Yogi Terbaik

No comment 35 views

Yogi Terbaik

krisna berpesan kepada arjuna:

ketika pikiran terkontrol, tetap tinggal pastinya dalam sang Diri, pada saat itu terbebas dari keinginan segala obyek kepuasan indera demikian dikatakan sebagai kesempurnaan yoga. Sebagaimana pelita yang terletak di suatu tempat tanpa tiupan angin sehingga tidak goyang begitulah dikatakan perumpamaannya, seorang yogi yang mengendalikan pikiran senantiasa berlatih untuk bersatu dengan Sang Diri. ketika pikiran dibatasi dan berhenti dengan melaksanakan yoga, dan pada saat sadar akan diri oleh Diri-Nya pastinya kebahagiaan ada di dalam diriNya. kebahagiaan yang tak terbatas itu dapat dicapai dengan intelektual yang melampaui hal duniawi, ketika mengetahui dan mencapai yang ini pastinya tidak menyimpang dari kebenaran. setelah mencapai hal itu tidak lagi memikirkan keuntungan lainnya yang melampaui dari itu, merasa mantap dalam keadaan tersebut tidak tergoyahkan oleh kesengsaraan meski sangat sulit. ketahui hal itu penghilang hubungan dari kesengsaraan dikenal dengan samadi yoga, sistem yoga itu harus dipraktekan dengan tekad pikiran tanpa lelah.

Meninggalkan sepenuh hati semua keinginan yang lahir dari angan-angan, membatasi organ indera dari semua sisi melalui pikiran. menarik diri secara bertahap dengan kecerdasan dan keyakinan yang kuat, membuat pikiran transen di dalam sang atma tidak memikirkan sesuatu hal lainnya. pikiran yang goyah gelisah mengembara kemanapun dan dimanapun, dari sana-sini mengaturnya, membawa ini dibawah kendali sang Diri. kebahagiaan tertinggi ini hanya datang kepada praktisi yoga yang pemikirannya tenang, gairah nafsu yang ditenangkan, terlepas dari dosa setelah bersatu dengan Brahman.

praktisi yoga tanpa noda sedemikian rupa selalu berkonsentrasi pada sang Diri, dengan mudah merasakan kebahagiaan tanpa batas lewat hubungan dengan Brahman. sang Diri bersemayam disemua mahkluk, semua mahkluk juga dalam sang diri, dengan penyatuan atma lewat yoga sehingga cara pandangnya sama dalam melihat kesemuaya. dia yang melihatKu dalam segala hal dan melihat segala sesuatu dalam-Ku, baginya Aku tidak hilang dan dia tidak hilang bagiku. dia yang mapan dalam kesatuan, menyembahku didalam semua ciptaan, meskipun praktisi yoga tersebut dalam berbagai kondisi, dia tetap hadir didalamku. wahai Arjuna, dia yang melihat kesemuanya dengan cara yang sama seperti halnya Sang Atma, atau kebahagiaan, atau kalaupun kesedihan praktisi yoga itu dianggap sempurna.

Bhagawad Gita 6.18-32

Bhagawad Gita IV

BG 6.18

यदा विनियतं चित्तमात्मन्येवावतिष्ठते ।
निःस्पृहः सर्वकामेभ्यो युक्त इत्युच्यते तदा ॥६- १८॥
yadāviniyataḿ cittam ātmanyevāvatiṣṭhate |
nispṛhaḥ sarva-kāmebhyo yuktaityucyatetadā || 6.18

Bhagawad Gita 6.18

yadā—apabila, ketika; viniyatam—disiplin secara khusus, terkontrol, penuh displin; cittam—pikiran dengan kegiatannya; ātmani—dalam sang diri, kerohanian yang melampaui hal-hal duniawi; eva—pasti; avatiṣṭhate—tetap tinggal menjadi mantap; nispṛhāh—bebas dari keinginan; sarvā—untuk segala jenis; kāmebhyaḥ—kepuasan indera dalam hal ini nafsu; yuktah—kesempurnaan yoga; iti—demikian; ucyate—dikatakan sebagai; tadā—pada waktu itu.

ketika pikiran terkontrol, tetap tinggal pastinya dalam sang Diri,
pada saat itu terbebas dari keinginan segala obyek kepuasan indera demikian dikatakan sebagai kesempurnaan yoga.

