Gni Rahsya

No comment 354 views
Gni Rahsya,5 / 5 ( 1votes )

Gni Rahsya

Gni Rahsya dari Gni Sakti

Gni Rahsya atau Agni Rahasya merupakan "Api Sukma" capaian dari latihan meditasi "Ngurip Gni Sakti". Seperti yang telah disampaikan dalam tuntunan Ngurip Gni Sakti, bahwa ciri-ciri firik orang yang sudah mampu "NGURIP" Gni Sakti, dimana saat meditasi "ngregep" tubuhnya mengeluarkan uap (asap tipis), dan bila "ngregepan" itu dilaksanakan ditempat gelap gulita maka tubuhnya akan bercahaya akibat uap tubuh berkilauan seperti mengeluarkan percikan bara api. Pada tahap inilah seseorang dikatakan sudah menapaki spiritual lewat jalur kawisesan "Gni Rahsya".

Setelah mampu berada di posisi ini "Gni Sakti - Gni Rahsya" sudah maurip, barulah seseorang diijinkan untuk mempelajari Aji Kawisesan ataupun keilmuan spiritual lainnya. Selain ciri fisik tersebut, ada cara lain sebagai pembuktian atau penunjukan bahwa seseorang sudah paham metode Agni Rahasya yakni mampu mengendalikan cuaca entah itu nerang hujan ataupun membuat hujan serta melaksanakan pangusahan (pengobatan) berbasis energi esoterik.

Berikut ini beberapa contoh tehnik aplikatif yang bisa digunakan sebagai tolok ukur capaian "Kobaran" Gni Rahsya:

  • Test 1 Tehnik api dalam air
  • Test 2 Nerang Hujan
  • Test 3 Pangujanan
  • Test 4 Pangusadan

Test harus dilaksanakan secara bertahap, mulai dari Test 1, apabila lolos baru dilanjutkan ke Test ke 2 dan seterusnya.
Penguasaan tehnik Gni Rahsya akan terlihat dari 4 tahap test tersebut, bila salah satu test gagal, maka power Gni Rahsya anda belum maksimal.

Apabila sudah mampu melewati ke empat test tersebut, barulah semeton praktisi sudah masuk "Level Aman" paling dasar (pemula) dari tahapan belajar kawisesan dan spiritual tradisi bali.

catatan khusus...
Bila di Test pertama sudah gagal, maka sangat dianjurkan untuk melatih kembali maksimal dimulai dari "Belajar Dasar Kawisesan 3". Lebih baik melatih kembali Dasar Kawisesan daripada jadi tumbal Manusa Sakti dikemudian hari.


beberapa hal sebelum melaksanakan ritual ini, semeton praktisi diupayakan melakukan "ngurip mantra" yang dilanjutkan dengan "pasupati mantra". Adapun aturan umum dalam memantra (melakukan doa), sekali tarik nafas, rafalkan mantra hingga selesai, sangat dilarang menarik nafas dipertengahan mantra.

  • Pengurip mantra: "ongg... melingku sang hyang mantra, anguripin sang hyang mantra, teka urip 3x"
  • Pasupati mantra. sarananya: sibuh cemeng yang didalamnya diisi air minum sukla dan porosan. disertai dengan menghidupkan pasepan kemenyan. mantrai air di sibuhnya, selesai memantrai percikkan 3x, minum 3x, ruapkan wajah 3x. Mantranya: "idep aku bhatara guru, angurip sastra kabeh, ongkara angkara mangkara urip, ungkara urip, bhagawan acintya angurip sastra kabeh, sang hyang saraswati urip, ika bhatara guru makarya pangurip sastra utama. ongg...grenggg.. grengg wastu ye namah swaha"
  • Pengraksa jiwa: "ongg... hrongg... krongg... siwa astra raja ya namah swaha"

Tehnik Api dalam Air

ini merupakan TEST PEMULA bagi praktisi energi. Caranya:

  • Siapkan air dalam gelas kaca
  • silahkan pusatkan pikiran, bangkitkan Gni Rahsya dalam diri
  • niatkan inti api Gni Rahsya anda disalurkan kedalam air (dalam gelas)
  • masukan gelas yang berisi air tersebut ke dalam kulkas (freezer) dengan level tertinggi, seperti halnya membuat es yang paling cepat.
  • diamkan air tersebut minimal selama 9 hari.

