Weda dikenal oleh dunia barat berkat Prabhupada?

No comment 40 views

Weda dikenal dan diterima oleh dunia barat berkat Prabhupada?

Weda dikenal dan diterima oleh dunia barat berkat Prabhupada?

ada info, kabar berita di sosial media yang menyebutkan:

Shrila Prabhupada mengajarkan apa yang baik (menjauhi narkotika, alkohol, judi, rokok). Disamping itu beliau juga berhasil membuat ajaran Weda diterima di dunia barat

Terimakasih sharing informasinya...

Sedikit tambahan informasi agar pikiran kita lebih terbuka..

Pertama,
karakter ajaran Weda yang saya kenal lebih banyak membangun kualitas rohani ke dalam ketimbang menambah jumlah pengikut secara ekspansif. Dengan kata lain WEDA TIDAK BUTUH DIPROMOSIKAN. Sebab, segala sesuatu yang dipromosikan lama-lama akan menjadi KOMODITI. Dan yang namanya komoditi sudah pasti ada umurnya. Sedangkan Weda adalah Sanatana Dharma (ajaran hidup yang abadi). Bukan komiditi yang ada umurnya. Kalaupun ada orang yang tertarik maka harus berangkat dari keinsyafannya sendiri, menjalani-dan-mengalami sendiri. Bukan karena dipengaruhi apalagi dijanjikan iming-iming surga.

Kedua,
katakanlah misalnya Weda memamg perlu diperkenalkan. Tetapi, terlebih dahulu, mohon perbaiki literasi terlebih dahulu (jangan fokus membaca buku-buku dan media-media propaganda ISKCON saja.) Jika yang fokusnya memperkenalkan "WEDA INSTANT yang berbasis DOKTRIN", ya, bisa jadi Prabhupada dan ISKCON saja yang melakukan. Perlu diketahui, jauh sebelum Prabhupada sudah ada Vivekananda (Waisnawa) dan Jiddu Krishnamurti yang sudah malang-melintang di dunia Barat, ada juga Osho dan Sadhguru untuk memperkenalkan Sanatana Dharma yang INKLUSIF, UNIVERSAL dan NON-DOKTRIN, dan diikuti oleh jutaan orang dari seluruh penjuru dunia, tanpa perlu mengasosiasikan diri dengan garis parampara manapun. Jadi Prabhupada dan Para Prabhu-nya bukan satu-satunya pihak yang memperkenalkan ajaran Weda di Amerika Serikat.
"Tapi faktanya, yang paling banyak pengikutnya Hare Krishna, artinya memang ajaran Hare Krishna yang paling bagus" mungkin ada yang berpikir demikian.

Ketiga
bisa jadi Hare Krishna memang paling banyak pengikutnya di AS dan Eropa. Karena mungkin memang hanya ISKCON yang melakukan ADMINISTRASI ALA KORPORASI dan menghitung jumlah pengikutnya secara cermat. Sedangkan yang lain memandang Sanatana Dharma tidak sebagai "pasar" yang perlu dianalisa (dan memang tidak pernah punya rencana untuk menggunakan jumlah anggota sebagai marketing tools). Mereka yang literasinya bagus dan jeli, pasti mengetahui bagaimana Prabhupada mulai memperkenalkan Bhagawadgita dan buku-bukunya di AS. Disamping keluarga-keluarga India yang bermukim di AS, Prabhupada menyasar orang-orang 'HIPPIES' dan mendapat sambutan yang bagus.
Apa itu kaum 'hippies'?
Nah ini yang nenarik, Hitung-hitung supaya pikiran lebih terbuka dan kualitas literasi sedikit lebih baik. Dengan memahami ini seseorang akan punya gambaran yang lebih nyata tentang apa itu Hare Krishna dipandang dari kacamata sosiologi-kebudayaan (sosio-culture.)
Apa/siapa itu kaum 'hippies'?
Mereka adalah orang-orang yang tidak bisa menerima tatanan sosial masyarakat luas (mainstream), karena tidak memenuhi kriteria ideal mereka. Bagi kaum hippies peradaban dunia sekarang ini bobrok, rusak, penuh dengan ketidakadilan, kejahatan, dan mayoritas dihuni oleh orang bodoh, malas, dan jahat. Dengan itu di kepala maka mereka memilih menjauhi masyarakat luas, bahkan yang tinggal di perkotaan biasanya pindah ke pinggiran kota. Disana mereka membuat komunitas yang anggotanya hanya orang-orang yang se-IDE dan se-PEMAHAMAN. Itulah yang disebut HIPPIES. Aktivitas mereka: ada yang menyendiri (solo), banyak juga yang kumpul-kumpul, nyanyi-nyanyi bareng, sambil menghayal tentang peradaban yang ideal nenurut mereka. Dari kacamata psikologi, bisa dibilang mereka ini KAUM HALU yang PENGECUT. Mereka lebih memilih lari dan tenggelam dalam ANGAN-ANGAN IDEAL mereka, ketimbang menerima dan menghadapi kenyataan pahitnya dunia. Dari kacamata SOSIOLOGI, mereka bisa digolongkan sebagai kaum ANTI-SOSIAL; semua orang nampak bodoh dan buruk di mata mereka. Yang bagus dan baik hanya mereka. Banyak juga yang akhirnya lari ke alkohol dan narkotika. Nah, ketika Prabhupada datang dan mengobrol dengan mereka, tidak usah pakai analisa yang ruet, sudah pasti LANGSUNG KLIK! Bagaimana tidak klik. Saat muak dengan tatanan masyarakat, saat gereja tidak cukup meyakinkan (karena banyaknya skandal), saat asik berhalusinasi tentang peradaban yang ideal, eh datang orang yang menawarkan "konsep hidup" yang menjanjikan SURGA yang ideal secara instant, melalui jalan sprititual yang "EASY YET FUN TO DO" (meditasi, yoga, sankirtan, bajan, dll). Ya mereka, kaum hippies inilah yang menjadi pengikut Hare Krishna pertama di Amerika Serikat. Bisa jadi ada (atau banyak) orang-orang hippies pengguna narkoba atau pecandu alkohol yang berhasil "diselamatkan" oleh ISKCON dengan Hare Krishna-nya. Tentu saja ini perlu diapresiasi.
Tetapi pertanyaannya kemudian: Apa bedanya antara "MABUK OBAT/ALKOHOL" dengan "MABUK DOKTRIN"?
Mereka tidak lebih hanya pindah dari satu jenis HALU ke HALU jenis lain. Dari pakaian hippies ke Sari India. Dari menari-menyanyi diiringi banjo khas latin ke ketipung khas India. Apa bedanya?

hippes menjadi Hare krsna

Keempat (Kesimpulan),
tentu saja Prabhupada orang yang BERJASA. Setidaknya untuk diri beliau sendiri, keluarga, dan orang-orang yang merasa telah menerima jasa itu. Bagaimana tidak berjasa. Omzet penjualan Bhagawadgita plus purana-purana yang dicetak dan dijual oleh yayasan beliau (ISKCON) sejak tahun 1970 sampai sekarang, mungkin sudah tembus angka jutaan (jika tidak milyaran) USD. Dengan perputaran uang sebesar itu, jelas sangat mensejahterakan para pengurus ISKCON. Dan kontribusi pajaknya ke negara pasti besar juga. Pertanyaannya: ke negara mana Hare Krishna (ISKCON) bayar pajaknya?

Kesimpulan Akhir

APAKAH PRABHUPADA MEMANG BERJASA KEPADA HINDU?

iya-kan saja, biar pemberi informasi awal itu tidak kecewa.

author