Nilai Simbolis Yadnya

No comment 41 views

Nilai Simbolis Yadnya

Berdasarkan dialog Sri Krisna dengan Arjuna dalam setting cerita Bisma Parwa Mahabharata yang belakangan dikenal dengan Kitab Bhagawad Gita, Topik "Nilai Simbolis Yadnya" ini tertuang dalam Bhagawad Gita Bab 4, yakni mulai dari BG 4.23 hingga BG 4.32. Berikut ini penggalan dialognya:

Sri Krishna bersabda:

mereka yang mencapai pembebasan terlepas dari ikatan, dengan berakar pada kebijaksanaan hati nurani, menyelesaikan kegiatan untuk pengorbanan sepenuhnya sehingga menunggal denganNya. Persembahan adalah Brahman, mentega adalah Brahman yang oleh Sang Diri dipersembahkan kedalam api Brahman, yang akan dicapai olehnya pastilah Brahman, kegiatan yang dilakukan dengan tekun akan mencapai Brahman. beberapa praktisi spiritual melakukan pemujaan ekslusif kepada para dewata memang dengan berbagai yadnya, demikian yang lainnya mempersembakan yadnya dengan pengorbanan kedalam api Brahman. Lainnya mempersembahkan panca indranya seperti proses mendengar kedalam api pengendalian diri, Yang lainnya mengorbankan obyek indera suara dan semacamnya kedalam api indera. orang lainnya dengan semua fungsi organ indera dan aktifitas nafasnya, mempersembahkan pengendalian proyeksi sang diri (pikiran) kedalam api yoga sehingga tercerahkan dalam kebijaksanaan. orang lainnya dengan semua fungsi organ indera dan aktifitas nafasnya, mempersembahkan pengendalian proyeksi sang diri (pikiran) kedalam api yoga sehingga tercerahkan dalam kebijaksanaan. demikian pula yang lain melakukan yadnya dengan kekayaannya, beryadnya dengan pertapaan, beryadnya dengan yoga, beryadnya dengan pengetahuan, dengan mengaplikasikan materi kitab suci juga pertapaan dengan menjalankan sumpah dengan ketat. lainnya mempersembahkan napas keluar dalam napas masuk demikian juga yang lain napas masuk ke napas keluar, dengan mempraktekan pengendalian nafas dengan menghentikan gerak nafas keluar - nafas masuk. orang lainnya mempersembahkan pengorbanan dengan pengendalian asupan makanan, nafas yang menjadi energi kehidupan, semua ini dilakukan untuk tujuan yadnya, meskipun begitu dengan melakukan salah satu yadnya itu sudah mampu melenyapkan dosa kehidupannya. mereka yang menikmati saripati dari sisa yadnya mencapai Brahman yang kekal, di dunia ini tidak ada untuk orang tanpa beryadnya, dimanakah yang lainnya wahai kuru-sattama? dengan demikian berbagai jenis yadnya tersebar dihadapan Brahman (dari veda), ketahuilah itu semua dilahirkan dari tindakan, jadi dengan memahaminya akan mencapai pembebasan.


BG 4.23 

गतसङ्गस्य मुक्तस्य ज्ञानावस्थितचेतसः ।
यज्ञायाचरतः कर्म समग्रं प्रविलीयते ॥४-२३॥
gata-sańgasya muktasya jñānāvasthita-cetasāḥ |
yajñāyācarataḥ karma samagraḿ pravilīyate
|| 4.23

Bhagawad Gita 4.23

gata—terlepas; sańgasya—ikatan material; muktasya—mengenai orang yang mencapai pembebasan; jñāna—kebijaksanaan; avasthita—berdiam, berakar; jñāna-avasthita—mantap dalam kerohanian; cetasāh—pikirannya, nurani, orang yang kebijaksanaannya; yajñāya—untuk pengorbanan, demi yajñā; ācarataḥ—bertindak menyelesaikan; karma—pekerjaan, berkegiatan; samagram—sepenuhnya, secara keseluruhan; praviliyate—menunggal denganNya, menyatu denganNya sepenuhnya.

mereka yang mencapai pembebasan terlepas dari ikatan material, dengan berakar pada kebijaksanaan hati nurani
Menyelesaikan kegiatan untuk pengorbanan sepenuhnya sehingga menunggal denganNya.

