Teori Inkarnasi

No comment 69 views

Teori Inkarnasi

Berdasarkan dialog Sri Krisna dengan Arjuna dalam setting cerita Bisma Parwa Mahabharata yang belakangan dikenal dengan Kitab Bhagawad Gita, Teori Inkarnasi ini tertuang dalam Bhagawad Gita Bab 4, yakni mulai dari BG 4.5, BG 4.6, BG 4.7, BG 4.8, BG 4.9, BG 4.10, BG 4.11, BG 4.12 dan BG 4.13. Berikut ini penggalan dialognya:

Sri Krishna berkata:

milikku juga milikmu sudah melewati banyak kelahiran oh Arjuna, Aku mengetahui hal itu semua, kamu tidak mengetahuinya hai Parantapa. meskipun seperti itu, Ātmā tanpa kelahiran, tidak merosot walaupun menjadi itu Īśvaraḥ bagi semua makhluk, dengan mengendalikan ilusi yang menyelimuti Ātmā, menjelmakan sifat bawaan milikNya. Oh Bhārata kapanpun-dimanapun tentu saja ada penurunan hal-hal tentang Dharma, meningkatnya hal-hal yang menentang Dharma, pada saat itu Aku memanifastasikan Sang Diri. untuk menyelamatkan orang saleh dan menghancurkan orang jahat dengan tujuan menegakkan Dharma, bermanifestasi dari jaman ke jaman. Siapapun yang mengetahui kebenaran kelahiran dan tindakan ilahiKu yang demikian itu, setelah meninggalkan badannya tidak memperoleh kelahiran lagi, dia mencapai diriku wahai Arjuna. Tanpa ikatan, rasa takut, amarah, membenamkan diri didalamKu berlindung padaKu, dengan dimurnikan melalui pertapaan, pengetahuan, banyak orang yang mencapai keberadaanKu. dengan cara apapun seseorang berserah padaku tentu aku membalas mereka seperti itu, semua manusia mengikuti semua jalanKu oh Pārtha. di dunia ini yang menginginkan kesuksesan dari tindakannya melakukan yadnya kepada para dewa, tentu saja jerih payah tindakan di alam manusia ini cepat berhasil. empat profesi oleh-Ku ciptakan berdasarkan kualitas aktifitasnya, meskipun pencipta itu ketahuilah aku tidak berbuat dan tidak mengubahnya.

Bhagawad Gita 4

BG 4.5

श्रीभगवानुवाच 
बहूनि मे व्यतीतानि जन्मानि तव चार्जुन ।
तान्यहं वेद सर्वाणि न त्वं वेत्थ परन्तप ॥४-५॥
śrī-bhagavān uvāca
bahūni me vyatītāni janmāni tava cārjuna
tāny ahaḿ veda sarvāṇi na tvaḿ vettha parantapa

Bhagawad Gita 4.5

Śrī-bhagavān uvāca—Sri Krishna berkata; bahūni—banyak; me—milikKu; vyatītāni—sudah melewati; janmāni—kelahiran-kelahiran; tavā—milikMu; ca—dan, juga; Arjuna—wahai Arjuna; tāni—hal itu; aham—Aku; veda—mengetahui; sarvāni—semua; na—tidak; tvām—engkau; vettha—mengetahui, menguasai; parantapa—wahai Arjuna.

Krishna berkata:
milikku juga milikmu sudah melewati banyak kelahiran oh Arjuna, Aku mengetahui hal itu semua, kamu tidak mengetahuinya hai Parantapa.

BG 4.6

अजोऽपि सन्नव्ययात्मा भूतानामीश्वरोऽपि सन् ।
प्रकृतिं स्वामधिष्ठाय संभवाम्यात्ममायया ॥४-६॥
ajo 'pi sann avyayātmā bhūtānām īśvaro 'pi san
prakṛtiḿ svām adhiṣṭhāya sambhavāmy ātma-māyayā

Bhagawad Gita 4.6

 ajaḥ—tidak dilahirkan; api—walaupun, meskipun; san—seperti itu, ditempatkan menjadi itu, menjadi begitu; avyayā—tidak merosot, kesederhanaan, keabadian, tanpa penurunan kualitas; ātmā—Sang Diri, Atma; bhūtānām—terhadap semua insan yang dilahirkan; īśvaraḥ—Tuhan Yang Maha Esa; prakṛtim—sifat bawaan, alamiah, materi pokok, karakteristik, penyebab material; svām—dari Aku Sendiri, milikNya, menurutNya; adhiṣṭhāya—mempunyai kedudukan seperti itu, situasi sedang dikendalikan, keadaan sedang ditempatkan; sambhavāmi—menjelma, muncul, keberadaan; māyayā—oleh kekuatan maya, pengaruh maya, oleh tipu daya, ilusi, dibawah pengaruh maya, kekuatan eksternal, penampakan, manifetasi palsu, penampilan palsu. ātma-māyayā—oleh ilusi yang menyelimuti atma.