BG 6.19

यथा दीपो निवातस्थो नेङ्गते सोपमा स्मृता ।
योगिनो यतचित्तस्य युञ्जतो योगमात्मनः ॥६- १९॥
yathādīponivāta-stho neńgatesopamāsmṛtā |
yoginoyata-cittasya yuñjatoyogamātmanaḥ || 6.19

Bhagawad Gita 6.19

yathā—seperti, sebagaimana; dīpaḥ—lampu, pelita; nivāta-sthaḥ—di tempat tanpa tiupan angin; na—tidak; ińgate—bergoyang, berkedip; sā—ini, itu; upamā—perumpamaan; smṛtā—dianggap, dikatakan; yoginaḥ—mengenai seorang yogi; yata-cittasya—yang pikirannya terkendalikan; yuñjataḥ—senantiasa sibuk berlatih; yogam—bersatu di dalam semadi; ātmanāḥ—pada sang diri, kerohanian yang melampaui hal-hal duniawi.

sebagaimana pelita yang terletak di suatu tempat tanpa tiupan angin sehingga tidak goyang begitulah dikatakan perumpamaannya,
seorang yogi yang mengendalikan pikiran senantiasa berlatih untuk bersatu dengan Sang Diri.

BG 6.20

यत्रोपरमते चित्तं निरुद्धं योगसेवया ।
यत्र चैवात्मनात्मानं पश्यन्नात्मनि तुष्यति ॥६- २०॥
yatroparamatecittaḿ niruddhaḿ yoga-sevayā |
yatra caivātmanātmānaḿ paśyannātmanituṣyati || 6.20

Bhagawad Gita 6.20

yātrā—ketika, dalam keadaan yang; uparamate—berhenti, trancen karena seseorang merasa kebahagiaan rohani); cittam—kegiatan pikiran; niruddham—ditekan, dibatasi, dengan dikekang dari alam material; yoga-sevayā—dengan melaksanakan yoga; yatra—di dalam itu, pada saat; ca—juga; evā—pasti; ātmanā—oleh pikiran yang murni; ātmanām—sang diri; paśyan—menginsafi kedudukannya, melihat, sadar akan; ātmani—di dalam sang diri; tuṣyāti—seseorang puas, kebahagiaan; 

ketika pikiran dibatasi dan berhenti dengan melaksanakan yoga,
dan pada saat sadar akan diri oleh Diri-Nya pastinya kebahagiaan ada di dalam diriNya.

BG 6.21

सुखमात्यन्तिकं यत्तद् बुद्धिग्राह्यमतीन्द्रियम् ।
वेत्ति यत्र न चैवायं स्थितश्चलति तत्त्वतः ॥६- २१॥
sukhamātyantikaḿ yat tad buddhi-grāhyamatīndriyam |
vetti yatra nacaivāyaḿ sthitaścalatitattvataḥ || 6.21

Bhagawad Gita 6.21

sukham—kebahagiaan; ātyantikam—paling utama, tidak terbatas; yat—yang; tat—itu; buddhi—dengan intektual, kecerdasan; grāhyam—dapat dicapai; atīndriyam—melampaui hal-hal duniawi; vetti—mengetahui; yātrā—dalam hal itu, ketika; na—tidak; ca—juga; evā—pasti; ayam—dia, yang ini; sthitāḥ—mantap, berdiri, mencapai; calati—bergerak, menyimpang; tattvataḥ—dari kebenaran; 

kebahagiaan yang tak terbatas itu dapat dicapai dengan intelektual yang melampaui hal duniawi,
ketika mengetahui dan mencapai yang ini pastinya tidak menyimpang dari kebenaran.