BG 4.24 

ब्रह्मार्पणं ब्रह्म हविर्ब्रह्माग्नौ ब्रह्मणा हुतम् ।
ब्रह्मैव तेन गन्तव्यं ब्रह्मकर्मसमाधिना ॥४-२४॥
brahmārpaṇaḿ brahma havir brahmāgnau brahmaṇā hutam |
brahmaiva tena gantavyaḿ brahma-karma-samādhinā
|| 4.24

Bhagawad Gita 4.24

brahma—Brahman, Tuhan Yang Mahakuasa; arpaṇam—persembahan, sumbangan; haviḥ—mentega; agnau—di dalam api penyempurnaan; brahmaṇā—oleh sang Diri, yang memahami tentang Brahman; hutam—dipersembahkan; evā—pasti; tena—oleh dia, olehNya; gantavyam—untuk dicapai; karma—dalam kegiatan; samādhinā—dengan konsentrasi, menjadi tekun sepenuhnya.

Persembahan adalah Brahman, mentega adalah Brahman yang oleh Sang Diri dipersembahkan kedalam api Brahman,
yang akan dicapai olehnya pastilah Brahman, kegiatan yang dilakukan dengan tekun akan mencapai Brahman.

BG 4.25 

दैवमेवापरे यज्ञं योगिनः पर्युपासते ।
ब्रह्माग्नावपरे यज्ञं यज्ञेनैवोपजुह्वति ॥४-२५॥
daivam evāpare yajñaḿ yoginaḥ paryupāsate |
brahmāgnāv apare yajñaḿ yajñenaivopajuhvati
|| 4.25

Bhagawad Gita 4.25

daivam—dalam menyembah para dewa, kepada dewata; evā—memang, seperti ini; apare—beberapa yang lain, orang yang lain; yajñām—berbagai korban suci, yadnya; yoginaḥ—praktisi spiritual, para ahli kebatinan; paryupāsate—melakukan pemujaan ekslusif, menyembah secara sempurna; brahma—Brahman, Tuhan Yang Mahakuasa, Kebenaran Mutlak; agnau—kedalam api; yajñām—korban suci, yadnya; yajñena—pengorbanan, dengan mempesembahkan diri sendiri; evā—demikian; upajuhvati—mempersembahkan.

beberapa praktisi spiritual melakukan pemujaan ekslusif kepada para dewata memang dengan berbagai yadnya,
demikian yang lainnya mempersembakan yadnya dengan pengorbanan kedalam api Brahman.

BG 4.26 

श्रोत्रादीनीन्द्रियाण्यन्ये संयमाग्निषु जुह्वति ।
शब्दादीन्विषयानन्य इन्द्रियाग्निषु जुह्वति ॥४-२६॥
Śrotrādīnīndriyāṇy anye saḿyamāgniṣu juhvati |
Śabdādīn viṣayān anya indriyāgniṣu juhvati
|| 4.26

Bhagawad Gita 4.26

śrotra-ādīni—seperti proses mendengar; indriyāṇi—panca indera; anye—orang lain, lainnya; saḿyama—mengekang, pengendalian diri; agniṣu—kedalam api; juhvati—mempersembahkan, mengorbankan; śabda—getaran suara; ādīn—semacamnya, dan sebagainya; viṣayān—obyek kepuasan indera; indriya—indera.

Lainnya mempersembahkan panca indranya seperti proses mendengar kedalam api pengendalian diri,
Yang lainnya mengorbankan obyek indera suara dan semacamnya kedalam api indera.

