BG 6.30

No comment 38 views
BG 6.30,5 / 5 ( 1votes )

BG 6.30

Bhagawad Gita VI.30 ini masih membicarakan topik pokok dari Praktek keseharian yang dilakukan oleh seorang Yogi. Sloka BG 6.30 ini tidaklah bisa ditafsirkan sepihak, karena sloka Bhagawad Gita 6.30 hanyalah sepenggal kalimat dalam pembahasan "Yogi Terbaik". Berikut ini disajikan ulasan lengkap dari topik pokoknya, dan posisi kalimat sloka dari Bhagavad Gita 6.30 dalam topik yogi terbaik:

Krishna berkata:

ketika pikiran terkontrol, tetap tinggal pastinya dalam sang Diri, pada saat itu terbebas dari keinginan segala obyek kepuasan indera demikian dikatakan sebagai kesempurnaan yoga. Sebagaimana pelita yang terletak di suatu tempat tanpa tiupan angin sehingga tidak goyang begitulah dikatakan perumpamaannya, seorang yogi yang mengendalikan pikiran senantiasa berlatih untuk bersatu dengan Sang Diri. ketika pikiran dibatasi dan berhenti dengan melaksanakan yoga, dan pada saat sadar akan diri oleh Diri-Nya pastinya kebahagiaan ada di dalam diriNya. kebahagiaan yang tak terbatas itu dapat dicapai dengan intelektual yang melampaui hal duniawi, ketika mengetahui dan mencapai yang ini pastinya tidak menyimpang dari kebenaran. setelah mencapai hal itu tidak lagi memikirkan keuntungan lainnya yang melampaui dari itu, merasa mantap dalam keadaan tersebut tidak tergoyahkan oleh kesengsaraan meski sangat sulit. ketahui hal itu penghilang hubungan dari kesengsaraan dikenal dengan samadi yoga, sistem yoga itu harus dipraktekan dengan tekad pikiran tanpa lelah.

Meninggalkan sepenuh hati semua keinginan yang lahir dari angan-angan, membatasi organ indera dari semua sisi melalui pikiran. menarik diri secara bertahap dengan kecerdasan dan keyakinan yang kuat, membuat pikiran transen di dalam sang atma tidak memikirkan sesuatu hal lainnya. pikiran yang goyah gelisah mengembara kemanapun dan dimanapun, dari sana-sini mengaturnya, membawa ini dibawah kendali sang Diri. kebahagiaan tertinggi ini hanya datang kepada praktisi yoga yang pemikirannya tenang, gairah nafsu yang ditenangkan, terlepas dari dosa setelah bersatu dengan Brahman.

praktisi yoga tanpa noda sedemikian rupa selalu berkonsentrasi pada sang Diri, dengan mudah merasakan kebahagiaan tanpa batas lewat hubungan dengan Brahman. sang Diri bersemayam disemua mahkluk, semua mahkluk juga dalam sang diri, dengan penyatuan atma lewat yoga sehingga cara pandangnya sama dalam melihat kesemuaya. dia yang melihatKu dalam segala hal dan melihat segala sesuatu dalam-Ku, baginya Aku tidak hilang dan dia tidak hilang bagiku. dia yang mapan dalam kesatuan, menyembahku didalam semua ciptaan, meskipun praktisi yoga tersebut dalam berbagai kondisi, dia tetap hadir didalamku. wahai Arjuna, dia yang melihat kesemuanya dengan cara yang sama seperti halnya Sang Atma, atau kebahagiaan, atau kalaupun kesedihan praktisi yoga itu dianggap sempurna.

Bhagawad Gita 6.18-32
Bhagawad Gita VI

BG 6.30

यो मां पश्यति सर्वत्र सर्वं च मयि पश्यति ।
तस्याहं न प्रणश्यामि स च मे न प्रणश्यति ॥६- ३०॥
yomāḿ paśyatisarvatra sarvaḿ ca mayipaśyati |
tasyāhaḿ napraṇaśyāmi sa ca me napraṇaśyati || 6.30

Bhagawad Gita 6.30

Arti Bhagawad Gita 6.30

यो मां पश्यति सर्वत्र सर्वं च मयि पश्यति ।
yo māḿ paśyati sarvatra sarvaḿ ca mayi paśyati |

yaḥ—siapapun, dia; mām—milik Aku; paśyāti—melihat; sarvatra—dalam segala hal, di mana-mana; sarvam—segala sesuatu; ca—dan; mayi—di dalam Diri-Ku;

dia yang melihatKu dalam segala hal dan melihat segala sesuatu dalam-Ku,

तस्याहं न प्रणश्यामि स च मे न प्रणश्यति ॥६- ३०॥
tasyāhaḿ na praṇaśyāmi sa ca me na praṇaśyati || 6.30

tasya—baginya; aham—Aku; na—tidak; praṇaśyāmi—Aku hilang; saḥ—dia; me—kepada-Ku, bagiku; praṇaśyāti—hilang.

baginya Aku tidak hilang dan dia tidak hilang bagiku.

Tags:
author