BG 3.3

No comment 132 views
BG 3.3,5 / 5 ( 1votes )

BG 3.3

Hidup adalah kerja

Sri Krishna berkata:

oh Anagha-ku dikatakan tadi di dunia ini terdapat dua jenis praktik keyakinan, jalan kecerdasan untuk para cendikiawan dan jalan tindakan untuk para praktisi. Bukan dengan tidak melakukan pekerjaan seseorang mencapai kebebasan dari reaksi tindakan, tidak juga hanya dengan melepaskan ikatan akan mencapai kesuksesan. Tidak ada siapapun yang dapat pada suatu ketika tanpa melakukan tindakan bahkan untuk sesaat, oleh karena semua dipaksa untuk bertindak, tanpa kontrol berdasarkan kualitas sifat material kelahirannya.
Dia yang mengendalikan aktifitas panca indra dengan duduk merenungkan kenikmatan pikiran obyek inderanya, dia menipu dirinya sendiri disebut sebagai orang munafik. Tetapi wahai Arjuna dia yang mengontrol panca indra dimulai dari pikirannya, bertindak tanpa melibatkan panca indera dialah yang lebih utama.

Bhagawad Gita 3.3-7
Bhagawad Gita 3.

BG 3.3

श्रीभगवानुवाच 
लोकेऽस्मिन्द्विविधा निष्ठा पुरा प्रोक्ता मयानघ ।
ज्ञानयोगेन सांख्यानां कर्मयोगेन योगिनाम् ॥३- ३॥
śrī-bhagavān uvāca
loke 'smin dvi-vidhā niṣṭhā purā proktā mayānagha |
jñāna-yogena sāńkhyānāḿ karma-yogena yoginām || 3.3

Bhagawad Gita 3.3

Arti Bhagawad Gita 3.3

Śrī-bhagavān—Sri Krishna; uvāca—berkata; 

loke—Alam, di dunia; asmin—ini; dvi-vidhā—dua jenis; niṣṭhā—keyakinan, praktek kegiatan, tahap, pengabdian, kondisi; purā—tadi; proktā—dikatakan; mayā—oleh-Ku; anagha—wahai Arjuna, yang tidak berdosa; jñāna-yogena—pengabdian di jalan kecerdasan akan pengetahuan; sāńkhyānām—mengenai para filusuf yang mendasarkan pengetahuannya pada percobaan, para pemikir pengetahuan, para peneliti ilmiah, cendikiawan; karma-yogena—pengabdian dengan jalan tindakan/perbuatan; yoginām—mengenai para praktisi.

Sri Krishna berkata:

oh Anagha-ku dikatakan tadi di dunia ini terdapat dua jenis praktik keyakinan, jalan kecerdasan untuk para cendikiawan dan jalan tindakan untuk para praktisi.


BG 3.4

न कर्मणामनारम्भान्नैष्कर्म्यं पुरुषोऽश्नुते ।
न च संन्यसनादेव सिद्धिं समधिगच्छति ॥३- ४॥
na karmaṇām anārambhān naiṣkarmyaḿ puruṣo 'śnute |
na ca sannyāsanād eva siddhiḿ samadhigacchati || 3.4

Bhagawad Gita 3.4

Arti Bhagawad Gita 3.4

na—tidak, bukan; karmaṇām—dari tugas-tugas kewajiban yang telah ditetapkan, pekerjaan, tindakan; anārambhāt—tidak melakukan, menghindari; naiṣkarmyam—kebebasan dari reaksi tindakan; puruṣaḥ—seorang manusia; aśnute—dapat mencapai; ca—juga; sannyāsanāt—melepaskan ikatan; evā—hanya; siddhim—kesuksesan, kesempurnaan; samadhigacchati—akan mencapai.

bukan dengan tidak melakukan pekerjaan seseorang mencapai kebebasan dari reaksi tindakan, tidak juga hanya dengan melepaskan ikatan akan mencapai kesuksesan.