BG 4.27 

सर्वाणीन्द्रियकर्माणि प्राणकर्माणि चापरे ।
आत्मसंयमयोगाग्नौ जुह्वति ज्ञानदीपिते ॥४-२७॥
sarvāṇīndriya-karmaṇi prāṇa-karmaṇi cāpare |
ātma-saḿyama-yogāgnau juhvati jñāna-dīpite || 4.27

Bhagawad Gita 4.27

sarvāni—dengan semua; indriya—organ indera; karmaṇi—fungsi-fungsi, aktifitas; prāṇa—nafas, daya kehidupan; ca—juga; apare—orang lain; ātma-saḿyama—mengenai pengendalian proyeksi sang Diri, pikiran; yoga—proses penyambungan, jalan penyatuan; agnau—kedalam api; juhvati—mempersembahkan; jñāna—kebijaksanaan pengetahuan; dīpite—tercerahkan,  untuk keinsafan diri.

orang lainnya dengan semua fungsi organ indera dan aktifitas nafasnya, 
mempersembahkan pengendalian proyeksi sang diri (pikiran) kedalam api yoga sehingga tercerahkan dalam kebijaksanaan.

BG 4.28 

द्रव्ययज्ञास्तपोयज्ञा योगयज्ञास्तथापरे ।
स्वाध्यायज्ञानयज्ञाश्च यतयः संशितव्रताः ॥४-२८॥
dravya-yajñās tapo-yajñā yoga-yajñās tathāpare |
svādhyāya jñāna-yajñāś ca yatayaḥ saḿśita-vratāḥ
|| 4.28

Bhagawad Gita 4.28

dravya—kekayaan, harta benda; yajñāḥ—mengorbankan, korban suci, yadnya; tapaḥ—dalam pertapaan; yoga—astangga yoga, penyatuan diri, jalan penyatuan; tathā—demikian; apare—orang lain; svādhyāya—yadnya dengan mengaplikasikan materi kitab suci, mempelajari Veda; jñāna—pengetahuan; ca—dan; yatayaḥ—orang yang dibebaskan dari kebodohan, pertapaan; saḿśita—dengan ketat, keras, hebat; vratāḥ—sumpah, brata, pengekangan.

demikian pula yang lain melakukan yadnya dengan kekayaannya, beryadnya dengan pertapaan, beryadnya dengan yoga,
beryadnya dengan pengetahuan, dengan mengaplikasikan materi kitab suci juga pertapaan dengan menjalankan sumpah dengan ketat.

BG 4.29 

अपाने जुह्वति प्राणं प्राणेऽपानं तथापरे ।
प्राणापानगती रुद्ध्वा प्राणायामपरायणाः ॥४-२९॥
apāne juhvati prāṇaḿ prāṇe 'pānaḿ tathāpare |
prāṇāpāna-gatī ruddhvā prāṇāyāma-parāyaṇāḥ || 4.29

Bhagawad Gita 4.29

apāne—nafas masuk, di dalam udara yang bergerak ke bawah; juhvati—mempersembahkan, korban suci; prāṇam—nafas keluar, udara yang bergerak ke luar; prāṇe—nafas keluar, di dalam udara yang bergerak ke luar; apānam—nafas masuk, udara yang bergerak ke bawah; tathā—demikian juga yang lain, seperti itu juga; apare—lain-lain; prāṇa—nafas keluar, mengenai udara yang bergerak ke luar; apāna—nafas masuk, udara yang bergerak ke bawah; gatī—gerak; ruddhvā—menghentikan; prāṇa-āyāma—pengendalian nafas, semadi yang diprakarsai dengan cara menghentikan segala nafas; parāyaṇāḥ—dengan mempraktekan, berminat seperti itu;

lainnya mempersembahkan napas keluar dalam napas masuk demikian juga yang lain napas masuk ke napas keluar,
dengan mempraktekan pengendalian nafas dengan menghentikan gerak nafas keluar - nafas masuk.