BG 6.22

यं लब्ध्वा चापरं लाभं मन्यते नाधिकं ततः ।
यस्मिन्स्थितो न दुःखेन गुरुणापि विचाल्यते ॥६- २२॥
yaḿ labdhvācāparaḿ lābhaḿ manyatenādhikaḿ tataḥ |
yasminsthitonaduḥkhena guruṇāpivicālyate || 6.22

Bhagawad Gita 6.22

yam—itu yang, hal itu; labdhvā—dengan tercapainya, setelah mencapai; ca—juga; aparam—apapun yang lain; lābham—keuntungan; manyate—menganggap, memikirkan; na—tidak; adhikam—lebih, melampaui; tataḥ—daripada itu; yasmin—dalam keadaan itu; sthitāḥ—menjadi mantap; duḥkhena—kesengsaraan; gurūnapi—walaupun sulit sekali; vicālyate—tergoyahkan; 

setelah mencapai hal itu tidak lagi memikirkan keuntungan lainnya yang melampaui dari itu,
merasa mantap dalam keadaan tersebut tidak tergoyahkan oleh kesengsaraan meski sangat sulit.

BG 6.23

तं विद्याद्‌दुःखसंयोगवियोगं योगसंज्ञितम् ।
स निश्चयेन योक्तव्यो योगोऽनिर्विण्णचेतसा ॥६- २३॥
taḿ vidyādduḥkha-saḿyoga-viyogaḿ yoga-saḿjñitam |
saniścayenayoktavyo yogo 'nirviṇṇa-cetasā || 6.23

Bhagawad Gita 6.23

tam—hal itu; vidyāt—harus mengetahui; duḥkha—kesengsaraan; saḿyoga—hubungan, pemersatu; viyogam—penghilangan; yoga-saḿjñitam—disebut semadi dalam yoga; saḥ—itu; niścayena—dengan tekad yang kuat, ketabahan hati yang mantap; yoktavyaḥ—harus dilatih, dipraktekan; yogaḥ—sistem yoga; anirviṇṇa—tanpa lelah; cetasā—pikiran; anirviṇṇa-cetasā—tanpa menyimpang; 

ketahui hal itu penghilang hubungan dari kesengsaraan dikenal dengan samadi yoga,
sistem yoga itu harus dipraktekan dengan tekad pikiran tanpa lelah.

BG 6.24

संकल्पप्रभवान्कामांस्त्यक्त्वा सर्वानशेषतः ।
मनसैवेन्द्रियग्रामं विनियम्य समन्ततः ॥६- २४॥
sańkalpa-prabhavānkāmāḿs tyaktvāsarvānaśeṣataḥ |
manasāivendriya-grāmaḿ viniyamyasamantataḥ || 6.24

Bhagawad Gita 6.24

sańkalpa—angan-angan, kemampuan mental; prabhavān—dilahirkan dari; kāmān—keinginan duniawi; tyaktvā—meninggalkan; sarvān—semua; aśeṣataḥ—sepenuhnya, sepenuh hati; manasā—oleh pikiran; evā—pasti; indriya-grāmam—organ indera yang lengkap; viniyamya—mengatur, membatasi; samantataḥ—dari segala sisi.

Meninggalkan sepenuh hati semua keinginan yang lahir dari angan-angan,
membatasi organ indera dari semua sisi melalui pikiran.

BG 6.25

शनैः शनैरुपरमेद्‌बुद्ध्या धृतिगृहीतया ।
आत्मसंस्थं मनः कृत्वा न किंचिदपि चिन्तयेत् ॥६- २५॥
śanaiḥ śanairuparamed buddhyādhṛti-gṛhītayā |
ātma-saḿsthaḿ manaḥ kṛtvā nakiñcidapicintayet || 6.25

Bhagawad Gita 6.25

śanaiḥ—berangsur-angsur; śanaiḥ—langkah demi langkah; sanaih-sanaih—secara bertahap; uparamet—merarik diri, membendung, menghentikan, puasa; buddhya—dengan kecerdasan; dhṛti-gṛhītayā—dibawa oleh keyakinan yang kuat; ātma—sang Diri, Atma; saḿstham—menyatu, transen, ditempatkan dalam kerohanian; manaḥ—pikiran; kṛtvā—membuat; na—tidak; kiñcit—sesuatu yang lain; api—walaupun; cintayet—harus memikirkan, merenungkan.

menarik diri secara bertahap dengan kecerdasan dan keyakinan yang kuat,
membuat pikiran transen di dalam sang atma tidak memikirkan sesuatu hal lainnya.

