BG 3.17

No comment 69 views
BG 3.17,5 / 5 ( 1votes )

BG 3.17

Selalu Merasa Berkecukupan

Sri Krishna berkata:

Tetapi dia yang hanya bersukacita dalam sang diri juga sebagai manusia yang tetap puas dengan sang diri, dan hanya berpuas diri dalam Diri-Nya, baginya tidak ada kewajiban. Baginya tidak pernah ada yang punya tujuan/keinginan dalam bertindak, tiada kekawatiran terhadap apapun pada saat tanpa bertindak di dunia ini, apalagi untuknya tidak untuk bergantung pada semua makhluk untuk tujuan apa pun. Karena itu, laksanakanlah senantias kegiatan yang diwajibkan dengan tanpa tendensi, tentunya dengan melakukan tindakan tanpa ikatan membawa seseorang kepada yang tertinggi.

Bhagawad Gita 3.17-19
Bhagawad Gita 3

BG 3.17

यस्त्वात्मरतिरेव स्यादात्मतृप्तश्च मानवः ।
आत्मन्येव च सन्तुष्टस्तस्य कार्यं न विद्यते ॥३- १७॥
yas tv ātma-ratir eva syād ātma-tṛptaś ca mānavaḥ |
ātmany eva ca santuṣṭas tasya kāryaḿ na vidyāte || 3.17

Bhagawad Gita 3.17

Arti Bhagawad Gita 3.17

yaḥ—orang itu, dia; tu—tetapi; ātma—sang Diri, Atma; ratiḥ—kenikmatan seksual, cinta, kesenangan, daya tarik, keterikatan dengan cinta dan kasih sayang; evā—hanya; syāt—tetap; tṛptaḥ—penuh, kenyang, terpuaskan, memenuhi; ca—dan, juga; mānavaḥ—seorang manusia; ātmani—di dalam Diri-Nya; santuṣṭaḥ—bersyukur, dipuaskan secara sempurna, sangat senang, ditenangkan, sangat bahagia; tasya—miliknya, baginya; kāryam—tugas kewajiban; na—tidak; vidyāte—ada; ātma-ratiḥ— bersukacita atau bersenang hati dalam sang diri; ātma-tṛptaḥ—diterangi oleh sang Diri, puas dalam sang Diri; 

Tetapi dia yang hanya bersukacita dalam sang diri juga sebagai manusia yang tetap puas dengan sang diri, dan hanya berpuas diri dalam Diri-Nya, baginya tidak ada kewajiban.


BG 3.18

नैव तस्य कृतेनार्थो नाकृतेनेह कश्चन ।
न चास्य सर्वभूतेषु कश्चिदर्थव्यपाश्रयः ॥३- १८॥
naiva tasya kṛtenārtho nākṛteneha kaścana |
na cāsya sarva-bhūteṣu kaścid artha-vyapāśrayaḥ || 3.18

Bhagawad Gita 3.18

Arti Bhagawad Gita 3.18

na—tidak pernah, tiada, tanpa; evā—pasti; tasya—miliknya, baginya; kṛtena—demi, dalam bertindak, dalam pelaksanaan tugas kewajiban, dengan tindakanNya; arthaḥ—tujuan; akṛtena—tanpa pelaksanaan tugas kewajiban; iha—di kehidupan ini, di dunia ini; kaścana—apapun, beberapa, seseorang, masa bodo, apa saja, terserah, kekawatiran terhadap apapun; ca—dan; asya—dari dia; sarva—semua; bhūteṣu—makhluk hidup, yang tercipta; kaścit—apapun; artha—tujuan; vyapāśrayaḥ—berlindung atau bergantung kepada; ca asya—apalagi untuknya; sarva-bhūteṣu—di antara semua makhluk hidup, semua makhluk;

baginya tidak pernah ada yang punya tujuan/keinginan dalam bertindak, tiada kekawatiran terhadap apapun pada saat tanpa bertindak di dunia ini, apalagi untuknya tidak untuk bergantung pada semua makhluk untuk tujuan apa pun.


BG 3.19

तस्मादसक्तः सततं कार्यं कर्म समाचर ।
असक्तो ह्याचरन्कर्म परमाप्नोति पूरुषः ॥३- १९॥
tasmād asaktaḥ satataḿ kāryaḿ karma samācara |
asakto hy ācaran karma param āpnoti pūruṣaḥ || 3.19

Bhagawad Gita 3.19

Arti Bhagawad Gita 3.19

tasmāt—karena itu; asaktaḥ—tanpa ikatan, tanpa berharap keuntungan, tanpa tendensi; satatam—senantiasa, menjadi kebiasaan, selalu, terus-menerus, tanpa putus; kāryam—sebagai kewajiban, layak untuk dilaksanakan, wajib, kerja, harus dilakukan, sebagai tugas; karma—pekerjaan, bertindak; samācara—melakukan; hi—tentunya; ācaran—melakukan, berprilaku, tampil, aktifitas, mempraktekan, pelaksanaan; param—Yang Tertinggi; āpnoti—mencapai, membawa; puruṣaḥ—seorang manusia.

karena itu, laksanakanlah senantias kegiatan yang diwajibkan dengan tanpa tendensi, tentunya dengan melakukan tindakan tanpa ikatan membawa seseorang kepada yang tertinggi.

author