BG 4.30 

अपरे नियताहाराः प्राणान्प्राणेषु जुह्वति ।
सर्वेऽप्येते यज्ञविदो यज्ञक्षपितकल्मषाः ॥४-३०॥
apare niyatāhārāḥ prāṇān prāṇeṣu juhvati |
sarve 'py ete yajña-vido yajña-kṣapita-kalmaṣāḥ
|| 4.30

Bhagawad Gita 4.30

apare—orang lain; niyata—setelah mengendalikan, diet; āhārāḥ—makan, asupan makanan; prāṇān—nafas, udara yang keluar; prāṇeṣu—menjadi energi kehidupan, di dalam udara yang keluar; juhvati—mempersembahkan pengorbanan; sarve—semuanya; api—meskipun begitu, walaupun kelihatan lain; ete—ini; yajña-vidaḥ—dilakukan untuk tujuan yadnya, menguasai tujuan untuk melaksanakan korban-korban suci; yajña-kṣapita—dengan melakukan yadnya itu, melakukan salah satu yadnya tersebut, disucikan sebagai hasil pelaksanaan kegiatan seperti itu; kalmaṣāh— dari reaksi-reaksi dosa, sudah mampu melenyapkan dosa kehidupannya;

orang lainnya mempersembahkan pengorbanan dengan pengendalian asupan makanan, nafas yang menjadi energi kehidupan,
semua ini dilakukan untuk tujuan yadnya, meskipun begitu dengan melakukan salah satu yadnya itu sudah mampu melenyapkan dosa kehidupannya.

BG 4.31

यज्ञशिष्टामृतभुजो यान्ति ब्रह्म सनातनम् ।
नायं लोकोऽस्त्ययज्ञस्य कुतोऽन्यः कुरुसत्तम ॥४-३१॥
yajña-śiṣṭāmṛta-bhujo yānti brahma sanātanam |
nāyaḿ loko 'sty ayajñasya kuto 'nyaḥ kuru-sattama || 4.31

Bhagawad Gita 4.31

yajña-śiṣṭa—dari sisa yadnya, hasil pelaksanaan yajñā seperti itu; amṛta-bhujaḥ—menikmati saripati, mengkonsumsi, orang yang sudah merasakan manis yang kekal seperti itu; yānti—mendekati, mencapai; brahma—Brahman, Tuhan Yang Mahakuasa; sanātanam—yang kekal. na—tidak; ayam—ini; lokaḥ—alam, dunia; asti—ada; ayajñasya—tanpa beryadnya, orang yang tidak melakukan korban suci; kutaḥ—dimanakah; anyaḥ—yang lain; kuru-sat-tama—arjuna, yang terbaik di antara para Kuru.

mereka yang menikmati saripati dari sisa yadnya mencapai Brahman yang kekal,
di dunia ini tidak ada untuk orang tanpa beryadnya, dimanakah yang lainnya wahai kuru-sattama?

BG 4.32

एवं बहुविधा यज्ञा वितता ब्रह्मणो मुखे ।
कर्मजान्विद्धि तान्सर्वानेवं ज्ञात्वा विमोक्ष्यसे ॥४-३२॥
evaḿ bahu-vidhā yajñā vitatā brahmaṇo mukhe |
karma-jān viddhi tān sarvān evaḿ jñātvā vimokṣyase
|| 4.32

Bhagawad Gita 4.32

evam—dengan demikian, jadi; bahu-vidhāḥ—berbagai jenis; yajñaḥ—korban suci, yadnya; vitatāḥ—tersebar; brahmaṇaḥ—dari Veda, berkenaan tentang Brahman; mukhe—dihadapan, melalui mulut; karma-jān—dilahirkan dari tindakan kegiatan; viddhi—engkau harus mengetahui, ketahuilah; tān—mereka, itu; sarvān—semua; jñātvā—dengan mengetahui, memahami; vimokṣyase—akan terbebaskan, mencapai pembebasan.

dengan demikian berbagai jenis yadnya tersebar dihadapan Brahman (dari veda),
ketahuilah itu semua dilahirkan dari tindakan, jadi dengan memahaminya akan mencapai pembebasan.

author