BG 6.26

यतो यतो निश्चरति मनश्चञ्चलमस्थिरम् ।
ततस्ततो नियम्यैतदात्मन्येव वशं नयेत् ॥६- २६॥
yatoyatoniścalati manaścañcalamasthirām |
tatas tatoniyamyaitad ātmanyevavaśaḿ nayet || 6.26

Bhagawad Gita 6.26

yataḥ yataḥ—di manapun, kemanapun; niścalati—benar-benar digoyahkan; manaḥ—pikiran; cañcalam—mengembara, berkedip-kedip; asthirām—gelisah, tidak mantap; tataḥ tataḥ—dari sana-sini; niyamya—mengatur; etat—ini; ātmani—dalam sang diri; evā—pasti; vaśam—kendali, kontrol, pengendalian; nayet—harus membawa di bawah.

pikiran yang goyah gelisah mengembara kemanapun dan dimanapun,
dari sana-sini mengaturnya, membawa ini dibawah kendali sang Diri.

BG 6.27

प्रशान्तमनसं ह्येनं योगिनं सुखमुत्तमम् ।
उपैति शान्तरजसं ब्रह्मभूतमकल्मषम् ॥६- २७॥
praśānta-manasāḿ hyenaḿ yoginaḿ sukhamuttamam |
upaitiśānta-rājāsaḿ brahma-bhūtamakalmaṣam || 6.27

Bhagawad Gita 6.27

praśānta—damai, tenang; manasām—pikirannya; hi—hanya; enam—ini; yoginām—seorang yogi, praktisi yoga; sukham—kebahagiaan; uttamam—tertinggi; upaiti—dating kepada, dicapai oleh; śānta—ditenangkan, didamaikan; rājasam—gairah nafsunya; brahma-bhūtam—Bersatu dengan Brahman, pembebasan dengan identitas bersama Yang Mutlak; akalmaṣam—dibebaskan dari segala reaksi dosa dari dahulu.

kebahagiaan tertinggi ini hanya datang kepada praktisi yoga yang pemikirannya tenang,
gairah nafsu yang ditenangkan, terlepas dari dosa setelah bersatu dengan Brahman.

BG 6.28

युञ्जन्नेवं सदात्मानं योगी विगतकल्मषः ।
सुखेन ब्रह्मसंस्पर्शमत्यन्तं सुखमश्नुते ॥६- २८॥
yuñjannevaḿ sadātmānaḿ yogīvigata-kalmaṣaḥ |
sukhenabrahma-saḿsparśam atyantaḿ sukhamaśnute || 6.28

Bhagawad Gita 6.28

yuñjan—berkonsentrasi, menekuni latihan yoga; evam—demikian, sedemikian rupa; sadā—selalu; ātmanām—pada sang Diri; yogī—praktisi yoga; vigata—dibebaskan dari, tanpa; kalmaṣāḥ—noda, segala pencemaran material; sukhena—dengan mudah dalam kebahagiaan rohani; brahma—Brahman, saḿsparśam—senantiasa berhubungan, sentuhan; atyantam—tertinggi, tak terbatas; sukham—kebahagiaan, rahmat; aśnute—mencapai, merasakan.

praktisi yoga tanpa noda sedemikian rupa selalu berkonsentrasi pada sang Diri,
dengan mudah merasakan kebahagiaan tanpa batas lewat hubungan dengan Brahman.

