BG 2.31

No comment 54 views
BG 2.31,5 / 5 ( 1votes )

BG 2.31

Ingatlah dengan Tanggungjawab (Swadharma)

Krishna berkata:

Bahkan mengingat tugasmu juga, sepatutnya tidak boleh ada keraguan. Sesungguhnya tiada sesuatu yang lebih baik bagi seorang prajurit selain untuk bertempur sesuai tugasnya. Pintu surga terbuka lebar dan tercapai dengan sendirinya. Berbahagialah para ksatrya menghadapi pertempuran semacam ini wahai Pārtha.

Akan tetapi jika kamu tidak melaksanakan kewajiban pertempuran ini, akan mendatangkan dosa dan reputasi atas tugasmu akan hancur. Selain itu semua orang akan membicarakan aib-mu selamanya, dan bagi orang yang terhormat aib itu lebih buruk dari kematian.

Para jendral pasukan akan mengangap dirimu mundur dari medan perang karena pengecut, dan dimata mereka kehormatan kamu itu menjadi tersisa lebih rendah. Para musuhmu juga mengucapkan banyak kata-kata fitnah, mengejek kemampuanmu. Kemudian apa yang lebih menyakitkan selain itu?

Salah satu terbunuh, engkau mencapai surga. Atau dengan meraih kemenangan, engkau menikmati dunia ini. Karena itu bangkitlah hai Kaunteyā, bertempurlah dengan ketabahan hati. Bertindaklah dengan sikap yang sama, baik dalam kebahagiaan ataupun kesedihan, baik untung maupun rugi, baik dalam kemenangan maupun kekalahan. Lalu bersiap-siaplah untuk berperang, dengan demikian terhindar dari dosa.

Bhagawad Gita 2.31-38
Bhagavad Gita II

BG 2.31

स्वधर्ममपि चावेक्ष्य न विकम्पितुमर्हसि ।
धर्म्याद्धि युद्धाच्छ्रेयोऽन्यत्क्षत्रियस्य न विद्यते ॥२- ३१॥
sva-dharmam api cāvekṣya na vikampitum arhasi |
dharmyād hi yuddhācchreyo 'nyat kṣatriyasya na vidyāte || 2.31

Bhagawad Gita 2.31

Arti Bhagawad Gita 2.31

sva-dharmam—prinsip dharma untuk sendiri, tugas kewajiban diri sesuai dharma; api—bahkan; ca—juga; avekṣyā—mengingat; na—tidak; vikampitum—ragu-ragu, goyah; arhasi—patut, pantas; dharmyāt—sesuai tugas kewajiban demi prinsip-prinsip dharma; hi—memang, sesungguhnya; yuddhāt—bertempur; śreyaḥ—kesibukan yang lebih baik; anyat—sesuatu yang lain; kṣatriyasya—milik seorang ksatriya, bagi seorang prajurit; na—tidak; vidyāte—ada.

bahkan mengingat tugasmu juga sepatutnya tidak boleh ada keraguan, sesungguhnya tidak ada sesuatu yang lebih baik bagi seorang prajurit selain untuk bertempur sesuai tugasnya.

BG 2.32

यदृच्छया चोपपन्नं स्वर्गद्वारमपावृतम् ।
सुखिनः क्षत्रियाः पार्थ लभन्ते युद्धमीदृशम् ॥२- ३२॥
yadṛcchayā copapannaḿ svarga-dvāramapāvṛtam |
sukhīnaḥ kṣatriyāḥ pārtha labhanteyuddhamīdṛśam || 2.32

Bhagawad Gita 2.32

Arti Bhagawad Gita 2.32

yadṛcchayā—dengan sendirinya; ca—dan; upapannam—dicapai; svarga—surga; dvāram—pintu; apāvṛtam—terbuka lebar; sukhīnaḥ—bahagia sekali; kṣatriyāḥ—para prajurit dan jajaran pemerintahan; pārtha—wahai Arjuna; labhante—mencapai, menghadapi; yuddham—perang; īdṛśam—semacam ini.

Pintu surga terbuka lebar dan tercapai dengan sendirinya. Berbahagialah para ksatrya menghadapi pertempuran semacam ini wahai Pārtha.

BG 2.33

अथ चेत्त्वमिमं धर्म्यं संग्रामं न करिष्यसि ।
ततः स्वधर्मं कीर्तिं च हित्वा पापमवाप्स्यसि ॥२- ३३॥
Atha cet tvām imaḿ dharmyaḿ sańgrāmaḿ na kariṣyasi |
tataḥ sva-dharmaḿ kīrtiḿ ca hitvā pāpam avāpsyasi || 2.33

Bhagawad Gita 2.33

Arti Bhagawad Gita 2.33

atha—karena itu, akan tetapi; cet—kalau; tvām—engkau, kamu, anda; imām—ini; dharmyam—kewajiban dharma; sańgrāmām—pertempuran; na—tidak; kariṣyasi—melakukan, melaksanakan; tataḥ—kemudian, maka; sva-dharmam—tugas kewajiban dharmamu; kīrtim—reputasi, kemasyhuran; ca—dan; hitvā—kehilangan, hancur; pāpam—reaksi dosa; avāpsyasi—akan memperoleh, berakibat, mendatangkan.

Akan tetapi jika kamu tidak melaksanakan kewajiban pertempuran ini, akan mendatangkan dosa dan reputasi atas tugasmu akan hancur.