meskipun seperti itu, Ātmā tanpa kelahiran, tidak merosot walaupun menjadi itu Īśvaraḥ bagi semua makhluk, dengan mengendalikan ilusi yang menyelimuti Ātmā, menjelmakan sifat bawaan milikNya.

BG 4.7

यदा यदा हि धर्मस्य ग्लानिर्भवति भारत ।
अभ्युत्थानमधर्मस्य तदात्मानं सृजाम्यहम् ॥४-७॥
Yadā yadā hi dharmasya glānir bhavati bhārata
Ab
hyutthānam adharmasya tadātmānaḿ sṛjāmy aham

Bhagawad Gita 4.7

yadā—kapanpun. Sedangkan, dimanapun, selama, saat; hi—pasti, tentu saja; dharmasya—mengenai dharma, hal tentang dharma; glāniḥ—menurun, hal-hal yang bertentangan, penyakit, kelelahan; bhavati—terwujud, ada; Bhārata—wahai Arjuna; abhyutthānam—naik, meningkat, keunggulan, dominasi, merajalelanya; adharmasya—mengenai hal-hal yang bertentangan dengan dharma; tadā—pada saat itu; ātmanām—sang Diri; sṛjāmi—berwujud, memanifestasikan, menerbitkan, melepaskan; aham—Aku. yadā yadā—kapanpun dan di manapun; 

Oh Bhārata kapanpun-dimanapun tentu saja ada penurunan hal-hal tentang Dharma, meningkatnya hal-hal yang menentang Dharma, pada saat itu Aku memanifastasikan Sang Diri.

BG 4.8

परित्राणाय साधूनां विनाशाय च दुष्कृताम् ।
धर्मसंस्थापनार्थाय सम्भवामि युगे युगे ॥४-८॥
Paritrāṇāya sādhūnāḿ vināśāya ca duṣkṛtām
dharma-saḿsthāpanārthāya sambhavāmi yuge yuge

Bhagawad Gita 4.8

paritrāṇāya—menyelamatkan; sādhūnām—orang saleh; vināśāya—membinasakan, menghancurkan; ca—dan; duṣkṛtām—orang jahat, yang bersalah, telah berbuat dosa; dharma—prinsip-prinsip dharma; saḿsthāpana—menempatkan bersama, menegakkan, perbaikan, peraturan, mendorong, meningkatkan, arthāya—dengan tujuan; sambhavāmi—muncul; yuge—jaman;  saḿsthāpana-arthāya—untuk menegakkan kembali; yuge yuge—dari jaman ke jaman;

untuk menyelamatkan orang saleh dan menghancurkan orang jahat dengan tujuan menegakkan Dharma, bermanifestasi dari jaman ke jaman.

BG 4.9

जन्म कर्म च मे दिव्यमेवं यो वेत्ति तत्त्वतः ।
त्यक्त्वा देहं पुनर्जन्म नैति मामेति सोऽर्जुन ॥४-९॥
janma karma ca me divyam evaḿ yo vetti tattvataḥ
tyaktvā dehaḿ punarjanma naiti mām eti so 'rjuna

Bhagawad Gita 4.9

janma—kelahiran; karma—pekerjaan, tindakan; ca—dan; me—milik-Ku; divyam—ilahi, rohani; evam—seperti itu, demikian itu; yaḥ—siapapun; vetti—mengenal, mengetahui; tattvataḥ—kenyataan, kebenaran; tyaktvā—meninggalkan; deham—badan fisik, tubuh; punaḥ—lagi, kembali; na—tidak; eti—mencapai, memperoleh; mām—kepada-Ku; saḥ— dia; Arjuna—wahai Arjuna.

Siapapun yang mengetahui kebenaran kelahiran dan tindakan ilahiKu yang demikian itu, setelah meninggalkan badannya tidak memperoleh kelahiran lagi, dia mencapai diriku wahai Arjuna.