BG 6.29

सर्वभूतस्थमात्मानं सर्वभूतानि चात्मनि ।
ईक्षते योगयुक्तात्मा सर्वत्र समदर्शनः ॥६- २९॥
sarva-bhūta-sthamātmānaḿ sarva-bhūtānicātmani |
īkṣate yoga-yuktātmā sarvatrasama-darśanaḥ || 6.29

Bhagawad Gita 6.29

stham—bersemayam, ada; bhuta—mahkluk ciptaan; sarva-bhūta-stham—bersemayam di dalam semua makhluk; ātmanām—sang Diri, Roh Yang Utama; sarva—semua; bhūtāni—para makhluk; ca—juga; ātmani—di dalam sang diri; īkṣate—melihat; yukta—penyatuan; yoga-yukta-ātmā—orang yang melakukan penyatuan dengan Atma lewat jalan Yoga; sarvatra—kesemuanya, di mana-mana; darśanaḥ—cara pandang; sama-darśanaḥ—melihat dengan cara yang sama.

sang Diri bersemayam disemua mahkluk, semua mahkluk juga dalam sang diri,
dengan penyatuan atma lewat yoga sehingga cara pandangnya sama dalam melihat kesemuaya.

BG 6.30

यो मां पश्यति सर्वत्र सर्वं च मयि पश्यति ।
तस्याहं न प्रणश्यामि स च मे न प्रणश्यति ॥६- ३०॥
yomāḿ paśyatisarvatra sarvaḿ ca mayipaśyati |
tasyāhaḿ napraṇaśyāmi sa ca me napraṇaśyati || 6.30

Bhagawad Gita 6.30

yaḥ—siapapun, dia; mām—milik Aku; paśyāti—melihat; sarvatra—dalam segala hal, di mana-mana; sarvam—segala sesuatu; ca—dan; mayi—di dalam Diri-Ku; tasya—baginya; aham—Aku; na—tidak; praṇaśyāmi—Aku hilang; saḥ—dia; me—kepada-Ku, bagiku; praṇaśyāti—hilang.

dia yang melihatKu dalam segala hal dan melihat segala sesuatu dalam-Ku,
baginya Aku tidak hilang dan dia tidak hilang bagiku.

BG 6.31

सर्वभूतस्थितं यो मां भजत्येकत्वमास्थितः ।
सर्वथा वर्तमानोऽपि स योगी मयि वर्तते ॥६- ३१॥
sarva-bhūta-sthitaḿ yomāḿ bhajatyekatvāmāsthitaḥ |
sarvathāvartamāno 'pi sayogīmayivartate || 6.31

Bhagawad Gita 6.31

sarva—semua; sthitamtinggal; bhuta—mahkluk ciptaan; sarva-bhūtasthitam—yang tinggal disemua mahluk, bersemayam di dalam hati semua orang; yaḥ—dia; mām—milikku; bhajati—mengabdikan diri dalam bhakti; ekatvām—dalam kesatuan; āsthitāḥ—mantap, mapan; sarvathā—dalam segala hal, berbagai keadaan dan kondisi; varta-mānaḥ—terletak dalam pikiran, hadir dan menjadi mantap; api—walaupun, meskipun; saḥ—dia; yogī—praktisi yoga, seorang rohaniwan; mayi—di dalam Diri-Ku; vartate—tetap.

dia yang mapan dalam kesatuan, menyembahku didalam semua ciptaan,
meskipun praktisi yoga tersebut dalam berbagai kondisi, dia tetap hadir didalamku.

BG 6.32

आत्मौपम्येन सर्वत्र समं पश्यति योऽर्जुन ।
सुखं वा यदि वा दुःखं स योगी परमो मतः ॥६- ३२॥
ātmaupamyenasarvatra samaḿ paśyatiyo 'rjuna |
sukhaḿ vāyadivāduḥkhaḿ sayogī paramo mataḥ || 6.32

Bhagawad Gita 6.32

ātmā—sang Diri, Atma; aupamyena—seperti halnya, dibandingkan dengan, menurut perbandingan; sarvatra—kesemuanya, di mana-mana; samam—dengan cara yang sama; paśyāti—melihat; yaḥ—dia yang; Arjuna—wahai Arjuna; sukham—suka, kebahagiaan; vā—atau; yādi—andaikata, kalaupun; duḥkham—dukacita, kesedihan; saḥ—dia, itu; yogī—praktisi yoga, rohaniwan; paramaḥ—sempurna; mataḥ—dianggap.

wahai Arjuna, dia yang melihat kesemuanya dengan cara yang sama seperti halnya Sang Atma,
atau kebahagiaan, atau kalaupun kesedihan praktisi yoga itu dianggap sempurna.

author