिनोऽस्मिन्यथा देहे कौमारं यौवनं जरा ।
तथा देहान्तरप्राप्तिर्धीरस्तत्र न मुह्यति ॥२- १३॥
dehino 'smin yathā dehe kaumāraḿ yauvanaḿ jarā |
tathā dehāntara-prāptir dhīras tatra na muhyati || 2.13

Bhagawad Gita 2.13

Arti Bhagawad Gita 2.13

देहिनोऽस्मिन्यथा देहे कौमारं यौवनं जरा ।
dehino 'smin yathā dehe kaumāraḿ yauvanaḿ jarā |

dehinaḥ—dia atau sesuatu yang diwujudkan yakni Sang Diri atau Atma; asmin—didalamnya; yathā—seperti halnya; dehe—badan, tubuh; kaumāram—masa kanak-kanak; yauvanam—masa remaja; jarā—masa tua;

Seperti halnya Dia didalam tubuh ini melalui masa kecil, remaja dan usia tua,

तथा देहान्तरप्राप्तिर्धीरस्तत्र न मुह्यति ॥२- १३॥
tathā dehāntara-prāptir dhīras tatra na muhyati || 2.13

tathā—dengan cara itu, begitu juga, seperti itu; deha-antara—mengenai penggantian badan; prāptiḥ—tercapainya; dhīraḥ—orang tenang dan bijak; na—tidak pernah; muhyāti—dibingungkan.

demikian pula halnya saat pindah mengambil tubuh lain orang bijak pada kasus itu tidak dibingung oleh hal ini.

Tags:
author