Jara Vagga

No comment 68 views
Jara Vagga,5 / 5 ( 1votes )

Jara Vagga
Dhammapada 146-156

Jara Vagga

ko nu hāso kimānando, niccaṃ pajjalite sati.|
andhakārena onaddhā, padīpaṃ na gavesatha. ||
146

artinya:

Mengapa tertawa, mengapa bergembira kalau dunia ini selalu terbakar? Dalam kegelapan, tidakkah engkau ingin mencari terang?

passa cittakataṃ bimbaṃ, arukāyaṃ samussitaṃ.|
āturaṃ bahusaṅkappaṃ, yassa natthi dhuvaṃ ṭhiti. ||
147

artinya:

Pandanglah tubuh yang indah ini, penuh luka, terdiri dari rangkaian tulang, berpenyakit serta memerlukan banyak perawatan. Ia tidak kekal serta tidak tetap keadaannya.

parijiṇṇamidaṃ rūpaṃ, roganīḷaṃ pabhaṅguraṃ.|
bhijjati pūtisandeho, maraṇantañhi jīvitaṃ. ||
148

artinya:

Tubuh ini benar-benar rapuh, sarang penyakit dan mudah membusuk. Tumpukan yang menjijikkan ini akan hancur berkeping-keping. Sesungguhnya, kehidupan ini akan berakhir dengan kematian.

yānimāni apatthāni, alābūneva sārade.|
kāpotakāni aṭṭhīni, tāni disvāna kā rati. ||
149

artinya:

Bagaikan labu yang dibuang pada musim rontok, demikian pula halnya dengan tulang-tulang yang memutih ini. Kesenangan apakah yang didapat dari memandangnya?

aṭṭhīnaṃ nagaraṃ kataṃ, maṃsalohitalepanaṃ.|
yattha jarā ca maccu ca, māno makkho ca ohito. ||
150

artinya:

Kota (tubuh) ini terbuat dari tulang belulang yang dibungkus oleh daging dan darah. Di sinilah terdapat kelapukan dan kematian, kesombongan dan iri hati.

jīranti ve rājarathā sucittā, atho sarīrampi jaraṃ upeti.|
satañca dhammo na jaraṃ upeti, santo have sabbhi pavedayanti. ||
151

artinya:

Kereta kerajaan yang indah sekalipun pasti akan lapuk, begitu pula tubuh ini akan menjadi tua. Tetapi 'Ajaran' (Dhamma) orang suci tidak akan lapuk. Sesungguhnya dengan cara inilah orang suci mengajarkan kebaikan.

appassutāyaṃ puriso, balibaddhova jīrati.|
maṃsāni tassa vaḍḍhanti, paññā tassa na vaḍḍhati. ||
152

artinya:

Orang yang tidak mau belajar akan menjadi tua seperti sapi; dagingnya bertambah tetapi kebijaksanaannya tidak berkembang.

anekajātisaṃsāraṃ, sandhāvissaṃ anibbisaṃ.|
gahakāraṃ gavesanto, dukkhā jāti punappunaṃ.||
153

artinya:

Dengan melalui banyak kelahiran aku telah mengembara dalam samsara (siklus kehidupan). Terus mencari, namun tidak kutemukan pembuat rumah ini. Sungguh menyakitkan kelahiran yang berulang-ulang ini.|

gahakāraka diṭṭhosi, puna gehaṃ na kāhasi.|
sabbā te phāsukā bhaggā, gahakūṭaṃ visaṅkhataṃ.|
visaṅkhāragataṃ cittaṃ, taṇhānaṃ khayamajjhagā. ||
154

artinya:

O, pembuat rumah, engkau telah ku lihat, engkau tak dapat membangun rumah lagi. Seluruh atapmu telah runtuh dan tiangmu belandarmu telah patah. Sekarang batinku telah mencapai 'Keadaan tak Berkondisi (Nibbana)'. Pencapaian ini merupakan akhir daripada nafsu keinginan.

acaritvā brahmacariyaṃ, aladdhā yobbane dhanaṃ.|
jiṇṇakoñcāva jhāyanti, khīṇamaccheva pallale. ||
155

artinya:

Mereka yang tidak menjalankan kehidupan suci serta tidak mengumpulkan bekal (kekayaan) selagi masih muda, akan merana seperti bangau tua yang berdiam di kolam yang tidak ada ikannya.

acaritvā brahmacariyaṃ, aladdhā yobbane dhanaṃ.|
senti cāpātikhīṇāva, purāṇāni anutthunaṃ. ||
156

artinya:

Mereka yang tidak menjalankan kehidupan suci serta tidak mengumpulkan bekal (kekayaan) selagi masih muda, akan terbaring seperti busur panah yang rusak, menyesali masa lampaunya

author