BG 4.10

वीतरागभयक्रोधा मन्मया मामुपाश्रिताः ।
बहवो ज्ञानतपसा पूता मद्भावमागताः ॥४-१०॥
vīta-rāga-bhaya-krodhā man-mayā mām upāśritāḥ
bahavo jñāna-tapasā pūtā mad-bhāvam āgatāḥ

Bhagawad Gita 4.10

vīta—bebas, tanpa; rāga—ikatan; bhaya—rasa takut; krodhaḥ—amarah; mat-mayā— membenamkan diri didalam-Ku, sepenuhnya di dalam-Ku, oleh kekuatan ilusi-Ku; mām—padaKu; upāśritāḥ—menyerahkan, bernaung, berlindung, berpegang teguh, bertumpu, bersandar; bahavah—banyak; jñāna—pengetahuan; tapasā—pertapaan, pengematan, penebusan dosa, berkaitan dengan kesederhanaan agama; pūtāḥ—disucikan, dimurnikan; mat-bhāvam—keberadaan-Ku; āgatāḥ—mencapai, tiba, mengembalikan.

Tanpa ikatan, rasa takut, amarah, membenamkan diri didalamKu berlindung padaKu, dengan dimurnikan melalui pertapaan, pengetahuan, banyak orang yang mencapai keberadaanKu.

BG 4.11

ये यथा मां प्रपद्यन्ते तांस्तथैव भजाम्यहम् ।
मम वर्त्मानुवर्तन्ते मनुष्याः पार्थ सर्वशः ॥४-११॥
ye yathā māḿ prapadyante tāḿs tathāiva bhajāmy aham
mama vartmānuvartante manuṣyāḥ pārtha sarvaśa

Bhagawad Gita 4.11

ye—seseorang; yathā—sejauh mana, dengan cara apapun, sebagaimana mestinya, daripada, misalnya; mām—kepada-Ku; prapadyante—berserah, berlindung, merangkul; tān—mereka; tathā—seperti itu; evā—tentu; bhajāmi—menyembah, bersujud, memberi hormat, menganugerahi, membalas, memberikan nikmatKu; aham—Aku; mama—milik-Ku; vartma—jalan; anuvartante—mengikuti; manuṣyāḥ—semua orang; pārtha—wahai Arjuna; sarvāsaḥ—dalam segala hal.

dengan cara apapun seseorang berserah padaku tentu aku membalas mereka seperti itu, semua manusia mengikuti semua jalanKu oh Pārtha.

BG 4.12 

काङ्क्षन्तः कर्मणां सिद्धिं यजन्त इह देवताः ।
क्षिप्रं हि मानुषे लोके सिद्धिर्भवति कर्मजा ॥४-१२॥
kāńkṣantaḥ karmaṇāḿ siddhiḿ yajanta iha devatāḥ
kṣipraḿ hi mānuṣeloke siddhirbhavati karma-jā

Bhagawad Gita 4.12

kāńkṣantaḥ—menginginkannya; karmaṇām—mengenai kegiatan, dari tindakannya; siddhim—kesempurnaan; yajante—penyembah, menyembah dengan korban suci; iha—di dunia ini; devatāḥ—para dewa-dewa; kṣipram—cepat sekali; hi—tentu saja; mānuṣe—dalam masyarakat manusia; loke—di alam; siddhiḥ—berhasil; bhavati—datang; karma-jā—jerih payah tindakan.

di dunia ini yang menginginkan kesuksesan dari tindakannya melakukan yadnya kepada para dewa, tentu saja jerih payah tindakan di alam manusia ini cepat berhasil.

BG 4.13 

चातुर्वर्ण्यं मया सृष्टं गुणकर्मविभागशः ।
तस्य कर्तारमपि मां विद्ध्यकर्तारमव्ययम् ॥४-१३॥
cātur-varṇyaḿ mayā sṛṣṭaḿ guṇa-karma-vibhāgaśaḥ
tasya kartāram api māḿ viddhy akartāram avyayām

Bhagawad Gita 4.13

cātuḥ—empat; varṇyam—profesi; mayā—oleh-Ku; sṛṣṭam—diciptakan; guṇa—dari sifat, kualitas; karma—pekerjaan, aktifitasnya; vibhāgaśaḥ—menurut pembagian, berdasarkan; tasya—dari itu; kartāram—ayah, pelaku, pembuat; api—meskipun; mām—Aku; viddhi—mengetahui; akartāram—tidak berbuat, sebagai yang tidak melakukan; avyayām—tidak dapat diubah.

empat profesi oleh-Ku ciptakan berdasarkan kualitas aktifitasnya, meskipun pencipta itu ketahuilah aku tidak berbuat dan tidak mengubahnya.

author