BG 3.5

न हि कश्चित्क्षणमपि जातु तिष्ठत्यकर्मकृत् ।
कार्यते ह्यवशः कर्म सर्वः प्रकृतिजैर्गुणैः ॥३- ५॥
na hi kaścit kṣaṇam api jātu tiṣṭhaty akarma-kṛt |
kāryate hy avaśaḥ karma sarvaḥ prakṛti-jair guṇaiḥ || 3.5

Bhagawad Gita 3.5

Arti Bhagawad Gita 3.5

na—tidak; hi—pasti, oleh karena; kaścit—siapapun, seorangpun; kṣaṇam—satu saat, sesaat; api—juga, bahkan; jātu——pada suatu waktu, pernah, kapan saja, pada suatu ketika, suatu hari; tiṣṭhati—berdiri, tinggal, dapat, tetap; akarma-kṛt—tanpa melakukan sesuatu, tanpa berbuat, tanpa bertindak; kāryate—tercipta, dibuat, dipaksakan melakukan, dituntut, disebabkan untuk tampil; avāsaḥ—tidak berdaya, tanpa kontrol; karma—pekerjaan, bertindak; sarvaḥ—segala, semua; prakṛti-jaiḥ—sifat material kelahirannya; guṇaiḥ—oleh sifat-sifat, berdasarkan kualitas; na hi—tidak ada;

tidak ada siapapun yang dapat pada suatu ketika tanpa melakukan tindakan bahkan untuk sesaat, oleh karena semua dipaksa untuk bertindak, tanpa kontrol berdasarkan kualitas sifat material kelahirannya.


BG 3.6

कर्मेन्द्रियाणि संयम्य य आस्ते मनसा स्मरन् ।
इन्द्रियार्थान्विमूढात्मा मिथ्याचारः स उच्यते ॥३- ६॥
karmendriyāṇi saḿyamya ya āste manasā smaran |
indriyārthān vimūḍhātmā mithyācāraḥ sa ucyate || 3.6

Bhagawad Gita 3.6

Arti Bhagawad Gita 3.6

karma-indriyāṇi—aktfitas “panca” indera; saḿyamya—mengendalikan; yah—siapapun, dia; aste—tetap, duduk; manasā—pikiran, imajinasi, hati, tersirat, terkandung, hadir dalam pikiran; smaran—memeriksa, kenangan, mengingat, merenungkan; indriya-arthān—obyek indera, tujuan dari indera; vimūḍha—bodoh; ātmā—sang Atma; mithyā—tidak sengaja, salah, keliru, tidak benar; ācāraḥ—adat, melakukan, prilaku, tata cara, ajaran; saḥ—dia; ucyate—disebut; vimūḍha ātmā—menipu diri-Nya sendiri; mithyā-ācāraḥ—orang yang berpura-pura, orang munafik;

dia yang mengendalikan aktifitas panca indra dengan duduk merenungkan kenikmatan pikiran obyek inderanya, dia menipu dirinya sendiri disebut sebagai orang munafik.


BG 3.7

यस्त्विन्द्रियाणि मनसा नियम्यारभतेऽर्जुन ।
कर्मेन्द्रियैः कर्मयोगमसक्तः स विशिष्यते ॥३- ७॥
yas tv indriyāṇi manasā niyamyārabhate 'rjuna |
karmendriyaiḥ karma-yogam asaktaḥ sa viśiṣyate || 3.7

Bhagawad Gita 3.7

Arti Bhagawad Gita 3.7

yaḥ—orang itu, dia; tu—tetapi; indriyāṇi—panca indera; manasā—pikiran; niyamya—mengatur, mengontrol; ārabhate—memulai; Arjuna—wahai Arjuna; karma-indriyaiḥ—oleh indera-indera yang giat; karma-yogam—menghubungkan diri dengan tuhan lewat tindakan; asaktaḥ—tanpa ikatan, tanpa gangguan, berbaring diatasnya, terlepas dari perasaan dan nafsu duniawi, terlepas; saḥ—dia; viśiṣyate—dibedakan, diprioritaskan, lebih baik, melampaui, lebih menonjol dari yang lain, jauh lebih maju, lebih utama; karma-indriyaiḥ asaktaḥ—bertindak tanpa melibatkan panca indera (mementingkan diri);

tetapi wahai Arjuna dia yang mengontrol panca indra dimulai dari pikirannya, bertindak tanpa melibatkan panca indera dialah yang lebih utama.

author