anda dianggap lulus test apabila selama 9 hari air dalam gelas tersebut tidak membeku. Apabila lulus, barulah dilanjutkan ke Tahap selanjutnya. Test tahap ke 2, yakni Nerang Hujan. Tahap ini memerlukan power lebih besar lagi.

catatan:

  • bila air bertahan untuk tidak berisi es kurang dari 3 hari, artinya perlu memperdalam kembali "Belajar Dasar Kawisesan 1", mungkin belum bisa atau tidak mampu transfer energi inti api ke media air tersebut.
  • bila air bertahan untuk tidak berisi es kurang dari dua minggu, min 9 hari, artinya perlu memperdalam kembali "Belajar Dasar Kawisesan 3"

Tehnik Nerang Hujan

Berkenaan dengan tehnik nerang hujan bisa dibaca di (1) Tehnik Dasar Nerang Hujan; dan (2) Ilmu Nerang Hujan. Kemampuan menahan hujan ini merupakan salah satu sumber pendapatan bagi yang "hobby" menjadi Pawang Hujan Bali.

Tambahan bagi yang sudah mampu NGURIP GNI SAKTI dapat mengunakan KALWUNG GNI dalam rangka menahan posisi awan. logikanya dengan kalwung gni, hawa di sekitar target, akan menjadi panas, sehingga udara menjadi lebih hangat, penguapan menjadi lebih maksimal, dan apabila terbentuk awan, awan akan lebih cepat terpecah dan tergeser ke tempat yang lebih sejuk. selain Kalwung Gni, Mantra GNI ASTRA berikut biasanya digunakan pada saat hujan sudah tidak bisa ditahan, akibat perbuatan orang-orang yang ingin merusak kegiatan dan sengaja menyerang dengan sarana hujan.

Caranya, Urip Gni Sakti, kemudian tahan hingga berkobar. Setelah itu barulah rafalkan Mantra-mantra berikut dengan niat membakar, menjadi manusia sakti bermahkota kobaran api (kalwung gni). Bila ada petir menyambar artinya ada perlawanan dengan senjati sakti, maka gunakan Gni Astra untuk melawannya, niatkan melemparkan senjata Api (gni astra) ke arah sumber kilat petir tersebut. Jadi jangan terkejut bila ada petir yang salaing sambar berikut gemuruh menggelegar yang akan terus menerus. resiko perang senjata tentu "luka dalam", tubuh terbakar bahkan kematian. disini pentingnya power Gni Rahsya, yang lemah akan roboh.

Tehnik kawisesan kaluwung gni (mahkota api):

"... iti kaluwung gni ngaran... kobarkan Gni Rahsya dalam diri..
Gni manca warna posisinya nabi (dibawah pusar), keluar masuknya di siwadwara (ubun-ubun), disini di nabi-lah tempat berkumpulnya inti api... Gni putih posisinya di jantung, keluar masuknya lewat mata.. Gni merah posisinya di hati, keluar masuknya lewat mulut.. Gni kuning posisinya di ginjal, keluar masuknya lewat telinga.. Gni hitam posisinya di empedu, keluar masuknya lewat hidung.. konsentrasikan agar Gni Rahsya tersebut berkobar hingga cahayanya keluar di kepala, bermahkotakan api..."

Mantra kawisesan Gni Astra (panah api)

Ong Ang , Bang Gni Astra murub kadi Kala Rupa, Anyapu awu, Durga lidek teka geseng 3X, Aku Sanghayang Cintya Gni Angabar-abar gni sejagat, Bhuta gseng, Kala Gseng, Desti gseng, Ndih aku kadi teja sumirat, Gseng tan patalu-talu, Teka geseng 3x

Selain mantra diatas, masih banyak lagi tehnik Nerang Hujan yang dikombinasikan dengan penggunakan senjata untuk menyerang siapaun yang hendak mengganggu kegiatan nerang hujan ini. Mantra-mantra tersebut tersebar di berbagai lontar kawisesan di Bali.

Anda dianggap lulus Test tahap 2 ini, apabila mampu meredakan hujan yang sudah mulai turun minimal 30 menit atau setara dengan habisnya sebatang dupa atau matinya api lampu sambe layar dalam ritual Nerang Hujan. setelah lolos test ini, silahkan ikuti test tahap 3, yakni Membuat Hujan.


