Segalanya adalah Brahman

No comment 183 views

Segalanya adalah Brahman
Sarvam Khalvidam Brahman

Sebagian orang berpendapat yang dimaksud dengan kata “segalanya” adalah semuanya ini (dunia dan isinya) adalah Brahman.

Jika pandangan ini diterima maka dapat disimpulkan bahwa Brahman ada banyak sebanyak jumlah benda yang ada di dunia. Hal ini tentu bertentangan dengan sloka Upanisad:

ekameva advityam brahman
Brahman adalah tunggal, tidak ada yang ke dua

Lalu apa arti yang tepat utk kata “segalanya” pada sloka di atas?

Kata “segalanya” bukan merujuk pada pluralitas atau keberagaman nama dan rupa (multitude of name and form) tetapi merujuk kepada satu kesatuan yang menyeluruh (one whole unity) Brahman yang Maha Esa.

Sloka “sarvam khalvidam brahman” harus diartikan dari sudut pandang Brahman yaitu sudut pandang kebenaran mutlak (paramartika satyam) bukan dari sudut pandang ego/jiwa yang adalah kebenaran relatif (vyavaharika satyam).

Dari sudut pandang Brahman hanya ada satu realitas absolut yaitu Brahman itu sendiri. Tidak ada realitas lain selain Brahman. Artinya apa yang sesungguhnya ada dan nyata (Sat) adalah hanya Brahman. Semua wujud nama dan rupa (multitude of name of form) yang kita lihat di dunia adalah hanya proyeksi dari pikiran (ego/jiwa).

Secara longgar bisa diartikan sebagai manifestasi dari brahman. Namun, kata “proyeksi” lebih tepat karena di mata Brahman tidak ada keberagaman nama dan rupa. Di mata Brahman yang ada hanya satu realitas yaitu Brahman itu sendiri, tidak ada entitas/realitas lain selain brahman.

Sebagai satu-satunya entitas/realitas yang ada maka Brahman bersifat akhanda dan anantam yaitu infinity, tak terhingga, tak terbatas, tak terbagi-bagi, tak bertepi (limitless, divisionless). Dari ujung ke ujung adalah hanya Brahman. Ibarat samudra yang luas (samudra hindia, samudra atlantis, samudra pasifik) semuanya (seluruhnya) adalah hanya air (satu entitas/realitas yaitu hanya air).

Hal ini dipertegas dalam maxim terkenal Adi Sankara yaitu

Brahmasatyam jagadmithya jivobrahmaiva naparah
hanya Brahman yg nyata (sat), dunia (alam semesta) adalah maya (ilusi), jiwa dan Brahman sesungguhnya tunggal.

author