BG 2.34

अकीर्तिं चापि भूतानि कथयिष्यन्ति तेऽव्ययाम् ।
सम्भावितस्य चाकीर्तिर्मरणादतिरिच्यते ॥२- ३४॥
akīrtiḿ cāpi bhūtāni kathayiṣyanti te 'vyayām
sambhāvitasya cākīrtir maraṇād atiricyate

Bhagawad Gita 2.34

Arti Bhagawad Gita 2.34

akīrtim—aib, keburukan; ca—dan, juga; api—terutama; bhūtāni—semua orang; kathayiṣyānti—akan membicarakan; te—engkau; avyayām—selamanya; sambhāvitasya—orang yang terhormat; akīrtiḥ—nama yang buruk; maraṇāt—daripada kematian; atiricyate—menjadi lebih daripada.
ca api—selain itu;

Selain itu semua orang akan membicarakan aib-mu selamanya, dan bagi orang yang terhormat aib itu lebih buruk dari kematian.

BG 2.35

भयाद्रणादुपरतं मंस्यन्ते त्वां महारथाः ।
येषां च त्वं बहुमतो भूत्वा यास्यसि लाघवम् ॥२- ३५॥
bhayād raṇād uparataḿ maḿsyante tvāḿ mahārathāḥ |
yeṣāḿ ca tvaḿ bahumato bhūtvā yāsyasi lāghavam || 2.35

Bhagawad Gita 2.35

Arti Bhagawad Gita 2.35

bhayāt—takut, pengecut; raṇāt—dari medan perang; uparatam—dihentikan, mundur; maḿsyante—mereka akan menganggap; tvām—engkau; mahā-rathaḥ—para jendral yang besar; yeṣām—dari mereka; ca—dan, juga; bahu-mataḥ—dijunjung tinggi; bhūtvā—sesudah menjadi, tersisa; yāsyasi—akan pergi, menjadi; lāghavam—nilai berkurang, lebih rendah.

para jendral pasukan akan mengangap dirimu mundur dari medan perang karena pengecut, dan dimata mereka kehormatan kamu itu menjadi tersisa lebih rendah.

BG 2.36

अवाच्यवादांश्च बहून्वदिष्यन्ति तवाहिताः ।
निन्दन्तस्तव सामर्थ्यं ततो दुःखतरं नु किम् ॥२- ३६॥
avācya-vādāḿś ca bahūn vadiṣyanti tavāhitāḥ |
nindantas tava sāmarthyaḿ tato duḥkhataraḿ nu kim || 2.36

Bhagawad Gita 2.36

Arti Bhagawad Gita 2.36

avācyā—kurang baik, tidak benar, fitnah; vādān—kata-kata yang dibuat; ca—dan, juga; bahūn—banyak; vadiṣyanti—berkata; tavā—milik engkau; ahitāḥ—para musuh; nindantaḥ—mengejek; sāmarthyam—kesanggupan, kemampuan; tataḥ—daripada itu, selain itu; duḥkha-taram—lebih menyakiti hati, lebih menyakitkan; nu—lalu, kemudian; kim—apa.

para musuhmu juga mengucapkan banyak kata-kata fitnah, mengejek kemampuanmu, kemudian apa yang lebih menyakitkan selain itu?

BG 2.37

हतो वा प्राप्स्यसि स्वर्गं जित्वा वा भोक्ष्यसे महीम् ।
तस्मादुत्तिष्ठ कौन्तेय युद्धाय कृतनिश्चयः ॥२- ३७॥
hato vā prāpsyasi svargaḿ jitvā vā bhokṣyase mahīm |
tasmād uttiṣṭha kaunteya yuddhāya kṛta-niścayaḥ || 2.37

Bhagawad Gita 2.37

Arti Bhagawad Gita 2.37

hataḥ—dengan dibunuh, terbunuh; vā—atau, salah satu; prāpsyasi—mencapai; svargam—surga; jitvā—dengan mengalahkan, kemenangan; bhokṣyase—menikmati; mahīm—dunia; tasmāt—karena itu; uttiṣṭha—bangunlah, bangkitlah; kaunteyā—wahai Arjuna; yuddhāya—bertempur; kṛta—tabah; niścayaḥ—didalam kepastian.
kṛta niścayaḥ—ketabahan hati.

salah satu terbunuh engkau mencapai surga atau meraih kemenangan engkau menikmati dunia ini, karena itu bangkitlah hai Kaunteyā, bertempurlah dengan ketabahan hati.

BG 2.38

सुखदुःखे समे कृत्वा लाभालाभौ जयाजयौ ।
ततो युद्धाय युज्यस्व नैवं पापमवाप्स्यसि ॥२- ३८॥
sukha-duḥkhe same kṛtvā lābhālābhau jayājayau
tato yuddhāya yujyasva naivaḿ pāpamavāpsyasi

Bhagawad Gita 2.38

Arti Bhagawad Gita 2.38

sukha—suka, kebahagiaan; duḥkhe—duka, kesedihan; same—dengan sikap yang sama; kṛtvā—bertindak, melakukan demikian; lābha—dalam untung; alābhau—dalam keadaan rugi; jaya—keadaan menang; ajayau—keadaan kalah; tataḥ—sesudah itu; yuddhāya—pertempuran; yujyasva—bersiap-siap, siaga; na—tidak pernah, jangan; evam—sehingga; pāpam—reaksi dosa; avāpsyasi—mendapatkan.
na avāpsyasi—terhindar;

bertindaklah dengan sikap yang sama, dalam kebahagiaan ataupun kesedihan, baik untung maupun rugi, baik dalam kemenangan maupun kekalahan, lalu bersiap-siaplah untuk berperang sehingga terhindar dari dosa.

author