Tehnik Pangujanan (membuat hujan)

Ada beberapa tehnik dalam membuat hujan.

Anda dianggap lulus test ini, apabila mampu membuat awan berkumpul disekililing anda dan menurunkan hujan, minimal embun yang membasahi dedaunan. lolos test ini barulah menjalankan test tahap akhir, yakni Pengobatan (pangusadan), dasar Balian Usadha.


Tehnik Pangusadan

Metode dasar dalam pengobatan bisa di baca "Tapak Balian". Bagi yang belum mampu aplikasi Gni Rahsya bisa menggunakan cara modern, caranya baca "Menjadi Balian Tidak Perlu Sakti".

untuk tingkat lanjut, ada beberapa tips pangusada:

Penawar (obat)
  • Penawar panes. sarana: air sukla. mantrai airnya, tiup 3x, ercikkan kepada pasien kemudian minumkan. mantranya: "ong 3x, ang 3x, ang ah 3x".
  • Penawar dumelada (demam - kebus dingin). sarananya" air minum sukla. mantranya: "ong hng mang, 3x"
  • Penawar tis. sarananya" air minum sukla. mantranya: "ong myang ung hng, 3x", atau bisa juga dengan mantra: "ong hyah ah, 3x"
  • Penawar pemali. sarananya" air minum sukla. mantranya: "ih hyang yang, 3x"
  • Penawar Cetik. Sarana: sakawenang. Mantranya: "onggg lara muksah ilang". atau dengan mantra: "ih cangkemku bhatara brahma, wetengku segara danu, teka lebur 3x, sakwehing pangan, pisuna manusa sakti, tka geseng 3x". bila dengan sarana Garam, mantrai garamnya, tahan nafas di nabi beberapa saat, kemudian telan garamnya. mantranya: "ongg... lidahku, lidah putih cangkem api, sing manjing, geseng 3x"
Pemacut (pencabut)
  • Pemancut guna (ilmu pelet). saranyanya: batok arang yang diisi air minum sukla. mantra: "idep aku bapa akasa ibu pertiwi, saguna japa mantra, lekas sama kawisayan, satru musuhku teka wusss... kabancut 3x" selesai merafalkan mantra, tiup airnya 3x, percikkan/mandikan kepada pasien kemudian minumkan.

Mantra Kawisesan

Pematuh
  • Pematuh Gering. Sarana: Kesuna Jangu. Mantranya: "Ih bhatara Bima Sakti, anglebak ikang bwana, amepet marga gering kabeh, teka pepet 3x, teka patuh 3x".
  • Pematuh Leyak. Sarana: sakewenang (apapun yang ada dihadapan). Mantranya: "ih.. guru mentas 3x, kala mimpas 3x, teka patuh 3x".
  • Pematuh luwih. sarana: sakewenang. Mantranya:" onggg...idep aku sang hyang tunggal, amatuhana bwana kabeh,surya-candra, lintang-tranggana, patuh gni, banyu patuh, angin patuh, jadma manusa patuh, apan kasidian nira sang hyang tunggal, amatuhana sakawenang, patuh ingkup".

Anda dianggap lolos test ini apabila pasien dapat sembuh, atau tidak kambuh selama beberapa hari. ketentuan pasien juga haruslah disesuaikan dengan penggunaan beberapa mantra diatas.

Apabila semeton lolos test tahap akhir ini, maka semeton sudah aman dalam mempelajari ilmu kawisesan, melakoni profesi pengobatan non medis dll.


Bagi yang sudah lolos tahapan diatas, dipersilahkan untuk membaca:

Bila sudah merafalkan atau melaksanakan beberapa test capaian Gni Rahsya diatas, NAMUN tidak ada reaksi, MAKA.. itu tanda Anda belum sampai di tahap ini. Ada baiknya untuk melatih kembali dari "Belajar Dasar Kawisesan 3" daripada menjadi korban, seperti yang sudah dijelaskan dalam "Pemabah Meditasi Gni Sakti".
Bagi yang sama sekali belum pernah belajar, silahkan ikuti dari awal yakni "Belajar Tenaga Dalam Asli Bali". Belajar dari dasar akan memperkuat fondasi spiritual semeton sami.

Demikian sekilas tentang Gni Rahsya, sebagai dasar kawisesan dan spiritual di bali. semoga bermanfaat.

author