Tamasika Purana

No comment 167 views

Tamasika Purana

Tamasik Purana

Krishna dengan gopi

Tamasik Purana adalah kumpulan purana yang didominasi oleh ajaran yang mengandung sifat Loba, Pemalsu, Kecil hati , Kejam, Atheis, prilaku yang tidak baik (maling, mencuri, berselingkuh, main perempuan, mabuk dan sebagainya), berkebiasaan hidup atas belas kasih pemberian orang lain dan tidak perhatian. Disamping itu kisah-kisah Purana Tamasika menggambarkan kualitas ketidakseimbangan, kekacauan, kecemasan, tidak murni, merusak, khayalan, negatif, membosankan atau tidak aktif, apatis, inersia atau kelesuan, kekerasan, kejam, bodoh.

Kitab Purana ataupun smerti lainnya yang merupakan kitab keyakinan yang sering menceritakan tindakan tidak terpuji seperti mecuri susu, mencuri pakaian wanita yang mandi disungai, bermain dan menginap di Rumah kubja (pelacuran) selama seminggu, mengawini janda yang suaminya kalah perang, perjinahan dengan pelayan Raas Mandal, Apalagi kisah ciuman dengan pelayannya di Vaikuntha. Ini adalah kisah yg sangat memalukan. Swami Dayananda Saraswati mengutuk penulis Purana ini kenapa tidak mati saja di dalam kandungan ibunya, tapi disisi lain Swami menyanjung tinggi keluhuran Sri Kreshna di dalam Bhagavan Gita. Bahkan sarjana indologis dari Amerika Wendy Doniger menulis miring tentang penggambaran awatara krishna akibat purana-purana tamasika tersebut.

Sifat Tamasika ini tergambar dalam Manawa dharmasastra 12.33 yang berbunyi:

Lobhah swapno'dhritih krayam nastikyam bhinnawittita |
yacisnutā pramādaçca tamasam guņalaksanam || 33

Manawa dharmasastra 12.33

Artinya:
Loba, pemalsu, kecil hati, kejam, atheis, berusaha yang tidak baik, berkeblasaan hidup atas belas kasih pemberian orang lain dan tidak berperhatian adalah ciri-ciri sifat tamah.

Disebutkan dalam Shiva Purana sebagai berikut:

sātvikam śaiva māhatmyam rājasam hari gīyate |
tāmasam brahmasutyam vedabhāşya: prakāśyate ||

Matri Samhita 56:13-17

Artinya:
Purāņa yang menceritakan dan pujian kepada Bhagavān Śhiva adalah Sattva guņa, Purāņa yang menceritakan dan pujian kepada Hari (Vishnu) adalah Rajas guņa. Purāņa menyanyikan pujian Prajāpati (Brahmā) adalah Tamas guņa

author