BG 2.7

No comment 70 views
BG 2.7,5 / 5 ( 1votes )

BG 2.7

BG 2.7

कार्पण्यदोषोपहतस्वभावः पृच्छामि त्वां धर्मसम्मूढचेताः ।
यच्छ्रेयः स्यान्निश्चितं ब्रूहि तन्मे शिष्यस्तेऽहं शाधि मां त्वां प्रपन्नम् ॥२- ७॥

kārpaṇya-doṣopahata-svabhāvaḥ pṛcchāmi tvāḿ dharma-sammūḍha-cetāḥ |
yac chreyaḥ syān niścitaḿ brūhi tan me śiṣyaste 'haḿ śādhi māḿ tvāḿ prapannam || 2.7

Bhagawad Gita 2.7

Penggalan sloka ini merupakan sebuah kalimat yang terkait langsung dengan beberapa kalimat lain dalam sub topik "Kebingungan Arjuna", dimana didalam sub-topik itu termuat 5 sloka. yakni BG 2.4 sampai dengan BG 2.8 berikut ini:

Arjuna berkata;

wahai Madhusūdana, bagaimana bisa saya menyerang Kakek Bhisma juga Guru Drona, membalas anak panah mereka yang patut dihormati oh Ari-sūdana. Lebih baik tidak membunuh para Guru yang berjiwa mulia itu walau menikmati hidup dengan di alam ini, daripada pemenuhan keinginan dan kekayaan di dunia ini tetapi dengan membunuh guru, tentunya menikmati kesenangan yang ternoda darah.

Kita ini juga tidak tahu yang mana bagi kita yang lebih baik, apakah menaklukkan atau jika ditaklukan? tentu setelah membunuh mereka yang berada didepan, yang memihak putra Dḥṛtarāṣṭra, kita tidak akan berhasrat untuk hidup. Keberadaanku dikuasai oleh kelemahan dan kekurangan dalam dharma yang membingungkan hati. Saya mohon kepadamu, mungkin hal apa yang terbaik, beritahu itu padaku muridmu, tegaskan, beritahu diriku, Aku pasrah kepadamu. Tentu tidak dapat menemukan cara menghilangkan kesedihanku itu yang mengeringkan akal sehatku walau memperoleh kemakmuran tiada-tara dibumi juga kekuasaan atas kerajaan surgawi.

Bhagawad Gita II.4-8
Bhagawad Gita Bab 2

Arti Bhagawad Gita 2.7

कार्पण्यदोषोपहतस्वभावः पृच्छामि त्वां धर्मसम्मूढचेताः ।
kārpaṇya-doṣopahata-svabhāvaḥ pṛcchāmi tvāḿ dharma-sammūḍha-cetāḥ |
kārpaṇya—kikir, pelit, kemiskinan, kekurangan; doṣa—kelemahan, kesalahan; upahata—dikuasai, diserang, ditutupi, dilemahkan; sva-bhāvaḥ—ciri-ciri, keberadaanku; pṛcchāmi—hamba bertanya; tvām—Anda, Kamu; dharma—dharma; sammūḍha—bodoh, bingung, tidak sadar; cetāḥ—dalam hati, pikiran;
Keberadaanku dikuasai oleh kelemahan dan kekurangan dalam dharma yang membingungkan hati.

यच्छ्रेयः स्यान्निश्चितं ब्रूहि तन्मे शिष्यस्तेऽहं शाधि मां त्वां प्रपन्नम् ॥२- ७॥
yac chreyaḥ syān niścitaḿ brūhi tan me śiṣyaste 'haḿ śādhi māḿ tvāḿ prapannam || 2.7
yat—apa; śreyaḥ—kebaikan; syāt—mungkin, dapat terjadi; niścitam—yakinkan, tegaskan; brūhi—beritahukan; tat—itu; me—kepadaku; śiṣyaḥ—murid; te—milikmu; aham—aku, saya; śādhi—beritahu, instruksikan; mām—diriku; prapannam—menyerahkan diri.
Saya mohon kepadamu, mungkin hal apa yang terbaik, beritahu itu padaku muridmu, tegaskan, beritahu diriku, Aku pasrah kepadamu.

author