Ida Bang Penataran

No comment 272 views

Ida Bang Penataran

Ida Bang Penataran atau Ida Penataran atau Anglurah Kacangdawa merupakan keturunan dari Ida Tulus Dewa. Dikisahkan Ida Penataran berangsana turun dari Besakih ke desa-desa, sampai akhirnya tiba di Gelgel tidak sengaja bertemu dengan Rakriyan Petandakan. Ida penataran kemudian meniahi Putri Ki Petandakan yang bernama I Gusti Ayu Buringkit. Setelah beberapa lama tinggal di karang kepatihan, beliau dijemput Ida Tohjiwa, dimohon untuk kembali ke Besakih.

Sesampai di Besakih Ida Panataran mengatur segala upacara Hyang sampai dengan ke Panataran Goa Lawah di tepi laut, karena Pura Goa Lawah merupakan sthana Ida Bhatara Hyang Basukih. Diceriterakan juga Ida Panataran-lah yang semula menjadi pamangku di Penataran Basukih sampai dengan di Goa Lawah, yang kemudian meminta I Gusti Batan Waringin, putra I Gusti Tusan keturunan Arya Kepakisan untuk menjadi pamangku di Pura Gwa Lawah.

Dikisahkan sekarang Ida Panataranbertempat tinggal di Bukcabe Besakih mempunyai seorang putri bernama Ida Ayu Punyawati, cantik tanpa tanding seperti bidadari layaknya, bahkan seperti Sanghyang Cita Rasmin yang menjelma. Banyak para penguasa dan pejabat yang melamar, namun tidak diberi. Ida Ayu Punyawati kemudian dilamar oleh Anglurah Pinatih Resi.

Diceritakan Ida Penataran dipanggil Oleh Ida Dalem Gelgel. kemudian Ida Dalem menganugrahkan Beliau wilayah di Kacang Pawos timur Puri Gelgel dan menjadi Ksatrya. Disana Ida Penataran membangun Puri, dan bergelar "Ida I Gusti Anglurah Kacangdawa" dengan panjak anugrah dalem sejumlah 200 orang.

I Gusti Anglurah Panataran Kacangdawa kemudian mempunyai putra laki-laki bernama I Gusti Dimade atau I Gusti Kacang. Beliau berpulang ke Swahloka tepat pada saat beliau melaksanakan tugas di Besakih, kemudian diperabukan di Setra Agung, Besakih. Itu sebabnya beliau bergelar Ida Swarga ring Gunung Agung. Beliau disthanakan di Meru tumpang 5 dengan gelar I Dewa Hyangning Gunung Agung. Di Kacangdawa juga dibangun pura sewaktu beliau masih hidup.

Garis Generasi Babad Bali

KawitanSang Hyang Gnijaya
Gen 1Mpu Bradah (Panca Tirtha)
Gen 2Mpu Bahula
Gen 3Mpu Tantular
Gen 4Danghyang Sidimantra (Mpu Bekung)
Gen 5: Ida Bang Manik Angkeran
Gen 6: Ida Tulus Dewa
Gen 7
Gen 8: Ida Bang Tulus Dewa
Gen 9: Ida Bang Penataran
Gen 101. Ida Ayu Punyawati (istri Anglurah Pinatih Rsi)
2. I Gusti Made Kacang / Anglurah Sidemen I

Babad Bali merupakan cerita kehidupan yang diyakini nyata adanya (itihasa), namun Babad ini belakangan sering terjadi kesimpang siuran akibat sedikitnya ada bukti otentik. Untuk membuktikan kebenaran dari cerita Babad ini agak sulit, seperti halnya cerita purana di India, setiap Babad secara umum tentu mengagungkan pemilik (judul) babad. Hal itulah sebabnya beberapa cerita babad agak tidak singkron/nyambung bila disanding dengan babad lain. Untuk itu, dalam Gama Bali hanya mengisahkan cerita-cerita umum saja.

author